Sukses

4 Perawatan Intensif Lansia di Rumah Sakit, seperti BJ Habibie

Apa saja jenis perawatan intensif yang dibutuhkan di rumah sakit bagi lansia seperti yang dijalani BJ Habibie? Simak selengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Presiden RI ke-3 BJ Habibie saat ini tengah dirawat secara intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Meski masih belum dikonfimasi apa penyebab gangguan kesehatan yang dialami, namun Anda perlu tahu mengenai perawatan intensif bagi lansia saat di rumah sakit. 

Untuk menunjang pemulihan seorang pasien, perawatan di unit rawat intensif terkadang memang diperlukan. Saat seorang pasien menghadapi kondisi yang mengancam nyawa atau pada pasien yang menjalani masa pemulihan dari prosedur bedah yang rumit, maka diperlukan akses tim medis yang penuh perhatian dan berpengalaman.

Jenis perawatan intensif di rumah sakit

Pusat perawatan intensif biasanya didedikasikan untuk pasien yang membutuhkan layanan jantung, trauma, dan pembedahan yang rumit. Terdapat beberapa layanan yang diberikan saat seorang dirawat di unit rawat intensif. Apa saja perawatan yang diberikan pada pasien yang dirawat di unit rawat intensif ini?

  1. Pemberian bantuan oksigen 

Pasien dengan gangguan pernapasan dan jantung biasanya membutuhkan tambahan oksigen yang dapat diberikan dalam berbagai bentuk, dari yang paling ringan sampai bantuan oksigen invasif seperti ventilator.  

Bantuan oksigen yang paling umum adalah berupa pemasangan nasal cannula, yaitu berupa selang yang ditempelkan pada lubang hidung dan dialiri oksigen dalam jumlah tertentu. Namun pada kondisi yang berat, misalkan sesak napas berat akibat infeksi, pemberian alat bantu napas invasif diperlukan. 

Salah satu yang membedakan unit rawat intensif dengan perawatan biasa adalah tersedianya alat bantu napas invasif berupa ventilator. Ventilator adalah alat bantu napas dengan selang yang dimasukkan ke dalam saluran pernapasan pasien (trakea), kemudian mesin akan membantu mendorong oksigen ke dalam paru-paru.

  1. Pemantauan tanda vital terus-menerus 

Pasien yang mendapatkan perawatan intensif akan dipantau selama 24 jam. Umumnya, perawatan pasien akan dilengkapi monitor untuk memastikan kondisinya tetap terpantau. Monitor tersebut akan memberikan data tanda vital yang penting berupa tekanan darah, nadi, dan saturasi oksigen. 

Saturasi oksigen merupakan tanda yang digunakan untuk menilai apakah seorang memiliki kadar oksigen yang cukup di dalam darahnya. Pemantauan tanda vital penting dilakukan bagi seorang yang sedang menderita penyakit kritis, misalkan penyakit jantung, infeksi berat, pascaoperasi, dan luka bakar.

Umumnya, kebanyakan peralatan medis beroperasi tanpa henti selama pasien berada di unit perawatan intensif. Alat-alat tersebut juga akan mengeluarkan suara nyaring jika kondisi pasien mengalami perubahan atau perburukan. Dengan begitu, tim medis bisa segera memeriksa keadaan pasien dan mengambil tindakan sesuai prosedur.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Catatan pemantauan tanda vital yang terperinci

Pasien yang menjalani perawatan intensif akan memiliki catatan khusus berupa jenis obat, jumlah cairan yang masuk dan keluar, termasuk pencatatan tanda vital tiap jam. 

Pencatatan yang terperinci ini diperlukan untuk memberikan informasi yang lengkap terkait kondisi pasien setiap saat. Pencatatan ini yang akan menjadi bahan evaluasi tim dokter dalam menilai kondisi pasien setiap harinya.

  1. Tim dokter dan perawat berdedikasi khusus

Perawatan kamar intensif merupakan kamar yang memiliki fasilitas khusus berupa tenaga perawat terlatih, peralatan khusus, dan dokter yang berjaga penuh waktu. 

Biasanya, pasien yang sedang menerima perawatan intensif akan dirawat secara khusus oleh tim dokter yang melakukan pemantauan secara ketat. Selain itu, perawat khusus juga akan dilibatkan. Setiap pasien akan mendapatkan bantuan dari perawat yang akan memperhatikan kondisinya setiap saat, membantu untuk membersihkan pasien, serta memasukkan obat yang diperlukan.

Perawatan intensif merupakan unit khusus dengan bantuan tenaga kesehatan terlatih dan berbagai peralatan kesehatan yang canggih. Dengan perawatan tersebut, diharapkan kondisi pasien akan terus terpantau sehingga perbaikan yang optimal dapat dicapai.

Begitulah jenis perawatan intensif di rumah sakit bagi lansia seperti yang dijalani oleh BJ Habibie. Mari berharap semoga kondisi beliau lekas membaik, sehingga bisa kembali berkiprah dan berkontribusi lewat gagasan-gagasan gemilangnya untuk bangsa ini.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar