Sukses

Benarkah Pakai Behel Bisa Bikin Gusi Turun?

Perawatan dengan behel bisa merapikan susunan gigi. Namun, benarkah bahwa pakai behel justru bisa bikin gusi turun?

Klikdokter.com, Jakarta Banyak yang mengandalkan perawatan dengan behel untuk memperbaiki susunan gigi. Namun, ternyata pakai behel bisa bikin gusi turun – atau mengakibatkan dampak buruk lainnya – jika tidak dipasang dan dirawat dengan benar.

Pasien yang menggunakan behel dituntut untuk disiplin dalam menjaga kebersihan rongga mulutnya. Karena jika tidak, maka behel gigi tersebut malah bisa menyebabkan timbulnya gangguan gigi, termasuk penurunan gusi.

Penyebab penurunan gusi pada pemakai behel

Penyebab terjadinya penurunan gusi sebenarnya disebabkan oleh penyebab langsung maupun tidak langsung. Perawatan behel bukan merupakan penyebab tunggal terjadinya penurunan gusi, tetapi juga karena didukung oleh faktor pencetus lainnya.

  • Teknik menyikat gigi yang salah

Biasanya penurunan gusi ini terjadi akibat trauma ringan yang terjadi berulang-ulang dalam jangka waktu lama. Misalnya akibat menyikat gigi dengan sikat gigi berbulu kasar dan cara menyikat gigi yang tidak benar.

Kesalahan dalam teknik menyikat gigi pada pemakai behel juga dapat menyebabkan terjadinya penurunan gusi. Untuk mencegahnya, pengguna behel harus menggunakan sikat gigi khusus.

  • Adanya tekanan pada gigi secara terus-menerus

Pada perawatan behel, dokter gigi akan berusaha untuk menggerakkan gigi ke posisi baru, yang mana ikatan antara gusi dan tulang di bawahnya otomatis ikut berubah. Sehingga, behel dapat mengubah fungsi gigi dan tampilannya menjadi lebih baik. Dalam hal ini, fungsi gigi lebih penting ketimbang segi estetis.

Pergerakan gigi yang paling terlihat dan paling berpotensi untuk merusak gusi adalah saat menggerakkan gigi taring. Karena, mekanisme behel adalah memaksa gigi untuk bergerak mengikuti kawat. Lama-kelamaan, tekanannya jadi terlalu berat untuk tulang dan gusi di sekitar gigi tersebut. Adanya tekanan yang terus-terusan terjadi pada gigi dapat menyebabkan peradangan dan kehilangan tulang, sehingga pada akhirnya mengakibatkan penurunan gusi.

  • Bertambahnya usia

Faktor penyebab lain yang berkontribusi terhadap penurunan gusi pada pengguna behel adalah pertambahan usia. Sekitar 88 persen lansia di atas 65 tahun terbukti setidaknya memiliki satu gigi yang mengalami penurunan gusi.

Selain itu, orang-orang yang punya kebiasaan merokok dan menggunakan tembakau juga berisiko tinggi untuk mengalami penurunan gusi.

  • Faktor genetik

Faktor genetik juga turut berperan dalam terjadinya penurunan gusi. Orang-orang yang memiliki gusi yang tipis atau rentan dapat menurunkan kondisi tersebut ke anak-anak mereka.

  • Faktor sistemik

Faktor sistemik juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penurunan gizi, misalnya penyakit diabetes.

Efek samping lainnya

Selain gusi turun, ada juga efek samping lainnya yang bisa terjadi selama perawatan behel. Di antaranya adalah perubahan warna gigi, enamel keropos, komplikasi di bagian gusi seperti terbentuknya celah gusi, akar gigi terkikis, alergi terhadap nikel dan kromium, hingga kegagalan perawatan karena gigi relaps kembali ke susunan gigi awalnya.

Selain itu, jika pengguna behel kurang bisa menjaga kebersihan behelnya, maka bisa terjadi penumpukan plak dan karang gigi. Ini merupakan akibat menempelnya behel pada gigi makan, sehingga menjadi tambahan retensi untuk makanan.

Karang gigi yang tidak dibersihkan, semakin lama akan menyebabkan radang gusi. Radang gusi ini bisa mengakibatkan gusi berdarah, sehingga aroma mulut jadi tak sedap.

Membaca penjelasan di atas, memang benar penggunaan behel bisa mengakibatkan komplikasi dan risiko sepanjang perawatannya. Meski begitu, Anda tak perlu takut karena manfaatnya jauh lebih besar bila dibandingkan dengan risiko dan komplikasinya. 

Memasang behel pada gigi yang berjejal juga bisa mencegah terjadinya penurunan gusi pada gigi-gigi yang bertumpuk. Itulah kenapa behel gigi sampai detik ini masih banyak digunakan untuk memperbaiki susunan gigi.

Pakai behel memang bisa bikin gusi turun, apalagi jika penggunanya tidak menjaga kebersihan gigi dan teknik menyikat giginya tidak benar. Oleh karena itu, jika Anda menggunakan behel, selalu patuhi anjuran dokter gigi untuk meminimalkan terjadinya komplikasi selama masa perawatan.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar