Sukses

Tidur Lelap dengan White Noise

Pernah mendengar tentang white noise? Hal ini dapat membantu Anda yang sulit tidur dengan lelap.

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin banyak di antara Anda yang belum pernah mendengar tentang white noise. Padahal, suara ini dapat membantu Anda mengatasi masalah sulit tidur atau insomnia. Bahkan tak hanya bekerja pada orang dewasa, white noise juga dinilai dapat membantu bayi dan anak untuk tidur dengan lelap.

Gagasan menambah suara di kamar tidur untuk membantu Anda tidur lebih lelap mungkin terdengar ganjil. Namun, white noise berbeda dengan suara lainnya. Suara ini justru memudahkan Anda jatuh tertidur dengan “menutupi” suara lainnya yang tidak memiliki amplitudo yang konstan.

Apa itu white noise?

Secara sederhana, white noise adalah jenis sinyal suara yang berfungsi untuk menyamarkan suara yang ada di lingkungan. Secara teknis, white noise dapat diartikan sebagai suara yang memiliki amplitudo yang konstan, dalam batas frekuensi suara yang dapat didengar oleh manusia

White noise sejatinya dapat diproduksi secara elektronik dan memiliki suara yang serupa dengan fase statik televisi atau radio, yakni suara yang mengiringi tampilan “semut” di televisi Anda saat siaran televisi habis.

Kini, istilah white noise banyak digunakan untuk mengelompokkan berbagai suara latar yang bersifat konstan dan terus-menerus, diantaranya:

  • Suara alam seperti hujan, ombak, gemericik air, dan bunyi jangkrik.
  • Suara mesin seperti gemuruh penyejuk udara, mesin cuci, dan pengering rambut.
  • Suara khas pada kondisi lingkungan tertentu, seperti kabin pesawat, bunyi api unggun saat berkemah, dan suara keramaian di tempat umum yang riuh rendah.
1 dari 2 halaman

Tidur dengan white noise

Setelah Anda mengetahui tentang apa itu white noise, bagaimana jenis suara ini dapat membantu Anda untuk tidur lebih lelap?

Lolongan anjing atau suara kendaraan yang lewat, white noise diharapkan akan membaur dengan suara-suara tersebut. Sehingga, otak tidak terlalu memperhatikan suara-suara mengejutkan yang muncul di sekitar Anda.

Pendengaran manusia pun memiliki salah satu fungsi sebagai alarm untuk menjaga Anda tetap waspada. Manusia akan beradaptasi pada suara yang konstan bahkan tanpa memedulikan volume. Inilah sebabnya seseorang bahkan bisa mengantuk atau tertidur di keramaian.

Namun, Anda dapat dengan mudah terbangun jika ada sebuah suara yang mengagetkan dikarenakan fungsi pendengaran sebagai alarm tadi.

Adanya white noise untuk menutupi sumber suara lainnya dapat dianalogikan sebagai cahaya senter di sebuah ruangan. Jika menyalakan senter di ruangan yang gelap, Anda dengan mudah dapat mengenali sumber cahaya yang berasal dari senter.

Lain halnya jika Anda menyalakan senter di ruangan yang terang, maka cahaya senter menjadi tidak menarik perhatian lagi. White noise memiliki fungsi yang serupa dengan lampu kamar yang mengaburkan cahaya senter tersebut.

Dengan kondisi otak lebih relaks karena tak lagi mendapat stimulasi-stimulasi suara yang harus diwaspadai, maka Anda akan lebih mudah terlelap dan dapat tidur lebih nyenyak. Hal ini berlaku juga pada bayi, di mana kondisi alami di dalam rahim sebenarnya cukup bising akibat suara dari luar rahim.

Inilah mengapa, bayi dapat menjadi lebih tenang jika mendengar orang tua menggumamkan suara seperti “ssshhh” karena menyerupai white noise di dalam rahim.

Yang perlu diperhatikan, belum ada studi jangka panjang yang meneliti bagaimana efek white noise pada manusia, meski dari beberapa studi yang ada hampir seluruhnya memberikan hasil yang positif. Bahwa white noise memang dapat membantu memudahkan tidur.

Meski begitu, ada beberapa hal yang sebaiknya tetap Anda perhatikan saat memanfaatkan white noise untuk membantu istirahat. Batasi volume suara pada 50 desibel, jangan meletakkan sumber suara terlalu dekat dengan anak saat tidur, dan sebaiknya batasi penggunaan suara hanya saat Anda akan tidur.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar