Sukses

BJ Habibie Dirawat Intensif, Kenali 7 Penyakit pada Lansia

BJ Habibie dirawat intensif di rumah sakit. Terkait itu, kenali beberapa penyakit yang sering terjadi pada lansia seperti Habibie.

Klikdokter.com, Jakarta Presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie – atau BJ Habibie – dirawat rumah sakit. Mantan Menteri Riset dan Teknologi era Orde Baru ini dirawat intensif oleh Tim Dokter Kepresidenan (TDK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Saat ini, Habibie telah berusia 83 tahun, jadi sudah bisa dikategorikan sebagai lansia. Terkait itu, mari kenali beberapa penyakit yang biasa menyerang lansia lewat artikel ini.

Kabar tentang dirawatnya Habibie di RSPAD Gatot Subroto datang dari sekretaris pribadinya, Rubijanto. Lebih lanjut lagi, ia juga mengabarkan bahwa TDK belum mengizinkan orang lain untuk menemui Habibie. Penyebab dirawatnya Habibie pun belum diumumkan secara resmi.

"Dengan hormat, bersama ini kami konfirmasikan bahwa Bapak BJ Habibie saat ini sedang menjalani perawatan yang intensif oleh Tim Dokter Kepresidenan (TDK) di RSPAD Gatot Soebroto," kata Rubijanto dalam keterangan tertulis, Minggu (8/9), seperti dikutip dari Kompas.com.

"Kami atas nama keluarga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan doa dari semua pihak, memohon kehadirat Allah SWT agar beliau segera diberikan kesembuhan dan kesehatan agar dapat beraktivitas kembali," katanya.

Beragam penyakit yang sering menyerang lansia

Habibie diketahui sudah bolak-balik menjalani perawatan di rumah sakit karena berbagai masalah kesehatan yang dideritanya. Wajar saja, mengingat presiden pertama setelah reformasi itu sudah berusia 83 tahun. 

Pada tahun 2018, Habibie juga pernah dirawat di Munchen akibat adanya masalah pada klep jantung. Dengan usia yang sudah tergolong lansia tersebut, maka akan ada banyak penyakit yang mulai rentan menyerang Habibie. 

Lalu, penyakit apa saja itu? Berikut ini adalah deretan penyakit yang sering menyerang lansia:

  1. Masalah kesehatan kronis

Penyakit jantung, stroke, kanker, dan diabetes merupakan beberapa masalah kesehatan yang paling sering menyerang lansia. Penyakit-penyakit ini sering disebut sebagai penyakit kronis yang dapat menyebabkan kematian, bahkan masih menjadi penyebab kematian tertinggi di berbagai negara.

"Untuk mencegahnya, pria lansia wajib menjaga pola makan, berolahraga, dan tidak merokok. Jangan lupa juga untuk memeriksakan kesehatan secara rutin," ujar dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter.

  1. Masalah berkemih dan buang air besar

Lansia juga sering mengalami beser atau sulit menahan buang air kecil, sehingga terkadang mengompol. Selain itu, mereka juga kerap mengalami kesulitan buang air besar (sembelit). Hal ini dapat mengganggu kualitas hidup lansia, sehingga perlu dikonsultasikan kepada dokter.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Malnutrisi

Malnutrisi cukup sering terjadi pada lansia. Malnutrisi pada lansia dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti kemiskinan, kurangnya nafsu makan, depresi, pembatasan jumlah makan, atau karena demensia (lupa makan). 

"Malnutrisi dapat menyebabkan turunnya daya tahan tubuh serta kelemahan otot. Itulah mengapa asupan makanan juga penting diperhatikan oleh lansia," kata dr. Reza.

  1. Gangguan sensorik

Gangguan sensorik, seperti gangguan penglihatan dan pendengaran, kerap dialami oleh lansia. Gangguan penglihatan dan pendengaran juga dapat mengganggu kualitas hidup pria lansia, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. 

  1. Masalah kesehatan mulut

"Masalah kesehatan mulut juga merupakan salah satu masalah yang kerap dialami oleh lansia. Sekitar 25 persen lansia memiliki masalah kesehatan mulut seperti hilangnya gigi, karang gigi, gigi bolong, dan masalah kesehatan gusi yang menyebabkan lansia sulit mengunyah makanan dengan baik. Masalah kesehatan mulut ini juga tidak boleh dianggap sepele," ungkap dr. Reza.

  1. Katarak

Ini juga menjadi salah satu masalah kesehatan tersering yang dialami lansia. Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, katarak adalah keruhnya lensa mata yang menyebabkan pandangan menjadi buram. 

"Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya katarak, antara lain adalah usia, trauma atau kecelakaan, paparan cahaya matahari, penyakit metabolik seperti diabetes mellitus, penggunaan obat-obatan jangka panjang seperti kortikosteroid, dan adanya faktor keturunan. Sampai saat ini, tata laksana mengobati katarak adalah dengan operasi penggantian lensa mata," kata dr. Devia.

  1. Osteoporosis

Penyakit degeneratif yang sering dialami oleh lansia adalah osteoporosis. Osteoporosis sendiri adalah penyakit tulang yang disebabkan menurunnya kepadatan tulang. 

"Osteoporosis pada lansia umumnya terjadi karena kurangnya kalsium dalam tubuh, serta berkaitan dengan ketidakseimbangan proses penghancuran matriks tulang dan pembentukan sel tulang yang baru," ungkap dr. Devia.

Itulah deretan penyakit atau masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia. Kondisi terkini yang membuat BJ Habibie harus dirawat secara intensif di rumah sakit memang belum dikonfirmasi. Namun demikian, menjaga kesehatan lansia perlu dilakukan setiap saat. Salah satu hal yang bisa dilakukan lansia – dengan pendampiangan anggota keluarga – adalah rutin memeriksakan kondisi lansia ke dokter.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar