Sukses

Hati-hati, Bau Mobil Baru Bisa Pengaruhi Kesehatan Anda!

Katanya, bau mobil baru itu itu bahaya buat kesehatan. Memangnya, ada apa, sih, dengan bau mobil baru? Mengandung gas beracunkah?

Klikdokter.com, Jakarta Tak bisa dimungkiri bahwa benda baru memiliki aroma yang khas, tak terkecuali mobil. Ya, soal bau mobil baru memang ada yang menyukainya dan ada juga yang tidak. Namun, hati-hati bila Anda termasuk yang menyukainya. Pasalnya, dilansir dari kompas.com, bau mobil baru itu berasal dari senyawa volatile organic compound (VOC) yang berbahaya dan bisa pengaruhi kesehatan Anda.

Anda yang menyukai bau mobil baru mungkin mendapatkan kenyamanan tersendiri setelah menciumnya.

Sebab, saat mencium aroma tertentu, saraf penciuman hidung akan mengirimkan informasi sensorik ke area otak yang berperan dalam memproses emosi dan membentuk ingatan. Bisa saja, bau mobil baru memberikan kesan kemewahan, sehingga Anda menyukainya.

Dampak gas VOC bila terhirup lama

Menyukai aroma tertentu bukan sebuah masalah. Tapi bisa jadi masalah, jika aroma yang disukai ternyata mengandung senyawa berbahaya, seperti VOC.

VOC berasal dari campuran bahan yang digunakan untuk membuat interior mobil, seperti poliuretan atau poliester, brominated flame retardants (BFR), kromium, timbal, cat, plastik, dan sealant atau perekat.

Apabila terus-menerus menghirup gas VOC, terutama pada orang yang sensitif, dapat menimbulkan sakit kepala, gangguan pernapasan (sesak napas), serta nyeri otot dan sendi. Bahkan, menurut dr. Putri Novika Anggraeni dari KlikDokter, gas VOC juga dapat mengiritasi mata dan kulit.

Kabar baiknya, dr. Putri mengatakan bahwa segala risiko di atas hanya bisa terjadi apabila Anda terpapar dalam waktu yang lama alias bertahun-tahun. Jika Anda hanya terpapar sebentar, umumnya tidak akan sampai menimbulkan masalah kesehatan.

Sementara, tak mungkin bila bau mobil baru bertahan hingga bertahun-tahun. Jadi, kemungkinan Anda untuk keracunan memang kecil.

Meski kecil, tapi bukan berarti tak mungkin terjadi, terutama bila Anda sensitif. Jika sejak awal Anda memang memiliki gangguan pernapasan dan hendak berkendara dengan mobil baru, dr. Putri menyarankan untuk memakai masker pelindung.

Jika tak ada masker pelindung, maka ada baiknya penderita gangguan pernapasan membuka kaca jendela agar sirkulasi udara bisa lebih baik dan tak hanya menghirup udara dari dalam mobil saja. Apabila telanjur sesak napas akibat menghirup gas VOC, sebaiknya penderita segera keluar dari mobil baru tersebut dan beristirahat dulu di lingkungan yang lebih aman.

Hindari masuk ke mobil yang panas

Gas VOC memang akan hilang seiring berjalannya waktu. Namun ternyata, dia bisa muncul kembali apabila mobil dalam keadaan panas.

Misalnya saja, saat Anda memarkirkan mobil di parkiran yang tak beratap pada siang hari yang terik dan selama berjam-jam. Otomatis, mobil akan panas, bukan?

Nah, bila Anda langsung masuk ke dalam mobil yang panas seperti itu dan langsung berkendara, maka Anda akan menghirup gas VOC.

Untuk mencegah gas tersebut muncul, ada baiknya Anda jangan langsung masuk dan berkendara di dalam mobil yang panas. Buka dulu jendela mobil lebar-lebar untuk mengurangi gas VOC.

Ibu dengan bayi sebaiknya juga mematuhi anjuran ini. Pasalnya, menghirup gas beracun, seperti gas VOC dari mobil, dapat menyebabkan kurangnya oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Bila kondisi ini dialami bayi, masalah kesehatan yang dikenal dengan istilah asfiksia tak bisa dihindari lagi.

Asfiksia sendiri adalah kondisi di mana tubuh bayi kekurangan pasokan oksigen. Akibatnya, bayi tersebut akan mengalami kesulitan bernapas, lesu, kulit kebiruan dan pucat, denyut jantung melambat, kejang, hingga kehilangan kesadaran. Oleh sebab itu, jangan masuk dulu sampai kondisi mobil tak panas lagi, ya.

Meski sepele, bau mobil baru ini tetap harus diperhatikan. Pasalnya, pada orang yang sensitif dan sedari awal sudah memiliki gangguan kesehatan, dia tak butuh bertahun-tahun untuk terkena efek negatif dari gas VOC. Begitu pula pada bayi, sebab gas beracun ini bisa muncul kembali saat mobil dalam keadaan panas. Jadi, saat bersama bayi Anda, jangan buru-buru masuk ke dalam mobil yang panas.

[MS/ RVS]

1 Komentar