Sukses

Ptosis pada Kelopak Mata Bolehkah Dioperasi?

Ptosis bisa diatasi dengan tindakan operasi, namun tidak semua kasus ini boleh dioperasi. Berikut penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Tidak semua kasus ptosis boleh dioperasi karena penanganannya sangat dipengaruhi oleh penyebab utama yang mendasarinya. Ptosis merupakan suatu kondisi di mana kelopak mata bagian atas turun dan pada kondisi berat dapat menimbulkan gangguan penglihatan karena menutupi pupil.

Oleh karena itu, penderita ptosis sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata, sehingga dapat memperoleh terapi yang tepat. 

Penyebab ptosis yang perlu Anda tahu

Ptosis tidak selalu menimbulkan keluhan. Kondisi di mana terjadinya penurunan kelopak mata dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu ringan ketika terdapat penurunan kelopak mata sebesar 1-2 mm, sedang sekitar 3-4 mm dan berat jika lebih dari 4 mm.

Ketika kelopak mata sudah menutupi pupil, maka akan menimbulkan gejala berupa gangguan penglihatan. Terdapat tiga penyebab utama yang dapat menimbulkan ptosis, yaitu:

  • Proses penuaan

Faktor ini adalah yang paling sering menimbulkan ptosis. Ketika mengalami penuaan, kelopak mata menjadi semakin lemah, sehingga dapat menimbulkan turunnya kelopak mata.

  • Kongenital

Pada beberapa anak mengalami ptosis sejak lahir yang menimbulkan kompensasi berupa kebiasaan mengangkat kepala atau alis, sehingga dapat melihat dengan jelas.

  • Riwayat luka pada kelopak mata

Ada riwayat benturan pada kepala, riwayat luka pada mata, serta kondisi lain seperti riwayat penyakit tertentu yang dapat menyebabkan ptosis. Hal tersebut dapat menimbulkan gejala berupa turunnya kelopak mata jika mengganggu fungsi otot pada kelopak mata yang berperan untuk membuka mata atau adanya kerusakan saraf yang mempengaruhi kerja otot tersebut.

Selain turunnya kelopak mata yang dapat menutupi pupil hingga mengganggu fungsi penglihatan, ptosis juga dapat menimbulkan gejala lain seperti mata kering. Pada kondisi ptosis, fungsi kelopak mata tidak bekerja dengan baik, termasuk dalam menjaga kelembapan mata. Tidak jarang juga ptosis menimbulkan gejala berupa mata berair. 

1 dari 2 halaman

Terapi untuk mengatasi ptosis

Terapi ptosis sangat dipengaruhi oleh penyebab utama yang mendasari turunnya kelopak mata. Tidak terbatas pada penyakit mata, penyakit sistemik lain dapat menyebabkan keluhan yang sama.

Jika terdapat kecurigaan ke arah penyakit sistemik seperti myasthenia gravis atau penyakit sistemik lainnya, konsultasi dengan dokter spesialis di bidang lain selain mata sangat disarankan, sehingga dapat dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan untuk memperoleh terapi yang tepat.

Jika kondisi sistemik yang mungkin mendasari keluhan sudah dapat disingkirkan atau ditangani, penanganan lebih lanjut dapat dilakukan.

Dokter spesialis mata yang menangani pada umumnya akan melakukan pertimbangan mengenai hal tersebut, dan salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah operasi.

Pada kondisi tertentu, tindakan operasi pada kasus ptosis tidak disarankan untuk dilakukan, yakni pada kondisi sebagai berikut:

  • Kasus penurunan kelopak mata yang tidak mempengaruhi fungsi penglihatan
  • Kasus ptosis pada anak

Sedangkan pada kasus dewasa, tanpa adanya keterlibatan penyakit sistemik lain, tindakan yang disarankan adalah operasi. 

Tindakan operasi pada ptosis

Ketika penurunan kelopak mata harus diatasi dengan tindakan operasi, hal yang dilakukan oleh dokter spesialis mata adalah membuat penyesuaian pada otot kelopak mata bagian atas.

Pada kasus berat, otot levator yang terdapat di kelopak mata bagian atas perlu diperkuat dengan lebih direkatkan dengan bagian kelopak mata. Ketika mengalami penurunan kelopak mata, sebaiknya lakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis mata, sehingga dapat memperoleh terapi yang tepat.

Penanganan kasus ptosis pada kelopak mata sangat dipengaruhi oleh penyebab utama keluhan tersebut. Namun, tidak semua kasus ptosis boleh dioperasi. Kemungkinan penyakit sistemik yang mendasari harus diatasi terlebih dahulu sebelum tindakan operasi dilakukan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar