Sukses

Kenali 5 Gejala Mata Minus pada Anak

Anak sering mengeluh sakit kepala saat melihat jarak jauh? Bisa jadi matanya minus alias rabun jauh. Kenali gejala mata minus pada anak.

Klikdokter.com, Jakarta Anak sering mengeluh sakit kepala saat membaca atau melihat jarak jauh? Mungkin ia mengalami mata minus (rabun jauh atau miopia). Gejala awal mata minus pada anak mungkin tak terlalu menonjol, karena ia belum mengerti tentang gangguan penglihatan. Karenanya, orang tua harus peka dengan kondisi tersebut.

Salah satu kondisi terkait penglihatan yang sering dialami oleh anak-anak adalah mata minus. Gangguan penglihatan ini merupakan salah satu gangguan refraksi dalam mata yang paling sering dijumpai. Mata minus terjadi karena ada sinar yang masuk ke dalam mata, yang diproyeksikan pada satu titik di depan retina.

Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab mata minus pada anak. Namun menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu rabun jauh pada anak.

“Faktor genetik, yaitu kondisi salah satu atau kedua orang tua juga punya mata minus; serta situasi saat membaca yang salah, misalnya membaca dengan cahaya redup, jarak terlalu dekat (kurang dari 30 cm), dan membaca dalam posisi duduk membelakangi sumber cahaya, sehingga mata bekerja lebih keras akibat cahaya yang terhalang oleh buku,” jelas dr. Dyah.

Gejala mata minus pada anak

Juga dari KlikDokter, dr. M. Dejandra Rasnaya mengatakan, gejala mata minus pada anak memang bisa tidak jelas, tetapi Anda tetap perlu teliti akan gejala-gejalanya.

  1. Sering mengeluh kesulitan saat melihat objek jarak jauh

Gejala yang paling mudah dikenali ketika anak mengalami mata minus adalah sering mengeluh susah melihat dari kejauhan. 

“Kalau minusnya sudah tergolong tinggi, anak pasti paling sering mengeluh susah untuk melihat dari kejauhan. Jangan tunda pemeriksaan ke dokter mata karena justru bisa memperburuk kondisi matanya,” kata dr. Derry.

  1. Sering memicingkan mata

Apabila sering mendapati anak memicingkan mata saat membaca, menonton, atau melihat benda-benda jarak jauh, Anda patut curiga. Bisa jadi itu pertanda anak mengalami rabun jauh. Jika dibiarkan, anak mungkin berisiko terkena gangguan kesehatan mata lainnya seperti sering berkedip.

  1. Sering mengeluh pusing

Akibat kesulitan melihat, mata anak menjadi lelah sehingga membuat anak sakit kepala. Jika ini dibiarkan, sakit kepala yang ia rasakan bisa mengganggu aktivitasnya.

  1. Jarak dengan objek yang ia lihat sangat dekat

Ini bisa terlihat saat ia duduk dekat layar televisi saat menonton, melihat layar gawai, membaca buku, ataupun saat melihat papan tulis di kelas. 

  1. Nilai anak di sekolah menurun

“Karena kesulitan melihat tulisan di papan tulis misalnya, anak jadi tertinggal atau sulit mengikuti pelajaran di sekolah akibat pandangan yang buram,” jelas dr. Derry.

Jika nilai anak sebelumnya baik-baik saja lalu tiba-tiba menurun, coba tanyakan kepada anak apa penyebabnya. Bukan tak mungkin ia mengalami gangguan penglihatan.

Jika anak mengalami beberapa gejala di atas, segera ajak ia menemui dokter spesialis mata untuk diperiksa.

1 dari 2 halaman

Tips agar mata minus anak tidak makin parah

Apabila anak terbukti punya mata minus, Anda juga perlu tahu beberapa tindakan pencegahan agar mata minusnya tidak makin parah.

  • Jangan membaca di tempat dengan cahaya redup

Kata dr. Dyah, membaca di tempat yang pencahayaannya kurang bisa membuat otot-otot mata bekerja lebih keras untuk menangkap objek. Jika ini terus berulang, maka kondisi mata minus anak bisa makin parah.

  • Jangan membaca atau menatap layar terlalu dekat 

Membaca buku atau menatap layar gawai terlalu dekat juga bisa menyebabkan rabun jauh anak memburuk.

“Sama halnya dengan membaca di tempat yang gelap, otot-otot mata akan bekerja lebih keras untuk mendapatkan fokus. Alhasil, mungkin akan ada peningkatkan jumlah minus pada amat anak,” ujar dr. Dyah.

  • Gunakan kacamata lensa minus 

Penderita miopia yang tidak rutin memakai kacamata atau tidak menuruti anjuran dokter, bisa membuat matanya terus-terusan menyesuaikan penglihatan. Makin jarang anak menggunakan kacamata, makin cepat pula pertambahan minus matanya.

Untuk menghindari kacamata terjatuh atau hilang, pilih kacamata dengan tali yang menggantung pada leher. Pilih juga model kacamata yang anak sukai agar ia lebih tertarik menggunakannya.

  • Hidup sehat

Berikan anak asupan sayur dan buah yang mengandung vitamin A tinggi untuk menjaga kesehatan matanya. Selain itu, pastikan anak istirahat cukup setiap malammya

Ajari anak untuk mengatur jarak baca menjadi 40-45 cm, serta hindari membaca buku sambil tiduran agar otot mata tidak bekerja terlalu keras untuk menangkap objek yang dibacanya.

Anak juga perlu tahu aturan 20-20-20. American Academy of Dermatology menganjurkan untuk mengalihkan pandangan setiap 20 menit, sejauh 20 feet (sekitar 6 meter), selama paling tidak 20 detik.

Anak mungkin belum mengerti keluhan gangguan penglihatan yang ia alami, jadi Anda lah yang harus cermat mengenali gejala mata minus pada anak. Jika tampak tanda-tanda yang disebutkan di atas, segera ajak ia menemui dokter spesialis mata. Meski tak berbahaya, tetapi mata minus yang tidak ditangani dengan tepat dan segera bisa menurunkan kualitas hidup anak.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar