Sukses

Bayi Sering Cegukan, Berbahaya atau Tidak?

Sering cegukan pada bayi adalah salah satu kasus yang bisa bikin orang tua khawatir bukan kepalang. Apa sebenarnya penyebab dari kondisi ini?

Cegukan pada bayi terjadi ketika diafragma bayi berkontraksi, sehingga “memaksa” udara keluar melalui pita suara yang tertutup dan menimbulkan suara cegukan. 

Selain itu, menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Bioessay pada tahun 2012, refleks cegukan ditujukan untuk mengeluarkan udara berlebih dari lambung. 

Anda tidak perlu khawatir. Cegukan pada bayi merupakan hal yang normal dan tidak berbahaya. Umumnya cegukan hanya berlangsung selama beberapa menit.

Lalu, bagaimana jika bayi sering mengalami cegukan? Untuk mengetahui penyebab cegukan pada bayi, mari simak penjelasan lengkap di bawah ini. 

1 dari 7 halaman

1. Makan Terlalu Banyak

Makan terlalu banyak menjadi salah satu alasan kenapa bayi sering cegukan. Jika lambung meregang terlalu cepat atau makan terlalu kenyang, maka dapat membuat otot diafragma mengalami spasme atau kekakuan. 

Ketika sedang menyusui bayi Anda, cobalah untuk menyusui secara perlahan, berhenti, lalu sendawakan bayi Anda sebelum berganti ke payudara sebelahnya. 

Atau jika bayi Anda minum dengan botol, sendawakan bayi Anda ketika ia sudah minum setengahnya, barulah lanjutkan minumnya beberapa menit kemudian.

Artikel lainnya: Bisa Dicoba Bun, ini Cara Menghentikan Cegukan pada Bayi

2 dari 7 halaman

2. Menelan Udara Terlalu Banyak

Jika bayi menelan terlalu banyak udara sewaktu makan atau minum, hal ini juga akan meregangkan perut dan menyebabkan cegukan pada bayi. 

Ketika Anda sedang menyusui, pastikan bibir bayi Anda membuka lebar dan "mengunci" keseluruhan puting Anda. 

Sedangkan jika bayi menyusu dengan botol, angkat botol hingga 45 derajat sehingga udara akan naik ke bagian bawah botol. 

Selain itu, pastikan anak diposisikan duduk di pangkuan Anda (sekitar 30-45 derajat) ketika diberi makan, sehingga dapat mencegah udara berada di dalam lambung.

3 dari 7 halaman

3. Makan Terlalu Cepat

Makan terlalu cepat merupakan salah satu penyebab bayi sering cegukan. 

Karena itu, jika cegukan pada bayi terjadi saat sedang makan, berhenti menyuapinya sejenak dan biarkan ia sendawa. Bisa jadi Anda menyuapinya terlalu cepat. 

Sendawa dapat membantu menghilangkan kelebihan gas yang mungkin menjadi penyebab cegukan. Untuk menyendawakan bayi, tempatkan dirinya pada posisi tegak.

4 dari 7 halaman

4. Menyuapi Bayi Saat Sedang Menangis

Sering kali orang tua akan memberikan dot susu ketika anak sedang rewel atau menangis. Padahal, menyuapi bayi atau memberikan susu saat anak menangis bisa membuatnya mengalami cegukan karena banyaknya udara yang masuk. 

Selain cegukan, justru yang lebih berbahaya, bayi dapat berisiko mengalami tersedak! Oleh sebab itu, waspadalah dengan kebiasaan memberikan dot kepada bayi ketika ia sedang menangis.

Artikel lainnya: Cara Membuat Bayi Sendawa Setelah Menyusu

5 dari 7 halaman

5. Perubahan Temperatur

Cegukan pada bayi dapat disebabkan oleh perubahan suhu mendadak pada lambung. Misalnya, ketika Anda memberikan susu dingin, lalu setelah itu langsung memberikan sup hangat. 

Jadi, ingat-ingat lagi apakah Anda pernah atau bahkan sering melakukannya? Jika ya, perubahan temperatur ini bisa menjadi alasan mengapa bayi Anda sering cegukan.  

6 dari 7 halaman

6. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

GERD merupakan kondisi di mana terjadi peningkatan asam lambung ke esofagus atau kerongkongan. Hal ini dapat dialami oleh siapa saja, tidak bergantung dari usia. 

Salah satu gejala GERD adalah cegukan. Jika bayi Anda mengalami GERD, gejalanya tidak hanya cegukan. Bisa disertai dengan batuk, rewel, sering meludah, dan menangis. 

Cegukan pada bayi dapat terjadi berkali-kali dalam sehari, biasanya berlangsung selama sepuluh menit atau bisa juga lebih. 

Namun, jika bayi tidak terlihat rewel atau tidak nyaman, cegukan tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Anda dapat menunggu hingga cegukan hilang dengan sendirinya. 

Apabila tidak hilang dan berlangsung terus-menerus hingga membuat bayi rewel, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis anak. 

Jika Anda memiliki pertanyaan lain seputar kesehatan bayi dan anak-anak, gunakan fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi dengan dokter.

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar