Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Sering Minum Obat Perangsang, Apa Bahayanya?

Minum obat perangsang sering dijadikan jalan pintas untuk memicu gairah seksual. Tapi apa bahayanya bagi kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Demi membangkitkan gairah seksual, sebagian orang memutuskan untuk minum obat perangsang. Tindakan ini bahkan dilakukan tanpa berkonsultasi dengan dokter. Sejumlah bahaya tentu saja siap menyerang kesehatan mereka yang sering minum obat perangsang.

Ya salah satu alasan seseorang minum obat perangsang adalah karena kehidupan seksualnya – sebagai pasangan suami istri – sering terganggu. Gangguan gairah itu sendiri, menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter, bisa terjadi akibat hal-hal berikut ini:

  • Kurangnya motivasi

Hubungan emosional yang kurang baik dengan pasangan dapat mengurangi motivasi dalam kehidupan seksual pasangan suami istri. Tak hanya itu, bentuk rangsangan yang dirasa membosankan juga bisa memicu penurunan motivasi dalam melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Kondisi semacam ini tentu saja bisa mengurangi motivasi atau keinginan untuk berhubungan seksual dengan pasangan.

  • Faktor psikologis

Stres, rasa takut tidak dapat memuaskan pasangan, kurangnya konsentrasi, dan adanya pengalaman buruk juga bisa mengganggu salah satu pihak. Jika hal ini sampai terjadi hubungan seksual yang seharusnya hangat bisa menjadi terganggu.

  • Faktor biologis

Terlalu lelah bekerja dan konsumsi obat-obatan antistres atau jenis lainnya dapat turut menurunkan keinginan pasangan suami istri untuk melakukan hubungan seksual.

Adanya gangguan-gangguan tersebut membuat banyak pasangan memilih jalan pintas untuk mengandalkan obat perangsang untuk meningkatkan minat dalam melakukan hubungan seksual. Padahal, obat perangsang yang dijual bebas di pasaran tidak sepenuhnya aman bagi kesehatan.

Efek samping merugikan obat perangsang

Obat perangsang seksual memang banyak dijual bebas di pasaran. Sayangnya, tidak semua obat-obatan tersebut terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepada KlikDokter, dr. Intan Aprelia Prayusmi mengatakan bahwa obat yang belum resmi atau terdaftar di BPOM lebih mungkin untuk menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Menurut dr. Intan obat perangsang seksual belum terbukti secara medis mampu menjalankan fungsi sebagaimana yang diharapkan. Bahkan dr. Intan juga menyarankan untuk menghindari penggunaan produk yang tidak jelas aman dan belum terbukti secaa medis.

Bagi orang-orang – khususnya pria – yang suka mengonsumsi obat perangsang seksual seperti viagra dan sildenafil, ada beragam efek negatif yang menghadang. Beberapa efek buruk yang bisa terjadi adalah sebagai berikut:

  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) atau rendah (hipotensi) yang tidak terkontrol
  • Gangguan mata (retinitis pigmentosa)
  • Gangguan hati derajat berat (sirosis)
  • Gangguan ginjal yang memerlukan cuci darah.

Karena sangat mungkin menimbulkan efek samping tersebut, penggunaan obat perangsang – atau obat kuat­ – sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter. Lagi pula, daripada hanya mengandalkan obat perangsang, pasangan yang punya masalah seksual sebaiknya mengonsultasikan hal tersebut pada dokter seksologi atau andrologi. Cara ini dinilai bisa lebih tepat sasaran untuk mencari solusi atas masalah seksual yang dihadapi oleh satu pasangan.

Oleh karena itu, bagi pasangan yang sedang mengalami masalah seksual, sebaiknya hindari minum obat perangsang. Bukannya mendapatkan kepuasan dalam berhubungan seks, justru sangat rentan mengalami gangguan kesehatan yang bahkan bisa mengancam nyawa.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar