Sukses

Inilah Gejala Dispepsia yang Jarang Disadari Penderita

Dispepsia adalah penyakit yang menyerang perut bagian atas. Kenali gejala dan tanda-tandanya agar bisa melakukan antisipasi sejak dini.

Klikdokter.com, Jakarta Dispepsia adalah gangguan pada perut bagian tengah atas sekitar ulu hati yang sifatnya berulang dan kronik. Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele, karena bisa membuat penderitanya mengalami rasa sakit yang luar biasa yang pada akhirnya menurunkan kualitas hidup secara menyeluruh. Untuk itu Anda perlu mengenali beragam gejala dispepsia agar bisa mencegahnya sejak awal.

Dikatakan oleh dr. Arina Heidyana dari KlikDokter, dispepsia bisa terjadi karena adanya gaya hidup tidak sehat, termasuk juga pola makan yang tidak teratur dan buruk. 

“Bila seseorang sering melewatkan jam makan siang atau memiliki jadwal makan yang tidak teratur, dispepsia bisa dengan mudah menyerang lambung. Selain itu, mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman bersoda terlalu sering juga meningkatkan risiko dispepsia,” tambah dr. Arina. 

Apa saja gejala dispepsia?

Gejala dispepsia mirip dengan keluhan penyakit lambung lain. Penderita biasanya akan merasakan nyeri pada ulu hati, mual dan ada rasa ingin muntah. Selain itu, penderita dispepsia juga bisa mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Mudah kenyang

Penderita dispepsia biasanya akan merasa mudah kenyang meski hanya mengonsumsi sedikit makanan. Bahkan, perut akan terasa lebih begah dan penuh ketika makan dengan porsi yang normal. 

  • Sensasi terbakar di dada

Penderita dispepsia juga biasanya akan merasakan sensasi terbakar di dada atau yang lebih dikenal dengan istilah heartburn. Menurut dr. Arina, keluhan ini akan terasa tepat setelah makan dan dapat bertahan selama beberapa jam. 

 “Jika Anda mengalami heartburn, hindari rebahan di kasur atau posisi duduk membungkuk. Kedua posisi ini justru menambah rasa sakit yang diakibatkan oleh heartburn. Lebih baik duduk tegak, dan usahakan untuk tetap relaks,” tambah dr. Arina. 

  • Sering serdawa

Karena adanya peningkatan asam lambung, tidak heran jika penderita dispepsia juga lebih sering berserdawa. Jika tidak dilakukan, gas yang menumpuk di perut akan menyebabkan terjadinya kembung dan begah.

Mengobati dispepsia

Untuk mengobati masalah dispepsia, dokter biasanya akan menganjurkan penderita untuk mengubah pola makan dan gaya hidup menjadi lebih sehat. 

“Makan sedikit demi sedikit dan kunyah makanan secara perlahan bisa membantu mencegah dan mengatasi masalah dispepsia. Sebab, makanan yang dikunyah dengan baik akan membantu usus mencerna menjadi lebih baik lagi,” tutur dr. Arina.

Supaya pengobatan dispepsia benar-benar efektif, cara lain yang juga perlu diterapkan adalah sebagai berikut:

  • Hindari berbaring setelah makan. Anda bisa menunggu setidaknya dua sampai tiga jam setelah makan untuk kembali tertidur.
  • Hindari minuman yang bersoda dan mengandung alkohol, karena mampu meningkatkan kadar asam lambung.
  • Luangkan waktu untuk berolahraga setidaknya 30–60 menit dalam sehari. Olahraga mampu menjaga metabolisme tubuh dengan baik, dan memaksimalkan kinerja saluran pencernaan

Jika keluhan terkait gejala dispepsia tidak menunjukkan adanya perbaikan setelah menjalankan cara-cara di atas, segera periksakan kondisi Anda ke dokter. Jangan anggap sepele, sebab dispepsia yang dibiarkan tidak teratasi bisa menyebabkan timbulnya luka pada lambung. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin saluran pencernaan Anda akan mengalami gangguan yang sangat fatal.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar