Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Inovasi Baru Tingkatkan Harapan Hidup Penderita Kanker Payudara

Inovasi Baru Tingkatkan Harapan Hidup Penderita Kanker Payudara

Sebuah inovasi baru disebut bisa meningkatkan kualitas dan harapan hidup penderita kanker payudara di Indonesia. Inovasi macam apa?

Klikdokter.com, Jakarta Masyarakat tentu tahu bahwa kanker – dalam hal ini kanker payudara – biasa diatasi dengan pengobatan kemoterapi. Pengobatan tersebut dilakukan untuk menonaktifkan sel kanker. Dengan demikian harapan hidup penderita kanker payudara bisa lebih panjang. Sayangnya, kemoterapi memiliki beragam efek samping yang cukup mengganggu kondisi pasien kanker.

Hal ini karena efek “membunuh” kemoterapi dilakukan secara menyeluruh. Akibatnya, baik sel kanker maupun sel tubuh yang sehat, sama-sama terkena imbasnya. Bagian tubuh yang sel-selnya cepat membelah diri – seperti rambut, kulit, dan saluran pencernaan – pun ikut rusak, bahkan mati. Itulah mengapa, penderita kanker identik mengalami kebotakan rambut dan masalah efek samping lain, seperti mual muntah, diare, serta penyakit kulit.

Gabungan terapi, solusi untuk membunuh sel kanker

Jika ingin membunuh sel kanker dengan lebih tepat sasaran tanpa mengutak-atik sel yang sehat dan mengurangi sedikit efek samping terhadap sel tubuh yang sehat, solusi lainnya ialah dengan terapi target. Namun, jika bisa menggabungkan kedua metode tersebut agar pengobatan kanker semakin efektif, mengapa tidak?

Itulah yang membuat PT Roche Indonesia kemudian mencoba mewujudkan inovasi terbaru terkait pengobatan kanker payudara stadium lanjut dan ganas (kanker payudara HER2-Positif) di Indonesia, yaitu Trastuzumab emtansine.

Konferensi pers diselenggarakan pada Rabu 28 Agustus 2019 di Hotel Raffles, Karet Kuningan, Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri dua pakar medis, yakni Dr. dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM selaku Konsultan Divisi Hematologi dan Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM serta Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM selaku Wakil Ketua Pusat Onkologi Indonesia (POI).

Sebelumnya, perlu diketahui juga, pada tahun 2018, 58.256 wanita Indonesia didiagnosis kanker payudara. Di tahun yang sama pula, sebanyak 22.692 wanita meninggal akibat kondisi tersebut.

Demi mengurangi angka itu, dunia medis dituntut untuk memberikan solusi yang lebih jitu dalam menangani persoalan kanker. Dan salah satu solusinya, Trastuzumab emtansine.

1 dari 2 halaman

Mengenal Trastuzumab emtansine

Trastuzumab emtansine adalah antibody-drug conjugate yang bekerja sebagai obat tunggal. Dalam satu obat ini, kemoterapi dan terapi target disinergikan. Obat ini dirancang untuk menargetkan protein HER2 secara spesifik dan juga menghancurkan sel kanker dari dalam “tubuh” sel kanker itu sendiri.

Karena obat itu akan langsung masuk dan bereaksi di dalam sel-sel kanker, otomatis, kerusakan pada sel atau jaringan normal lainnya dapat berkurang. Dengan kata lain, jaringan normal tidak terkena imbasnya.

Nah, karena kerusakan sel sehat berkurang, hasilnya efek samping yang dihasilkan dari pengobatan kanker juga makin bisa diminimalkan.

Selain itu, obat Trastuzumab emtansine pun memberikan harapan hidup penderita kanker payudara hingga 30,9 bulan (3,5 tahun). Obat ini juga mampu menunda perburukan penyakit hingga 9,6 bulan. Perpanjangan waktu seperti itu tentu sangat berarti bagi penderita kanker beserta anggota keluarganya.

Kendati dapat membunuh atau menonaktifkan sel kanker tanpa merusak jaringan tubuh yang sehat, Dr. dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM mengatakan, hingga saat ini, pengobatan kanker masih belum bisa menjanjikan kesembuhan 100 persen. Selain itu juga belum bisa dipastikan tidak ada lagi kekambuhan di masa mendatang.

“Tujuan pengobatan kanker dengan obat ini adalah untuk memperpanjang harapan hidup penderita kanker payudara, menghilangkan cancer pain-nya, menghilangkan sumbatan-sumbatan yang kerap terjadi akibat penyebaran sel kanker, serta meningkatkan kualitas hidup mereka. Andai kata pasien itu harus meninggal, setidaknya mereka tidak meninggal dalam kondisi yang kritis,” jelas dr. Andhika.

Kemudahan untuk pasien kanker

Kabar baik lainnya, dikatakan Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM, pengobatan Trastuzumab emtansine telah masuk dalam skema pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional di 41 negara sejak 6 tahun yang lalu. Hal itu tentunya dapat mengurangi beban ekonomi, psikologis, dan psikososial yang mesti ditanggung masyarakat.

“Sementara di Indonesia, kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk menemukan cara agar pasien kanker di Indonesia dapat mengakses pengobatan kanker payudara HER2-positif secara optimal. Terutama, model pembiayaan yang ideal, entah itu dengan sharing cost dan lain sebagainya,” tutur dr. Cosphiadi.

Dihadirkannya pengobatan kanker dengan Trastuzumab emtansine oleh Roche Indonesia diharapkan dapat meningkatkan harapan hidup serta kualitas kesehatan penderita kanker payudara di Tanah Air. Dan semoga saja, inovasi tersebut juga dapat segera diakses masyarakat dengan proses yang mudah dan biaya yang terjangkau.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar