Sukses

Bayi Sering Cegukan, Berbahaya atau Tidak?

Apakah benar bahwa bayi sering cegukan adalah tanda dari adanya kondisi medis tertentu?

Klikdokter.com, Jakarta Bayi sering cegukan adalah salah satu kasus yang bisa bikin orang tua khawatir bukan kepalang. Pasalnya, bayi yang sering mengalami cegukan dihubungkan dengan adanya penyakit atau kondisi medis tertentu.

Perlu diketahui, cegukan adalah refleks dari otot-otot diafragma (pemisah rongga dada dan perut) yang berkontraksi akibat adanya iritasi atau adanya stimulasi. Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, cegukan itu sendiri merupakan hal yang wajar terjadi dan umumnya bukan suatu indikasi dari penyakit berbahaya. 

Cegukan pada bayi dapat muncul pada saat ia terlalu banyak makan atau menyusu. Bayi juga bisa mengalami cegukan karena udara yang masuk saat mengunyah atau merasa tegang. Bahkan pada bulan pertama kehidupan, bayi akan cegukan dengan interval rutin, terutama setelah diberikan ASI.

“Cegukan pada bayi masih dapat dianggap wajar selama bayi masih tetap aktif, tersenyum, dan tidak ada gangguan makan ataupun minum,” tutur dr. Theresia. 

Ketika bayi cegukan, lanjut dr. Theresia, orang tua dapat memberikan ASI untuk mengatasi keluhan. Pengisapan konstan dan proses menelan akan membantu otot diafragma lebih relaks, sehingga cegukan bisa berhenti. Jadi, walau bisa memicu cegukan, minum ASI pun bisa menjadi “penawarnya”. 

Perlukah orang tua khawatir?

Bayi sering cegukan dapat mengindikasikan adanya penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) yang merupakan penyakit saluran cerna bagian atas akibat naiknya asam lambung. Kondisi ini bisa ditandai dengan frekuensi cegukan yang benar-benar sering dan lama berhenti, rewel, serta sulit tidur.

Apabila si Kecil mengalami cegukan dengan ciri-ciri tersebut, jangan tunda untuk segera membawanya berobat ke dokter. Hal ini dilakukan agar si Kecil bisa segera mendapatkan penanganan yang paling tepat untuk mengatasi penyebab utama sering cegukan.

Setelah mendapat penanganan dari dokter, hal lain yang perlu diperhatikan terkait cegukan pada bayi adalah:

  • Berikan ASI lebih sering, namun sedikit-sedikit 

“Makan” terlalu banyak adalah salah satu penyebab sering cegukan pada bayi. Jika lambung meregang terlalu cepat atau si Kecil minum ASI terlalu banyak, otot diafragma dapat mengalami spasme atau kekakuan.

Sebagai solusinya, jangan menyusui si Kecil sekaligus banyak dalam satu waktu. Lebih baik susui secara perlahan dan sedikit demi sedikit

  • Usahakan agar bayi beserdawa

Untuk membantu beserdawa, tempatkan bayi pada posisi tegak. Jika minum dari botol, luangkan waktu sejenak untuk serdawa setiap dua atau tiga menit selama makan. Jika bayi menerima ASI langsung dari payudara, biarkan ia beserdawa setiap berganti posisi payudara.

  • Atur posisi menyusui

Saat menyusu langsung dari payudara, pastikan bibir bayi “mengunci” keseluruhan puting. Jika bayi menyusu dengan botol, pastikan Anda mengangkat botol hingga membentuk sudut 45 derajat sehingga udara akan naik ke bagian bawah botol.

Selain itu, Anda juga bisa memosisikan si Kecil duduk di pangkuan sekitar 30–45 derajat saat diberi makan agar udara tidak terjebak di dalam lambung. Setelah selesai makan atau minum, biarkan si Kecil duduk setidaknya 20 menit agar udara dapat naik ke bagian atas lambung sehingga tekanan diafragma bisa terlepas. 

Pada umumnya, bayi sering cegukan bukanlah hal yang mesti dikhawatirkan secara berlebihan. Meski demikian, orang tua tetap perlu memperhatikan cegukan pada bayi secara keseluruhan. Jika kemunculannya tidak kunjung hilang atau disertai gejala lain, jangan sungkan untuk segera membawanya ke dokter.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar