Sukses

Pentingnya Skrining Mata bagi Penderita Hipertensi

Meskipun sudah rutin minum obat penurun tekanan darah, penderita hipertensi harus rutin melakukan skrining mata. Berikut ini alasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Penderita hipertensi sebenarnya harus rutin melakukan skrining mata. Namun, hanya sedikit yang baru menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan sebelum terjadi keluhan pada mata.

Orang yang memiliki tekanan darah tinggi justru lebih mengkhawatirkan komplikasi yang menyerang organ lain seperti jantung, otak maupun ginjal, yang dianggap lebih vital dan dapat mengancam hidupnya.

Tekanan darah tinggi dan komplikasinya

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol atau yang sering disebut dengan hipertensi memiliki kemungkinan yang lebih tinggi menyerang orang yang memiliki faktor risiko seperti berikut.

  • Usia tua
  • Terdapat riwayat keluarga yang menderita hipertensi
  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Kurangnya olahraga
  • Perokok
  • Konsumsi makanan tinggi garam maupun natrium
  • Kurangnya konsumsi makanan mengandung kalium
  • Konsumsi alkohol
  • Stres
  • Ada riwayat penyakit kronis (penyakit ginjal, kencing manis atau diabetes).

Hipertensi sebenarnya dapat dikontrol dengan perubahan pola hidup lewat konsumsi makanan sehat, rendah garam serta rutin berolahraga. Namun, ketika sudah berusaha maksimal namun tekanan darah tetap tidak terkontrol, dokter yang menangani pasti akan menyarankan konsumsi obat antihipertensi untuk membantu menurunkan tekanan darah.

Banyak orang yang enggan mengonsumsi obat antihipertensi secara rutin karena takut akan berbagai efek samping konsumsi obat dalam jangka panjang.

Namun sebenarnya lebih mengerikan komplikasi yang dapat timbul dari tekanan darah yang tidak terkontrol, karena dapat merusak pembuluh darah di berbagai organ seluruh tubuh.

Tekanan darah tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi sebagai berikut.

  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Aneurisma pembuluh darah
  • Gagal jantung
  • Gagal ginjal
  • Kerusakan mata
  • Demensia.
1 dari 2 halaman

Kerusakan mata pada tekanan darah tinggi

Ketika tekanan darah tinggi semakin tidak terkontrol, akan sangat memengaruhi kondisi pembuluh darah di seluruh tubuh dan salah satunya adalah pembuluh darah di mata.

Saat tekanan darah tinggi akan terjadi penebalan, penyempitan hingga robeknya pembuluh darah di mata. Salah satu bagian mata yang sangat dipengaruhi adalah retina mata yang merupakan bagian dari saraf mata yang bertugas untuk menerima gambar yang bisa dilihat.

Pembuluh darah yang memberikan asupan kepada retina mengalami kerusakan hingga menimbulkan keluhan yang dapat dirasakan seperti penurunan tajam penglihatan secara perlahan, sakit kepala hingga penglihatan berawan atau ganda. 

Retinopati hipertensif

Ketika tekanan darah tinggi tidak terkontrol dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan komplikasi pada mata, yaitu retinopati hipertensif. Kondisi ini memiliki empat tingkatan derajat keparahan yang dapat dinilai dari pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata yang menangani.

Pada derajat 1 dan 2, gejala pada mata umumnya tidak menimbulkan tanda-tanda apa pun. Sedangkan jika sudah mulai mengalami gangguan penglihatan seperti ketajaman penglihatan yang kian menurun, dan pada umumnya sudah berada di derajat 3 atau 4.

Oleh karena itu, bagi penderita tekanan darah tinggi sangatlah penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin dan melakukan deteksi sedini mungkin gangguan pada mata yang merupakan salah satu bentuk komplikasi hipertensi.

Ketika mengalami retinopati hipertensif derajat 1 atau 2, mengontrol tekanan darah dengan baik dapat membantu menjaga penglihatan.

Namun, ketika sudah menginjak derajat 3 dan tidak diterapi dengan baik, kemungkinan untuk mempertahankan tajam penglihatan semakin menurun dan risiko timbulnya kebutaan makin tinggi.

Karena begitu banyaknya komplikasi yang dapat ditimbulkan akibat tekanan darah yang tidak terkontrol, penderita hipertensi harus menjaga pola hidup sehat dan konsumsi obat antihipertensi untuk membantu menjaga tekanan darah agar tetap normal.

Selain itu, penderita hipertensi harus rutin melakukan skrining mata setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali untuk menilai derajat retinopati hipertensif yang dialami.

Skrining mata pada penderita hipertensi amat penting. Antisipasi semacam ini berguna agar kesehatan mata penderita dapat selalu terjaga. Dengan demikian dapat segera dilakukan tindakan pencegahan jika terjadi gangguan pada mata, sehingga kondisi tidak memburuk. Jika Anda atau kerabat ada yang menderita hipertensi, segeralah lakukan skrining mata untuk mencegah risiko kebutaan.

[NP/ RVS]

1 Komentar