Sukses

6 Kiat Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Mengatasi kaki bengkak saat hamil sebenarnya tak sulit, asal Anda tahu caranya. Yuk, simak kiat jitunya di bawah ini!

Klikdokter.com, Jakarta Kaki bengkak saat hamil merupakan keluhan yang kerap dirasakan oleh ibu hamil. Hal ini sering menimbulkan kekhawatiran tersendiri dan membuat hati tak tenang. Bagaimana cara mengatasi kaki bengkak saat hamil tersebut?

Hamil dan pembengkakan

Selama kehamilan, tubuh memang memproduksi lebih banyak cairan tubuh dan darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh ibu hamil sendiri dan juga calon bayi yang sedang bertumbuh dan berkembang di dalam tubuh Ibu. Adanya faktor perubahan hormon juga menyebabkan adanya cairan berlebih di dalam tubuh ibu.

Rahim ibu yang membesar dan menekan pembuluh darah ibu juga dapat menyebabkan cairan tertumpuk di beberapa area tubuh. Hal ini terjadi karena proses pengembalian darah ke jantung menjadi sedikit tersendat.

Penambahan cairan ini juga diperlukan untuk membuat tubuh menjadi lebih lembut, sehingga dapat membesar sesuai dengan perkembangan bayi di dalam rahim Ibu. Selain itu, penambahan cairan juga diperlukan agar jaringan dan persendian di daerah jalan lahir juga dapat siap untuk proses persalinan.

Penambahan cairan dan darah di dalam tubuh ini menyebabkan pembengkakan dapat terjadi dan terlihat di hampir seluruh bagian tubuh, terutama di bagian-bagian tubuh dengan jaringan yang longgar seperti wajah, kaki, pergelangan kaki, dan tungkai bawah.

Mengatasi kaki bengkak pada ibu hamil

Pembengkakan tubuh ibu hamil mulai dapat diamati dan dirasakan pada saat memasuki bulan kelima dan biasanya akan semakin kentara pada saat memasuki trimester ketiga yaitu pada bulan ke-7, ke-8 dan ke-9. Nah, berikut ini adalah kiat mengatasi kaki bengkak saat hamil yang perlu Anda terapkan:

1. Makan dengan cermat

Makanan yang ibu konsumsi dapat berpengaruh terhadap munculnya bengkak. Mengonsumsi pisang dan menghindari kafein dapat menjadi taktik pamungkas untuk mengurangi bengkak. Selain itu, minumlah 10 gelas setiap harinya dan hindari asupan garam yang berlebih.

2. Perhatikan aktivitas

Ibu perlu untuk tetap aktif setiap harinya dengan aktivitas ringan seperti berjalan ringan, bersepeda statis, atau berenang. Namun, hindari aktivitas yang terlalu berat dan melelahkan, misalnya berdiri untuk waktu yang lama

3. Kompres dingin saat suhu tinggi

Hindari udara yang terlalu panas di luar rumah dan jika kaki sudah bengkak, gunakan kompres dingin di daerah yang bengkak untuk mengurangi pembengkakan.

4. Berpakaian dengan nyaman

Ketika beraktivitas, gunakanlah pakaian yang longgar, sepatu yang nyaman, kaos kaki dan kompresi atau bawahan ketat untuk mendukung tungkai bawah. 

Hindari menggunakan bawahan yang ketat di daerah pergelangan kaki dan sebaiknya tidak menggunakan aksesoris yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di kaki ketika membengkak.

5. Strategi beristirahat

Istirahatlah sebanyak mungkin dengan kaki diangkat dan diluruskan. Tidurlah dengan menyamping ke sebelah kiri untuk mengurangi tekanan pada pembuluh darah  yang menyebabkan gangguan aliran balik darah dari tubuh bagian bawah ke jantung.

6. Senam kaki

Pada saat ibu sedang duduk atau berdiri, cobalah lakukan senam kaki yang ringan untuk meningkatkan aliran darah balik ke jantung dan mengurangi pembengkakan di pergelangan kaki, serta mencegah kram kaki.

Senam ringan tersebut dapat berupa menekuk dan meregangkan kaki ke atas dan ke bawah sebanyak 30 kali atau memutar kaki membentuk lingkaran sebanyak 8 kali searah jarum jam dan 8 kali dengan arah kontra jarum jam.

Pembengkakan pada kaki saat hamil sebenarnya akan menghilang ketika ibu sudah melahirkan dan secara normal terjadi secara perlahan-lahan. Namun, jika terjadi pembengkakan secara tiba-tiba di wajah, tangan, atau kaki yang disertai dengan sakit kepala, gangguan penglihatan, rasa nyeri di bawah iga, atau adanya muntah, maka pembengkakan ini harus diwaspadai.

Sebab, kondisi kaki bengkak saat hamil ini mungkin tidak normal dan menjadi pertanda adanya pre-eklampsia. Ibu perlu segera menghubungi dokter kandungan dan kehamilan untuk pemeriksaan darah dan urine sebagai bentuk penanganan awal dari mengatasi kondisi tersebut.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar