Sukses

Kenali 5 Fase Serangan Jantung Saat Olahraga

Orang yang sedang olahraga juga bisa mengalami serangan jantung. Ini dia fase yang akan dialami oleh orang tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Olahraga adalah salah satu cara untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Meski demikian, bukan berarti Anda akan sepenuhnya aman saat sedang melakukan aktivitas sehat tersebut. Sebab, bagi orang-orang yang rentan, olahraga tertentu dapat memicu terjadinya serangan jantung.

Salah satu contoh serangan jantung saat olahraga yang mungkin masih terngiang di telinga adalah kasus yang menimpa eks kipper Real Madrid, Iker Casillas. Dirinya mengalami serangan jantung saat berlatih dengan timnya, FC Porto, pada bulan Mei lalu.

Casillas saat itu sedang berlatih intensif dengan timnya guna menyongsong final Piala Portugal. Ia kemudian “ambruk”, karena mengalami serangan jantung. Beruntung, saat kejadian tersebut, ia sedang berada di dekat tim medis klub sehingga bisa segera ditangani dengan tepat.

Berkaca pada kasus tersebut, serangan jantung ternyata tidak pilih-pilih dalam mengincar korbannya. Mereka yang rutin olahraga bahkan juga memiliki risiko mengalami kondisi ini.

“Pada saat seseorang olahraga, kerja jantung akan meningkat. Ini membuat risiko serangan jantung juga meningkat,” tutur dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

Risiko serangan jantung memang jauh lebih besar pada orang yang tidak biasa berolahraga dibanding dengan mereka yang memang sudah rutin melakukannya. Pada orang yang tidak biasa berolahraga, risiko serangan jantung meningkat hingga 50 kali lipat.

1 dari 2 halaman

Mengenal fase serangan jantung saat olahraga

Saat olahraga, serangan jantung memiliki fase atau tingkatan yang bisa diperhatikan dengan saksama. Dengan mengetahui fase ini, seseorang bisa menyelamatkan dirinya sendiri saat kondisi mematikan ini akan terjadi.

Berikut adalah fase serangan jantung saat olahraga:

1. Nyeri dada

Ini adalah tanda pertama dan paling mudah untuk dikenali. Rasa nyeri biasanya terjadi di dada sebelah kiri, dan terasa seperti ditekan dengan kuat.

Apabila Anda mengalami kondisi ini saat sedang olahraga, segera hentikan aktivitas dan bawa diri ke pusat kesehatan terdekat.

"Nyeri dada itu dianggap salah satu tanda di mana pembuluh darah pada permukaan jantung terjadi penyempitan," ujar dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter.

2. Sulit bernapas

Fase selanjutnya adalah kesulitan bernapas. Ini karena nyeri dada yang terjadi akibat serangan jantung akan terasa seperti ditindih benda yang sangat berat.

"Sulit bernapas bisa terjadi akibat efek dari nyeri di dada. Biasanya dada terasa seperti tertekan atau ditindih oleh sesuatu yang berat. Jika sudah sampai pada tahap ini, sebaiknya hentikan aktivitas olahraga yang sedang dilakukan," kata dr. Nabila.

3. Rasa sakit menjalar ke lengan dan punggung

Rasa sakit ini cukup khas sebagai penanda bahwa Anda terkena serangan jantung. Lengan dan punggung Anda akan terasa sakit berbarengan dengan terjadinya nyeri di dada.

"Saat sudah terjadi nyeri di dada, hal yang menunjukkan bahwa Anda mengalami serangan jantung adalah ketika sudah disertai rasa sakit yang menjalar ke lengan kiri dan punggung. Karena hal ini, Anda bisa sangat lemas," ucap dr. Nabila.

4. Pingsan

Kondisi akhir dari serangan jantung pada orang yang sedang berolahraga adalah pingsan.

“Anda bisa ambruk seketika jika serangan jantung sudah mencapai tahap ini," ungkap dr. Nabila.

5. Jantung berhenti bekerja

Ini adalah akibat fatal dari serangan jantung yang tidak segera mendapat pertolongan medis. Jantung akan berhenti bekerja, sehingga kematian tak bisa dihindari lagi.

Selain adanya fase-fase yang telah disebutkan, serangan jantung juga mungkin diiringi dengan terjadinya pandangan berkunang-kunang dan tubuh terasa panas. Keadaan ini bisa terjadi di awal atau di tengah-tengah sebelum akhirnya pingsan.

Sejatinya, serangan jantung adalah kondisi berbahaya yang bahkan bisa terjadi pada orang yang sedang olahraga. Waspadalah, dan pahami setiap fase serangan jantung yang mungkin terjadi. Jangan mengalami salah satu fase tersebut, jangan terlambat untuk membawa diri ke dokter, karena pertaruhannya adalah nyawa.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar