Sukses

6 Tanda Kanker Ovarium yang Perlu Wanita Tahu

Kanker ovarium sering terlambat terdiagnosis karena wanita kurang pengetahuan tentang penyakit ini. Memang, apa saja tanda penyakit ini?

Klikdokter.com, Jakarta Kanker ovarium atau kanker indung telur merupakan salah satu jenis keganasan yang paling banyak menyerang wanita, selain kanker payudara dan kanker serviks. Kanker ovarium juga sering terlambat terdiagnosis karena kurangnya pengetahuan para wanita tentang penyakit ini. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk lebih mengenali tanda dan gejalanya.

Angka kejadian kanker ovarium di dunia diperkirakan mencapai 239.000 kasus baru setiap tahunnya. Sementara di Indonesia, data mengenai kanker ovarium masih belum selengkap kanker payudara dan kanker serviks. Akan tetapi, jumlahnya diperkirakan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Kanker yang sulit dideteksi

Kanker ovarium adalah kanker yang terjadi di salah satu atau kedua indung telur wanita akibat adanya pertumbuhan sel-sel yang abnormal. Risiko kanker ovarium pun akan turut meningkat apabila seseorang memiliki faktor risikonya.

Beberapa faktor risiko tersebut, antara lain adalah wanita berusia di atas 55 tahun, dan sudah menopause. Selain itu juga adanya riwayat keluarga yang memiliki keganasan (seperti kanker payudara, kanker usus, kanker ovarium, dan kanker rahim) atau pernah terdiagnosis memiliki kanker payudara. Wanita yang tidak pernah melahirkan atau hamil, serta memiliki penyakit endometriosis maupun sindrom Lynch juga rentan mengalami kanker ovarium.

Berbeda dengan kanker lain, kanker ovarium lebih sulit terdeteksi di stadium awal karena jarang dilakukannya skrining untuk penyakit ini. Selain itu, kanker lain seperti kanker serviks dan kanker payudara dapat dideteksi dengan mudah, seperti dengan melakukan pap smear dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin.

Kanker ovarium hanya dapat dideteksi dengan pemeriksaan fisik khusus organ panggul, USG transvaginal (dan jika perlu pemeriksaan radiologi seperti CT scan atau MRI), serta pemeriksaan penanda tumor seperti CA 125.

1 dari 2 halaman

Tanda-tanda kanker ovarium

Meski demikan, tidak menutup kemungkinan jika tanda dan gejala kanker ovarium dapat Anda rasakan sejak awal. Berikut ini merupakan 6 tanda kanker ovarium yang sering terjadi, yaitu:

  • Perut makin membesar

Ukuran perut wanita yang membesar terkadang disalahartikan sebagai bentuk kegemukan. Padahal, bertambahnya lingkar perut juga dapat menjadi tanda awal kanker ovarium.

Ukuran perut yang membesar juga dapat menandakan bahwa kanker sudah menyebar ke dalam rongga perut dan mengalami pembengkakan. Pembengkakan ini terjadi karena adanya penekanan saluran kelenjar getah bening akibat pertumbuhan tumor yang cepat.

  • Masalah pencernaan

Mudah merasa begah atau kembung, mual, cepat kenyang saat makan, serta rasa terbakar di dada sering terjadi pada penderita kanker ovarium. Namun, tanda-tanda ini juga sering disalahartikan hanya sebagai masalah peningkatan asam lambung.

Kondisi ini dapat terjadi karena adanya pertumbuhan massa padat di indung telur yang kemudian mendesak organ-organ saluran pencernaan di sekitarnya. Selain itu, akibat adanya organ pencernaan yang terdesak, gerakan usus juga ikut terpengaruh, sehingga tak jarang masalah sulit buang air besar juga terjadi pada penderita kanker ovarium.

  • Nyeri di sekitar panggul dan pinggang

Pada wanita, nyeri yang menetap di sekitar panggul dan pinggang dapat menjadi tanda adanya masalah di organ reproduksi seperti infeksi radang panggul. Tapi selain infeksi, hal itu juga bisa terjadi karena adanya pertumbuhan massa yang menekan otot-otot dan persarafan di sekitarnya.

Biasanya, nyeri ini juga dirasakan saat berhubungan seksual. Pada kondisi ekstrem, dapat terjadi perputaran massa di ovarium (torsio), sehingga dapat menyebabkan nyeri hebat yang menyebar hingga ke seluruh perut.

  • Sering buang air kecil

Bertambahnya frekuensi buang air kecil dan tidak dapat menahan rasa ingin berkemih juga bisa menjadi tanda dari kanker ovarium. Hal ini terjadi karena tumor yang tumbuh dapat menekan kandung kemih dan menyebabkan peningkatan tekanan di dalam rongga perut, sehingga mendorong urine untuk keluar secara terus-menerus.

  • Perubahan siklus menstruasi

Oleh karena indung telur merupakan organ reproduksi yang menghasilkan sel telur dan hormon kewanitaan, maka adanya pertumbuhan sel-sel abnormal tentu akan memengaruhi siklus menstruasi Anda.

Pada wanita yang belum mengalami menopause, siklus menstruasi bisa berubah menjadi tidak teratur maupun mengalami perdarahan yang lebih banyak dibandingkan biasanya. Sedangkan bagi wanita di atas 50 tahun dan sudah menopause, perlu diperhatikan apabila muncul perdarahan atau spotting yang tidak wajar pada vagina.

  • Mudah lelah

Tubuh lemah dan mudah kelelahan menjadi tanda lanjutan kanker ovarium. Sel kanker yang tumbuh cepat akan mengambil seluruh nutrisi yang ada di dalam tubuh, sehingga tubuh penderita akan kekurangan nutrisi dan energi, serta tampak lemah dan kurus.

Kanker ovarium sebenarnya dapat ditangani dengan baik apabila bisa diketahui sejak dini. Oleh sebab itu, penting bagi seorang wanita untuk mengenali tanda-tandanya dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatannya, terutama bagi wanita yang berisiko tinggi terkena kanker ovarium.

[MS/ RVS]

1 Komentar