Sukses

Kiat Mencegah Dehidrasi pada Anak

Dehidrasi juga bisa mengincar anak Anda. Lakukan beberapa tips berikut untuk mencegah dehidrasi pada anak.

Klikdokter.com, Jakarta Dehidrasi tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa. Anak juga bisa mengalami kondisi yang sama. Jika pada kondisi ini anak tidak mendapatkan pasokan cairan dalam jumlah cukup, risiko kehilangan lebih banyak cairan tubuh sangatlah tinggi.

"Demam, diare, berada di cuaca yang panas, atau intensitas aktivitas yang tinggi dapat menjadi penyebab dehidrasi pada anak. Jika dibiarkan, maka dapat berujung pada dehidrasi," ujar dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Gejala dehidrasi pada anak

Dehidrasi sangat berbahaya, apalagi bila terjadi pada anak. Karenanya, orang tua harus memberikan si Kecil air minum sebelum merasa kehausan. Sebab, rasa haus itu sendiri adalah tanda awal dari dehidrasi.

Selain rasa haus, dehidrasi pada anak juga umumnya menimbulkan tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Nyeri kepala
  • Mulut terasa kering dan bibir pecah-pecah
  • Mudah lelah
  • Urine berwarna pekat
  • Frekuensi buang air kecil (BAK) berkurang
  • BAK sedikit atau tidak ada urine sama sekali selama 8 jam
  • Kulit teraba dingin dan kering
  • Anak terlihat lesu dan mengantuk
  • Napas dan nadi menjadi cepat.

Jika kemunculan gejala-gejala di atas tidak segera diatasi, risiko anak untuk mengalami kondisi yang lebih buruk lagi mungkin tidak bisa dihindari. Ditegaskan dr. Nadia, dehidrasi bisa terjadi secara perlahan atau mendadak. Khusus anak yang sedang mengalami diare, orang tua harus memantau secara berkala agar tidak mengalami gejala dehidrasi yang berat dan mengancam nyawa. 

Mencegah dehidrasi pada anak

Tak seperti orang dewasa, anak belum memiliki kesadaran untuk memenuhi kebutuhan cairan secara mandiri. Oleh sebab itu, dalam hal ini orang tua dituntut untuk berperan aktif. Misalnya, untuk anak yang sudah memasuki usia sekolah, Anda bisa membawakan botol minum berisi air putih dengan ukuran agak besar. 

"Intinya adalah banyak minum. Anak-anak itu harus dikontrol minumnya oleh orang tua. Ini sangat vital, karena banyak minum cara paling mudah dan aman untuk terhindar dari masalah dehidrasi atua kekurangan cairan," ujar dr. M. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter.

"Jika anak susah minum, orang tua bisa memberinya air minum sedikit demi sedikit dengan frekuensi lebih sering. Jadi, tidak diberikan sekaligus banyak, agar anak tidak kembung dan malah tidak mau minum lagi," tambahnya..

Selain minum air putih, mencegah dehidrasi pada anak juga bisa dilakukan dengan memberikan si Kecil asupan yang mengandung banyak cairan, seperti buah-buahan. 

Supaya si Kecil benar-benar terhindar dari dehidrasi, berikut beberapa hal lain yang juga perlu diperhatikan oleh orang tua:

  • Pastikan anak minum sebelum berangkat sekolah, sebelum dan selama waktu bermain.
  • Tawarkan minuman secara teratur, terutama ketika cuaca sedang panas.
  • Sayuran, yoghurt, susu, dan sup bisa dijadikan alternatif untuk memenuhi kebutuhan cairan si Kecil.
  • Saat sedang keluar rumah, pastikan si Kecil selalu membawa botol minuman berisi air putih.
  • Biarkan anak Anda memilih cangkir atau botol air mereka sendiri. Biarkan pula mereka untuk mengisinya sendiri.
  • Tambahkan es, irisan lemon atau mentimun (infused water) untuk memuaskan dahaga si Kecil.

Jangan anggap sepele dehidrasi pada anak. Selain dapat mengganggu proses tumbuh kembang, kondisi ini juga bisa mengancam keselamatan si Kecil jika dibiarkan terjadi tanpa penangangan. Anda tak ingin si Kecil mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan gara-gara kurang cairan, bukan?

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar