Sukses

Tips Mencegah Mastitis pada Ibu Menyusui

Mastitis yang menyerang ibu menyusui bisa menghambat pasokan ASI bagi si Kecil. Berikut cara mencegah mastitis yang perlu Anda tahu.

Klikdokter.com, Jakarta Mencegah mastitis pada ibu menyusui merupakan hal yang penting untuk dilakukan agar asupan ASI untuk si Kecil tidak terhambat. Mastitis sendiri adalah proses peradangan pada jaringan payudara. Penyebabnya ada dua, yaitu akibat tersumbatnya saluran susu dan juga proses infeksi.

Kondisi ini sering terjadi pada ibu menyusui, khususnya satu hingga tiga bulan pertama setelah si Kecil lahir. Karena hal ini berhubungan juga dengan proses laktasi (produksi ASI) yang terjadi pada kelenjar susu di dalam payudara.

Jika saluran susu tersumbat, maka ASI tidak bisa keluar dan akan menumpuk di kelenjar susu, sehingga payudara terasa penuh dan menyebabkan nyeri.

Kondisi cracked nipple atau puting pecah-pecah dapat menjadi pintu masuk bakteri yang kemudian memperparah keadaan dengan menyebabkan infeksi di jaringan payudara. Gejala yang sering dirasakan jika terjadi mastitis adalah payudara nyeri, bengkak, kemerahan, teraba tegang atau kencang, hangat, dan juga bisa disertai demam.

Tips mencegah mastitis

Kondisi tersebut tentunya mengganggu Anda selama proses menyusui dan dapat menghambat asupan ASI bagi anak. Tapi Anda tidak perlu khawatir, berikut ini adalah tips bagi Anda para ibu menyusui untuk mencegah mastitis.

1. Cuci tangan

Cuci tangan merupakan salah satu dari perilaku hidup bersih dan sehat yang disarankan. Bagi Anda para ibu menyusui, cucilah tangan dengan sabun, lalu keringkan sebelum menyusui. Jika tangan Anda kotor dan akan menyusui, melalui kontak dari tangan bakteri bisa masuk ke saluran susu dan menyebabkan mastitis.

2. Teknik menyusui yang tepat

Mastitis bisa disebabkan oleh menumpuknya ASI pada kelenjar susu yang juga sering disebabkan oleh cara menyusui yang salah. Posisikan bayi dengan nyaman, lalu arahkan si Kecil ke payudara Anda.

Pastikan puting dan areola (daerah gelap sekitar puting) masuk seluruhnya ke mulut bayi saat menyusui, posisi bibir bayi menghadap keluar dan tidak terlipat ke dalam. Jika bayi tidak menyusu dengan posisi yang tepat, maka pengeluaran ASI jadi tidak maksimal dan bisa menyebabkan puting pecah-pecah.

Selain itu, jangan hentikan bayi saat menyusu. Karena ia akan berhenti sendiri ketika kenyang atau merasa cukup.

3. Memberikan ASI sesering mungkin

Pengosongan ASI dari payudara merupakan salah satu kunci untuk mencegah mastitis dengan tujuan mencegah penumpukan. Tingkatkan frekuensi menyusui pada bayi dan jangan biarkan jeda waktu yang terlalu lama. Jika si Kecil tidak mau menyusu, Anda dapat melakukan pumping atau pompa ASI.

4. Penggunaan bra yang tepat

Pada saat hamil, Anda pasti dituntun untuk menaikkan berat badan agar janin mendapat asupan yang cukup dan sehat. Setelah melahirkan, sisa peningkatan berat badan dan produksi ASI menyebabkan payudara Anda jadi membesar.

Maka dari itu, Anda perlu melakukan penyesuaian dalam penggunaan bra untuk ibu hamil dan menyusui. Karena bra biasa sudah tidak lagi pas ukurannya. Hal tersebut menyebabkan penekanan pada payudara dan dapat menghambat aliran ASI. Selain itu, penggunaan baju yang longgar juga disarankan.

5. Perawatan puting

Salah satu keadaan yang menyebabkan risiko infeksi pada mastitis adalah puting pecah-pecah. Ketika hal ini terjadi, banyak dari Anda yang menggunakan pelembap atau salep.

Padahal, jika hal ini didukung dengan kondisi yang kotor dan terlalu lembap, misalnya penggunaan nipple pad yang lama dan tidak bersih, malah bisa jadi media bakteri untuk masuk.

Mencegah mastitis sebenarnya merupakan hal yang mudah. Karena pada dasarnya hal tersebut bisa dilakukan hanya dengan menjaga kebersihan dan melakukan pengosongan ASI dari payudara. Tetapi jika Anda tidak menyadari dan menerapkan hal di atas, maka risiko mastitis terjadi pada Anda. Penyakit ini bukan merupakan suatu kondisi serius tetapi sering kali mengganggu bagi Anda. Sehingga, proses menyusui jadi terhambat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar