Sukses

Suami Ikut Hamil Saat Istri Sedang Mengandung, Benarkah?

Beberapa kasus menunjukkan bahwa seorang suami ikut hamil saat istri sedang mengandung. Lantas, benarkah hal itu atau sekadar mitos saja?

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda memperhatikan bahwa dalam beberapa kasus, sang suami ikut hamil saat istri sedang mengandung? Hamil di sini bukan dalam arti harfiah, tapi si suami ikut merasakan sindrom-sindrom yang umumnya terjadi pada seorang wanita hamil, seolah-olah mereka sedang mengandung. 

Mual-mual, sulit makan, lesu, berat badan naik, suasana hati yang cepat berubah, mudah lelah, dan cepat lupa adalah beberapa kondisi yang umum dirasakan oleh seorang ibu hamil, khususnya di trimester pertama. Nah, suami dari wanita yang sedang mengandung juga dapat merasakan sindrom tersebut. Bahkan, mereka mengalaminya dalam kondisi yang lebih parah. 

Nyata, bukan dramatisasi

Sebagian orang menganggap hal ini hanyalah gangguan psikologis ringan yang membuat seorang suami menjadi terlalu mendramatisasi keadaan. Orang beranggapan sang suami terlalu berempati dengan kondisi yang dilalui istrinya hingga membuat kondisinya seperti itu. Apalagi jika dibandingkan dengan rasa sakit secara fisik dan terus-menerus yang dirasakan dari kehamilan sebenarnya. 

Namun ternyata, kondisi itu bernar ada. Kondisi sang suami “hamil” itu dalam dunia medis disebut sindrom Couvade atau dikenal dengan simpati kehamilan. Suatu kondisi yang dianggap misterius ini ternyata cukup banyak terjadi di tengah masyarakat yang sudah berkeluarga. 

Suami yang terserang sindrom Couvade ini akan benar-benar merasakan gejala-gejala yang terasa nyata di bagian perut seperti wanita, seolah-olah mereka yang sedang hamil.

Penelitian di beberapa negara menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan, karena ternyata suami yang terserang sindrom ini jumlahnya cukup banyak. Di Amerika Serikat misalnya, ditemukan hingga 52% suami yang merasakan sindrom Couvade, sedangkan di Yordania didapati sekitar 59,1%, dan sebesar 61% di negara Thailand. Bahkan di Polandia tercatat 72% suami akan mengalami paling tidak salah satu dari gejala kehamilan yang dirasakan oleh sang istri.

Apa penyebab sindrom Couvade?

Tak banyak peneliti yang mengkaji fenomena sindrom Couvade karena sebagian besar orang masih menganggap hal ini adalah gangguan psikologis biasa. Namun begitu, penelitian terbaru menunjukkan sindrom Couvade terpicu oleh tingginya rasa empati terhadap pasangan dan dalamnya keterlibatan pasangan dalam membantu mempersiapkan kehamilan secara fisik hingga mental.

Seorang psikolog dari University of Michigan telah mempelajari perubahan hormonal ini pada calon ayah. Menurut dia, kemungkinan kondisi ini disebabkan oleh menurunnya kadar testosteron pada sang suami akibat meningkatnya berat badan dan depresi.

Hal ini salah satunya dapat dipicu oleh stres berlebihan memikirkan kondisi pasangan dan mempersiapkan persalinan. Ya, stres berlebih lama-kelamaan akan membuat sang suami turut mengalami perasaan tidak enak seperti ibu hamil.

Dengan demikian, suami ikut hamil saat istri sedang mengandung memang ada dan cukup banyak dialami. Namun begitu, karena hal ini di antaranya dipicu oleh stres dan depresi, para calon ayah sebaiknya tetap tenang dan menjaga emosi saat istri sedang hamil. Di sisi lain, istri juga berperan jika suami sudah menunjukkan tanda empati yang berlebihan, cemas, dan stres. Hubungan saling mendukung dan memberikan ketenangan ini penting untuk menjaga kestabilan kesehatan dan kejiwaan agar lebih siap menyambut kedatangan buah hati.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar