Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

4 Hal yang Bisa Menurunkan Gairah Seks

Ada beberapa hal yang dapat menurunkan gairah seks. Apa sajakah itu dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Gairah seks merupakan hal yang penting dalam kehidupan pasangan suami istri. Tanpa gairah seks, pasangan akan sulit menikmati hubungan seksual. Jika terjadi secara jangka panjang, hal tersebut dapat menyebabkan masalah psikologis dan gangguan dalam rumah tangga.

Faktanya, studi menemukan bahwa lebih dari 40 persen pasangan suami istri pernah mengalami kehilangan gairah seks.

Penyebab gairah seks turun

Berikut ini empat hal yang sering menjadi penyebab menurunnya gairah seks, beserta cara mengatasinya:

  1. Merasa jenuh dengan pasangan

Karena sudah mengenal pasangan sejak lama dan melakukan hubungan intim dengan cara yang sama berulang kali, sebagian orang bisa merasa jenuh. Rasa jenuh tersebut bisa menyebabkan salah satu atau kedua pihak, baik suami maupun istri, berkurang gairah seksnya.

Jika hal tersebut yang dialami, komunikasikan dengan pasangan mengenai apa yang dirasakan dan coba bicarakan jalan keluarnya bersama. Beberapa ide dapat dicoba untuk kembali membangkitkan gairah seksual, misalnya dengan berhubungan seksual di lokasi yang berbeda, mengeksplorasi tubuh pasangan satu sama lain, atau melakukan liburan berdua saja selama beberapa hari.

  1. Ansietas (gangguan cemas)

Rasa khawatir yang terjadi terus menerus bisa menurunkan gairah seks. Selain itu, secara jangka panjang, kecemasan juga dapat mengganggu hubungan suami istri dan keharmonisan dalam rumah tangga.

Oleh karena itu, jika seseorang mengalami gangguan cemas, sebaiknya segera mencari pertolongan. Diskusikan dengan orang terdekat, dan konsultasikan keluhan pada psikolog atau psikiater.

Namun demikian, sering kali seseorang tak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami gangguan cemas. Berikut ini beberapa pertanyaan yang dapat menjadi pertanda apakah seseorang mengalami gangguan cemas:

  • Dalam tiga bulan terakhir, apakah Anda merasa sering khawatir terhadap banyak hal?
  • Apakah rasa khawatir yang Anda alami mengganggu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari?
  • Apakah Anda merasa kesulitan mengidentifikasi penyebab rasa cemas yang dialami?
  • Apakah Anda sering mengalami susah tidur atau terbangun di tengah malam?
  • Apakah Anda mudah merasa lelah meskipun sudah tidur dalam jumlah yang cukup?
  • Dalam tiga bulan terakhir, apakah Anda sering mengalami keluhan jantung berdebar-debar, sesak napas, atau seperti merasa tersedak?
  • Apakah Anda sering mengalami kekakuan otot leher atau sakit kepala yang tak jelas penyebabnya?

Semakin banyak jawaban ”ya” pada pertanyaan di atas, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami gangguan cemas.

  1. Depresi

Seperti halnya gangguan cemas, depresi juga rentan menyebabkan seseorang kehilangan libido. Pada umumnya, depresi ditandai dengan gejala berupa rasa murung yang terjadi terus menerus selama dua minggu atau lebih. Selain itu penderita bisa tak memiliki energi untuk memiliki aktivitas sehari-hari, dan tak ingin melakukan hal yang sebelumnya menjadi kegemarannya.  Jika Anda mengalami hal ini, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

  1. Pasca melahirkan

Sebagian wanita mengalami kehilangan gairah seks setelah melahirkan. Hal ini bisa terjadi karena banyak hal, seperti rasa sakit yang tak tertahankan saat berhubungan intim, rasa lelah dalam merawat si Kecil, atau perubahan hormon setelah melahirkan. 

Bicarakan dengan pasangan mengenai apa yang dialami. Jika penyebabnya adalah rasa sakit saat hubungan intim, cobalah mulai dengan menyentuh pasangan tanpa melakukan penetrasi penis ke vagina terlebih dahulu.

Jika penyebabnya adalah kelelahan, berikan kesempatan pada ibu untuk memiliki waktu untuk istirahat atau melakukan hal yang disuka selama beberapa jam, sehingga rasa lelah bisa berkurang.

Selain empat penyebab di atas, menurunnya gairah seks juga bisa disebabkan karena kondisi medis tertentu, misalnya gangguan hormonal, diabetes, penyakit jantung, kanker, atau efek samping obat tertentu. Sangat disarankan untuk memeriksakan kondisi ini ke dokter, dan jangan membiarkannya berlarut-larut.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar