Sukses

4 Olahraga yang Cocok untuk Kondisi Obesitas

Orang dengan kondisi obesitas perlu mengenali olahraga yang cocok agar tidak salah pilih dan malah merugikan kesehatannya sendiri.

Klikdokter.com, Jakarta Orang yang mengalami kondisi obesitas dan terbiasa dengan gaya hidup sedenter, biasanya agak sulit untuk mulai rutin berolahraga. Namun menyambut Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada 9 September aktivitas fisik untuk kondisi obesitas harus mulai rutin dilakukan.

Memang Anda tidak perlu langsung melakukannya dalam intensitas tinggi. Pertama-tama, kenali dulu olahraga yang cocok dan cara memulainya. Pasalnya, untuk pemilik berat badan berlebih, beberapa jenis olahraga bisa menyakitkan atau menyebabkan ketidaknyamanan fisik.

Seseorang dikatakan obesitas jika indeks massa tubuhnya (IMT) mencapai angka 25. Untuk menghitungnya, berat badan (BB, dalam kg) dibagi dengan tinggi badan (TB, dalam m) m pangkat dua. Misalkan berat badan 50 kg dan tinggi badan 158, maka IMT adalah: 50 : (1,58 x 1,58) = 20.

IMT yang normal untuk wanita adalah antara 17-23, sedangkan untuk pria antara 18-25. Jika IMT di atas 30, itu merupakan kondisi obesitas. Tubuh jadi rentan mengalami banyak gangguan kesehatan, misalnya penyakit jantung, diabetes, hipertensi, kanker, radang sendi, dan masih banyak lagi. Supaya terhindar dari ancaman penyakit tersebut, perlu sesegera mungkin menerapkan pola hidup sehat, yang salah satunya adalah olahraga rutin.

Olahraga yang cocok untuk penderita obesitas

Olahraga memang baik untuk setiap orang tak peduli berapa berat badannya. Meski demikian, ada beberapa olahraga yang sebaiknya dihindari orang-orang dengan obesitas.

Menurut dr. Karin Wiradarma, M.Gizi, dari KlikDokter,olahraga seperti angkat beban atau latihan kekuatan sebaiknya dihindari dulu. Pasalnya, jenis olahraga tersebut tak akan mengurangi jumlah lemak yang tertimbun dalam tubuh, melainkan lemak diubah langsung menjadi otot. Sehingga, bentuk badan bisa tak menyusut.

Lantas, olahraga seperti apa yang paling baik untuk penderita obesitas?

  • Jalan kaki

Paling mudah adalah memulai dengan berjalan kaki. Aktivitas fisik low-impact ini bisa dilakukan di mana saja. Untuk penderita obesitas morbid, mungkin berjalan bisa sulit, tetapi bisa dilakukan dengan pendamping. Bahkan berjalan lambat pun tetap bisa membakar kalori pada orang-orang yang kelebihan berat badan, karena pengerahan energi yang lebih besar untuk menggerakkan tubuh.

  • Lari

Kata dr. Karin, lari merupakan olahraga yang paling baik untuk mereka dengan berat badan berlebih.

“Untuk membakar lemak, setidaknya mereka yang obesitas harus melakukan olahraga kardio, seperti lari, setidaknya 30 menit dalam sehari,” kata dr. Karin.

“Lari adalah aktivitas fisik untuk membuat tubuh lebih sehat. Lari juga terbukti dapat membantu mengurangi risiko terhadap beberapa penyakit, meningkatkan kualitas kesehatan, serta menurunkan kadar lemak yang ada di dalam tubuh,” tambahnya.

Meski disarankan, tetapi jangan sampai lari berlebihan, apalagi yang sudah bertahun-tahun tidak pernah lari. Kalau merasa tak sanggup, selingi lari dengan jalan santai.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  • Bersepeda

Selain lari, opsi olahraga yang cocok lainnya adalah bersepeda. Bersepeda juga merupakan jenis olahraga kardio yang tidak membentuk otot tubuh, tetapi mampu merampingkan tubuh sekaligus membebtuk pantat, paha, dan pinggang.

  • Berenang

“Sama dengan lari, ketika Anda berenang, semua bagian tubuh akan bergerak. Mulai dari kaki hingga kepala akan digunakan sebagai ‘media’ untuk olahraga. Jika dilakukan dengan benar, kalori yang terbakar pun bisa lebih banyak ketimbang Anda berlari,” ujar dr. Karin.

Selain membakar lemak dalam tubuh, berenang juga sering direkomendasikan kepada penderita asma untuk menjaga fungsi paru-parunya. Sejumlah penelitian mengungkapkan, gejala asma dapat berkurang pada penderita asma yang rutin berenang.

“Posisi tubuh yang mendatar saat berenang memiliki efek positif terhadap saluran pernapasan penderita asma. Dibandingkan dengan olahraga lain, posisi tubuh ini akan membuat saluran pernapasan lebih relaks dan membuat penderita asma jadi lebih bebas bergerak dan bernapas,” tambahnya.

Cara untuk mulai olahraga rutin

Sebelum melakukan program olahraga apa pun, pastikan tubuh sehat dan mampu beraktivitas fisik. Konsultasikan dulu dengan dokter mengenai batas atau modifikasi sesuai kondisi tubuh, apalagi jika terdapat kondisi medis tertentu.

Selanjutnya, yang Anda butuhkan adalah:

  • Lengkapi diri dengan peralatan dan perlengkapan yang bisa menunjang olahraga, seperti sepatu yang tepat  dan pakaian olahraga yang nyaman dan dapat menyerap keringat dengan baik.
  • Menyadari bahwa gaya hidup sehat butuh kemauan, kemampuan, dan dan disiplin dalam menjadikannya sebagai kebiasaan.
  • Fokus pada apa yang bisa dilakukan hari ini dan apa yang bisa lakukan. Jangan fokus pada hal-hal yang belum bisa Anda lakukan. Seiring kebugaran tubuh meningkat, pilihan-pilihan baru jenis olahraga yang bisa dilakukan pun makin beragam.
  • Kelilingi diri dengan orang-orang terdekat yang bersedia memberikan dukungan. Olahraga akan lebih menyenangkan jika dilakukan bersama.
  • Terus pantau aktivitas fisik untuk membangun kebiasaan positif.

Itulah jenis olahraga yang cocok untuk Anda yang mengalami obesitas. Dikombinasikan diet sehat, istirahat cukup, mampu kelola stres dengan baik, menuruti segala anjuran dokter, serta terus bersikap positif, Anda bisa mendapatkan berat badan ideal. Dan akhirnya Anda pun bisa mewujudkan hidup yang lebih sehat.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar