Sukses

5 Makanan Terbaik untuk Organ Reproduksi Pria

Masalah kesehatan organ reproduksi pria tidak selalu harus ditanganai secara medis. Ada sejumlah makanan yang bisa jadi solusi untuk itu.

Klikdokter.com, Jakarta Makanan jenis tertentu nyatanya mampu memberi dampak besar untuk menjaga kesehatan organ-organ tubuh. Bila berbicara tentang organ reproduksi pria, ada jenis makanan tertentu yang dapat meningkatkan performa seksual, membantu mengatasi ejakulasi dini, disfungsi ereksi hingga menurunkan risiko kanker prostat di kemudian hari.

Nah, berikut ini adalah beberapa menu makanan sehat yang bisa Anda andalkan untuk meningkatkan kualitas reproduksi.

1. Ikan laut

Ikan laut  berlemak seperti salmon, tuna, sarden dan makarel mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan organ reproduksi pria. Dalam ragam ikan ini terdapat kandungan asam lemak baik omega 3 yang berperan penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah seseorang.

Seperti yang telah diketahui, untuk ereksi, penis membutuhkan pasokan darah yang cukup yang dialirkan lewat pembuluh darah. Untuk itu, kesehatan dinding pembuluh darah menjadi syarat utamanya. Bila sulit menemukan salmon atau tuna, ikan kembung bisa jadi alternatifnya. Ikan kembung termasuk keluarga makarel yang juga kaya akan kandungan omega 3.

2. Kerang

Selain ikan, makanan laut lain yang juga menyimpan manfaat untuk kesehatan organ reproduksi pria adalah kerang. Dalam kerang terkandung zink yang mampu mencukupi kebutuhan pria akan nutrisi yang satu ini.

Bila berbicara tentang kesehatan sperma, hormon testosteron, libido dan juga performa seksual seorang pria, zink adalah salah satu kunci utamanya. Tidak hanya, itu, kekurangan zink juga berpotensi meningkatkan risiko pembesaran dan kanker prostat di kemudian hari.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Bayam

Bayam merupakan ragam sayuran yang tidak hanya baik untuk otot, namun juga sangat bagus untuk menjaga kesehatan organ reproduksi pria. Bayam, brokoli dan ragam jenis sayuran berwarna gelap lainnya merupakan sumber asam folat, zat yang menjadi kunci penting dalam menjaga kelancaran peredaran darah, termasuk untuk menjaga kesehatan penis.

Selain kaya asam folat, bayam juga menjadi salah satu sumber magnesium yang juga menjadi kunci keseimbangan elektrolit dan mampu meningkatkan kadar testosteron, hormon kunci dalam keperkasaan seorang pria.

4. Alpukat

Alpukat dikenal sebagai salah satu superfood di antara beragam jenis buah dan sayuran lainnya. Buah ini memang mengandung begitu banyak nutrisi yang sangat bermanfaat untuk tubuh, tidak terkecuali kesehatan organ reproduksi pria.

Salah satu kandungan baiknya adalah zink yang dapat membantu meningkatkan kadar hormon testosteron pada pria. Selain zink, alpukat juga  mengandung vitamin E yang menjadi kunci dalam menjaga kualitas sperma dan omega 3 guna melindungi dinding pembuluh darah dari kerusakan. Mengagumkan bukan?

5. Cabai

Bagi sebagian besar orang Indonesia, menyantap makanan rasanya kurang lengkap tanpa sambal. Tidak hanya soal kebiasaan, sambal ternyata juga dapat memberi manfaat pada kesehatan organ reproduksi pria. Tidak percaya?

Sebuah studi menunjukkan bahwa pria yang gemar menyantap makanan pedas umumnya memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak suka makan pedas.

Walau sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan peningkatan testosteron, cabai nyatanya mampu mendongkrak libido pria dalam berhubungan seksual. Capsaicin, salah satu kandungan dalam cabailah yang memegang kunci dalam hal ini.

Saat dikonsumsi, capsaicin dalam cabai dapat menstimulasi pelepasan hormon endorfin, yang membuat seorang pria relaks, merasa senang dan tenang. Perasaan yang timbul inilah yang dapat membantu mengatasi masalah terkait hubungan seksual dan membangkitkan libido.

Kelima jenis makanan di atas tampaknya perlu disantap pria secara rutin. Selain berguna untuk menjaga organ reproduksi pria, kelima makanan tersebut juga memiliki beragam nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh. Namun jika masalah organ reproduksi Anda memang membutuhkan penanganan medis, segera perisakan ke dokter agar bisa segera mendapatkan terapi yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar