Sukses

Kenali Tanda-tanda Speech Delay pada Anak

Kenali tanda speech delay pada anak sedini mungkin agar ia mendapat terapi yang tepat demi mencegah perburukan.

Klikdokter.com, Jakarta Orang tua perlu mengenali tanda-tanda speech delay atau keterlambatan bicara pada anak sedini mungkin. Jika cepat terdeteksi, ini akan membantu anak mendapatkan terapi yang tepat sehingga bisa mencegah perburukan.

Kemampuan bicara adalah salah satu jenis perkembangan anak yang harus dipantau pencapaiannya. Kemampuan bicara anak pun berbeda-beda berdasarkan usianya. Karenanya, penting untuk rutin memeriksa tumbuh kembang anak ke dokter. Sehingga, bisa diketahui jika ada keterlambatan bicara pada anak.

Bukan hanya berat badan dan tinggi badan yang harus dipantau rutin, pada usia tertentu anak harus memiliki pencapaian dalam perkembangannya.

Perkembangan yang harus selalu dipantau orang tua antara lain:

  • Kemampuan bahasa atau bicara.
  • Kemampuan gerak atau motorik.
  • Kemampuan sosial dan emosional.
  • Kemampuan berpikir.

Apa yang dimaksud dengan speech delay?

Kadang sulit untuk membedakan anak sedang mengalami gangguan dalam berbicara atau berbahasa. Keduanya sering dianggap sama, padahal sebetulnya berbeda.

Perbedaannya antara lain:

  • Gangguan bicara

Gejala khas anak yang memiliki gangguan bicara adalah gagap atau kesulitan dalam mengucapkan kata secara langsung atau spontan.

  • Gangguan bahasa

Anak yang mengalami gangguan bahasa bisa mengalami kesulitan dalam mengekspresikan dirinya maupun memahami orang lain.

Penyebab speech delay pada anak ada beberapa macam, yaitu:

  • Gangguan anatomis: seperti terdapat kelainan bentuk mulut maupun rongga mulut.
  • Gangguan pendengaran: akibatnya anak tidak dapat mendengar dengan baik dan belajar bagaimana seharusnya bicara.
  • Gangguan belajar: anak kesulitan mempelajari sesuatu, dalam hal ini termasuk kesulitan dalam belajar bagaimana harus berbicara.
  • Gangguan perkembangan: jika terdapat penyakit lain yang mendasari seperti cerebral palsy atau autisme. Kedua kondisi tersebut bisa menyulitkan anak dalam belajar berbicara.

Jika anak mengalami speech delay jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya, sangat penting untuk menyingkirkan berbagai faktor yang disebutkan di atas sebelum melakukan terapi wicara pada anak.

1 dari 2 halaman

Tanda-tanda speech delay pada anak

Untuk dapat mengenali tanda keterlambatan bicara pada anak, pertama-tama orang tua harus tahu perkembangan normal anak. Sehingga, ketika anak belum mencapai kemampuan tertentu sesuai usianya, seperti dalam berbicara, orang tua perlu waspada akan keterlambatan.

Tanda-tanda speech delay pada anak antara lain:

  • Belum bisa berceloteh pada usia 15 bulan.
  • Belum dapat bicara pada usia 2 tahun.
  • Tidak dapat berbicara dalam kalimat pendek pada usia 3 tahun.
  • Kesulitan dalam memahami arahan orang lain.
  • Pengucapan dan artikulasi yang buruk ketika bicara.
  • Kesulitan dalam membentuk kalimat.
  • Hanya dapat mengucapkan banyak kata tanpa membentuk kalimat dengan arti yang dapat dimengerti.

Apabila anak menunjukkan tanda-tanda di atas, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter spesialis anak. Ini penting supaya anak bisa memperoleh terapi yang tepat.

Upaya untuk merangsang kemampuan bicara anak

Untuk mendukung terapi wicara yang anak peroleh, Anda juga perlu membantu menstimulasi kemampuan bicara anak. Anda disarankan untuk lebih sering berinteraksi dengan anak, guna meningkatkan stimulus yang dapat membantu merangsang kemampuan bicaranya.

Lakukan langkah-langkah ini:

  • Berbicara dengan anak sepanjang hari

Sesering mungkin memberikan paparan kosakata anak dengan mengucapkan nama benda sambil menunjuknya ketika di mana pun. Selain itu, rajin-rajinlah bertanya pada anak dan berikan tanggapan yang mendukung ketika anak memberikan jawaban.

  • Siap sedia ketika anak membutuhkan

Salah satu faktor yang dapat memicu keterlambatan bicara adalah karena anak tidak punya cukup rasa percaya diri dan tak nyaman dengan lingkungannya.

Jika ia mengetahui orang tuanya selalu ada, anak akan merasa lebih nyaman dan berani untuk melatih kemampuan bicaranya.

  • Berikan terapi jika anak mengalami infeksi telinga

Pendengaran anak memengaruhi kemampuan ia belajar berbicara. Jika anak kesulitan mendengar, ia akan kehilangan sumber pembelajaran dan tak tahu bagaimana seharusnya berbicara.

Oleh karena itu, jika anak mengalami infeksi di telinga, sebaiknya diterapi dengan baik sebelum terjadi gangguan pendengaran yang makin parah.

Masa depan anak bergantung pada kepekaan orang tua akan tumbuh kembang si Kecil. Jika anak mengalami keterlambatan, misalnya dalam berbicara atau speech delay, orang tua perlu mengenali tanda-tandanya. Jika dideteksi sedini mungkin, anak bisa mendapatkan terapi yang tepat untuk mencegah gangguan perkembangan pada anak lebih lanjut.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar