Sukses

Posisi Tidur Ibu Hamil, Bagaimana Sebaiknya?

Bagi ibu yang sedang hamil posisi tidur seperti apa pun seolah serbasalah. Lalu posisi tidur seperti apa yang paling baik untuk ibu hamil?

Klikdokter.com, Jakarta Seiring semakin bertambahnya usia kehamilan, sulit bagi ibu mencari posisi tidur yang nyaman. Posisi tidur ibu hamil pun seolah menjadi serbasalah. Akibatnya jam tidur ibu jadi terganggu. Bila kondisi ini berlangsung terus-menerus, hal ini bisa mengganggu kualitas tidur dan waktu istirahat Anda.

Walaupun terdengar sepele, posisi tidur yang salah dapat memengaruhi kondisi kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Posisi tidur salah pada ibu hamil juga bisa meningkatkan beberapa risiko masalah kesehatan, seperti pembengkakan pada kaki, nyeri punggung, nyeri otot, tekanan darah tinggi atau rendah, dan gangguan pada janin.

Posisi tidur yang tepat untuk ibu hamil

Agar terhindar dari masalah kesehatan tadi, dr. Devia Irene Putri dari KlikDokter menyarankan agar ibu hamil yang telah memasuki trimester ketiga sebaiknya tidur dengan posisi miring ke kiri.

“Tidur dengan posisi miring ke kiri mampu menyuplai oksigen dan nutrisi dari ibu ke bayi menjadi lebih lancar. Posisi ini juga terbukti mampu mengurangi pembengkakan pada kaki karena pembuluh darah tidak tertekan. Pembuluh darah yang mengalirkan darah ibu ke plasenta dan janin juga tidak mengalami penekanan sama sekali,” kata dr. Devia.

“Namun, jika merasa pegal, ibu boleh miring ke kanan sebentar lalu balik lagi ke posisi menghadap ke kiri. Tidur dengan posisi miring ke kanan, dapat meningkatkan tekanan pada organ hati yang terletak di sisi perut kanan,” dia menambahkan. 

Selain itu, posisi telentang juga boleh dilakukan ibu hamil selama dirinya belum masuk pada trimester akhir. Pada trimester pertama, ketika ukuran janin belum besar, ibu hamil boleh tidur dengan posisi telentang. Selain ibu jadi lebih leluasa untuk bergerak, posisi ini juga bisa mencegah keluhan heartburn di awal kehamilan. 

Namun, seiring berkembangannya janin, posisi telentang sebaiknya dihindari karena bisa membuat rahim menekan pembuluh darah besar yang berada di belakang rahim. Akibatnya, suplai darah di setiap organ tidak akan berjalan dengan lancar dan menyebabkan ibu hamil jadi sesak napas. 

Selain itu, tidur telentang saat hamil tua juga bisa memperburuk nyeri punggung yang Anda alami. Ini karena posisi tidur telentang saat hamil bisa menekan tulang belakang dan otot punggung, sehingga dapat menyebabkan pegal-pegal dan mengganggu suplai darah ke janin yang ada di dalam kandungan. 

1 dari 2 halaman

Agar ibu hamil tidur lebih nyenyak

Kesulitan tidur nyenyak atau insomnia bisa terjadi pada trimester pertama hingga trimester ketiga. Umumnya, wanita hamil lebih mengeluhkan sulit tidur nyenyak pada trimester dua dan tiga. Beberapa faktor seperti nyeri pinggang, kram kaki, sering buang air kecil, dan sesak napas, sering kali membuat ibu sulit tidur. 

Selain mengubah posisi tidur, ada cara lain yang bisa Anda lakukan agar tidur malam ini lebih nyenyak dan pulas. Berikut ulasannya:

  1. Terapkan sleep hygiene setiap harinya 

Memperhatikan sleep hygiene juga sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas tidur pada ibu hamil. Menurut dr. Devia, beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengusahakan tidur dan bangun setiap harinya dalam waktu yang sama. 

Misalnya, ibu harus tidur pukul 22.00 dan bangun pukul 06.00. Lakukan hal ini secara rutin untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. 

  1. Tetap bergerak aktif 

Meningkatkan aktivitas fisik seperti olahraga secara rutin, dapat membantu Anda untuk tidur lebih nyenyak dari biasanya. Selain meningkatkan kualitas tidur ibu hamil, olahraga juga menjaga stamina ibu hamil dan mengurangi keluhan rasa nyeri pada pinggang. 

Pilih olahraga yang aman untuk ibu hamil, seperti yoga, jalan santai, dan meditasi. Hindari olahraga angkat beban dan lompat tali agar terhindar dari komplikasi. 

  1. Atur pola makan sehat 

Makanan menjadi salah satu faktor penyebab ibu hamil dapat mengalami masalah sulit tidur. Sebab, makan terlalu kenyang dan jarak makan malam dengan waktu tidur yang terlalu dekat dapat meningkatkan risiko GERD. Oleh sebab itu, beri jeda setidaknya tiga jam antara jam makan malam dengan waktu tidur. 

Bukan hanya posisi tidur ibu hamil saja yang wajib diperhatikan. Pola makan, olahraga, dan atur jadwal tidur juga wajib dilakukan ibu hamil untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. Selain itu, bila Anda tetap mengalami gangguan tidur, jangan segan berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda. 

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar