Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Obat Pelancar Haid, Efektifkah Atasi Masalah Telat Menstruasi?

Obat Pelancar Haid, Efektifkah Atasi Masalah Telat Menstruasi?

Obat pelancar haid kerap dipakai untuk melancarkan siklus menstruasi. Apa saja obat untuk menstruasi yang aman? Cek efektivitasnya disini.

Siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda. Ada wanita yang punya siklus menstruasi teratur, ada juga yang kerap telat menstruasi. Nah, salah satu cara yang dipilih untuk melancarkan siklus menstruasi adalah dengan minum obat pelancar haid. 

Obat pelancar haid sebenarnya merupakan obat penyubur kandungan. Umumnya, obat ini akan membantu tubuh wanita memproduksi hormon-hormon yang mengatur pelepasan sel telur.

Sebab, kebanyakan kasus siklus menstruasi tidak teratur dihubungkan dengan masalah ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

Biasanya setelah 2 hingga 3 hari penggunaan, Anda akan mengalami menstruasi. Berikut ini merupakan obat atau pil pelancar haid.

Artikel Lainnya: Menyingkap Manfaat Buah Zuriat untuk Pelancar Haid

1 dari 3 halaman

1. Clomiphene

Clomiphene termasuk kategori obat yang dapat mendukung ovulasi. Clomiphene adalah obat golongan selektif estrogen receptor modulator.

Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan produksi dan jumlah hormon untuk merangsang ovarium dalam memproduksi sel telur. Obat ini akan merangsang pelepasan sel telur.

2. Bromocriptin

Bromocriptin adalah salah satu obat untuk mendatangkan haid. Obat ini bekerja dengan cara menekan produksi hormon prolaktin dan memengaruhi siklus menstruasi.

3. Progestin

Progestin adalah obat yang dapat digunakan untuk melancarkan haid. Obat ini bekerja dan berikatan dengan reseptor progesteron pada tubuh sehingga memicu hormon progesteron.

Artikel Lainnya: Cara Mempercepat Haid Agar Segera Selesai

2 dari 3 halaman

4. Gonadotropin

Gonadotropin adalah hormon yang digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan pada wanita.

Hormon ini biasanya dihasilkan oleh plasenta pada awal kehamilan dan dibutuhkan untuk menjaga dinding rahim

Di luar kehamilan, hormon ini dapat berfungsi untuk memicu pematangan sel telur.

5. Metformin

Obat ini sebenarnya digunakan untuk kondisi diabetes. Namun, obat metformin dapat juga dikonsumsi penderita sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang mengalami masalah menstruasi.

Obat ini dapat membantu menyeimbangkan hormon androgen dan estrogen.

Artikel Lainnya: Siklus Haid Tidak Teratur, Ini Cara Alami untuk Mengatasinya

6. Pil KB

Pil KB dapat membantu melancarkan haid dengan cara meningkatkan protein yang mengikat hormon seks dan mengurangi aktivitas testosteron. Pil KB juga dapat digunakan untuk mengurangi nyeri haid.

Sebelum menggunakan obat pelancar haid, sebaiknya ketahui terlebih dahulu penyebab menstruasi Anda tidak lancar.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat untuk mengatasi haid tidak lancar.

Apabila menstruasi tidak lancar karena adanya masalah pada hormon, maka terapi hormon dan minum obat hormon bisa menjadi pilihan yang bisa Anda coba.

Namun, bila siklus menstruasi tidak lancar karena faktor lain, obat pelancar haid tidak dianjurkan untuk diminum. Diagnosis haid tidak lancar dapat ditegakkan oleh dokter melalui berbagai pemeriksaan.

Selain itu, hindari kegiatan yang dapat menghambat menstruasi, misalnya seperti pola hidup terlalu berat.

Olahraga berlebihan yang menyebabkan berat badan turun drastis juga bisa menyebabkan siklus menstruasi tidak lancar.

Pasalnya, olahraga berat dan berkurangnya jumlah kalori serta lemak dalam tubuh mampu menghambat hormon yang diperlukan untuk berovulasi. 

Artikel Lainnya: Telat Haid Sebulan, Pertanda Apa?

Stres juga dapat menyebabkan masalah ketidakseimbangan hormon di tubuh Anda. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur

Obat pelancar haid memang efektif melancarkan menstruasi selama diminum sesuai anjuran dokter.

Akan tetapi, sebelum meminum obat, tidak ada salahnya jika Anda terlebih dahulu mencoba menerapkan gaya hidup sehat.

Anda bisa menjaga berat badan seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Cari tahu informasi kesehatan lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

5 Komentar