Sukses

5 Tanda Limfadema yang Perlu Anda Waspadai

Ada beberapa tanda limfadema atau bengkak pada lengan dan tungkai yang perlu diwaspadai. Yuk, simak beberapa kondisi di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Pembengkakan yang pada umumnya terjadi pada salah satu atau kedua lengan maupun tungkai perlu Anda waspadai. Kondisi ini biasa disebut dengan istilah limfadema atau limfedema (Lymphedema). Agar lebih waspada, ada baiknya Anda pun memahami apa saja tanda limfadema yang mungkin terjadi.

Kenali penyebab dan gejala limfadema

Pada umumnya, limfadema disebabkan oleh sulitnya pembuangan zat sisa sirkulasi pada sistem limfa tubuh, yang termasuk bagian sistem daya tahan tubuh. Hal ini menyebabkan cairan limfa sulit mengalir dengan baik, hingga menyebabkan pembengkakan cairan yang membuat lengan maupun tungkai mengalami berbagai tanda dan gejala seperti:

  • Bengkak pada sebagian atau seluruh lengan maupun tungkai, termasuk jari tangan dan kaki.
  • Rasa berat atau kencang pada area tubuh yang terlibat.
  • Lingkup pergerakan yang terbatas.
  • Rasa nyeri maupun tidak nyaman.
  • Infeksi berulang.
  • Pengerasan dan penebalan kulit (fibrosis).

Bengkak yang disebabkan oleh limfadema bervariasi, dari ringan dan bisa tidak disadari, hingga terjadinya perubahan secara drastis yang menyebabkan lengan maupun tungkai sulit digunakan dan digerakkan.

Namun, ada kondisi di mana limfadema yang disebabkan oleh terapi radiasi karena kanker tidak akan terjadi setelah dimulainya terapi.

Bagaimana dengan limfadema yang perlu Anda waspadai? Berikut ini adalah tanda-tandanya:

  1. Pembengkakan lengan dan atau tungkai yang menetap.
  2. Pembengkakan lengan dan atau tungkai yang sudah ada sebelumnya, namun tiba-tiba membesar secara drastis.
  3. Pembengkakan lengan dan – atau – tungkai yang tidak dapat kempes kembali, meskipun setelah bangun tidur.
  4. Pembengkakan lengan dan atau tungkai yang jika ditekan, akan menimbulkan  bekas pada lekukan jari.
  5. Pembengkakan lengan dan atau tungkai yang mengubah penampakan kulit menjadi keras dan tidak elastis, sehingga sulit mencubitnya menggunakan dua jari.

Limfadema yang menetap pada lengan dan atau tungkai dapat memicu beberapa komplikasi serius seperti infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri (selulitis), dan infeksi pada pembuluh limfa (limfangitis). Luka sekecil apa pun pada area yang terlibat dapat menjadi pintu masuk sebuah infeksi.

Kemudian, ada limfangiosarkoma, yakni kanker langka pada jaringan lunak  yang merupakan akibat dari limfadema yang tidak ditangani. Salah satu tandanya adalah warna biru-kemerahan atau keunguan pada kulit yang mengalami pembengkakan.

Cegah limfadema dengan cara ini

Bagaimana cara mencegah terjadinya limfadema? Tedapat beberapa upaya yang bisa dilakukan, seperti:

  • Lindungi lengan dan tungkai Anda. Jika terjadi luka, tangani segera. Gunakan alat pelindung diri jika menggunakan peralatan tajam.
  • Istirahatkan lengan dan tungkai pada fase pemulihan. Setelah terapi radiasi pada kanker, disarankan untuk tetap melakukan olahraga dan peregangan, jika sudah diperbolehkan oleh dokter.
  • Tinggikan posisi lengan atau tungkai lebih dari posisi jantung. Lakukan hal ini, terutama setelah mengalami cedera.
  • Hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat. Jika Anda sudah mengalami limfadema, mintalah dan ingatkan tenaga medis untuk mengukur tekanan darah pada lengan lainnya yang tidak bengkak.
  • Jaga kebersihan lengan dan tungkai. Jadikan kesehatan kulit dan kuku Anda sebuah prioritas, perhatikan adanya perubahan atau keretakan pada kulit yang dapat menyebabkan infeksi. Dan jangan lupa, gunakan alas kaki setiap beraktivitas.

Jika Anda mengalami limfadema atau pembengkakan bagian tubuh seperti di lengan dan atau tungkai, waspadai beberapa tanda limfadema di atas. Tetap jaga kebersihan setiap saat, serta lakukan upaya pencegahan supaya limfadema tidak semakin parah, agar aktivitas sehari-hari juga dapat dilakukan dengan leluasa. Dengan demikian, Anda pun terbebas dari komplikasi lain.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar