Sukses

Jangan Lakukan Ini Saat Kulit Terbakar Sinar Matahari

Kulit terbakar sinar matahari sehingga terasa tidak nyaman? Jangan tambah penderitaan, dengan menghindari lakukan hal ini!

Klikdokter.com, Jakarta Tidak ada satu orang pun yang ingin merasakan penderitaan akibat kulit terbakar sinar matahari. Selain sensasi perih dan nyeri di area yang terkena, terjadinya kondisi ini juga menuntut penderitanya untuk tidak melakukan tindakan tertentu.

Perlu diketahui, kulit terbakar sinar matahari terjadi akibat paparan ultraviolet berlebih. Kondisi ini dibagi menjadi tiga derajat keparahan: ringan, sedang, dan berat. 

Pada derajat ringan, sensasi nyeri yang terjadi biasanya hanya sedikit dan keluhan akan sembuh dalam 3–5 hari. Pada kulit terbakar derajat sedang, sensasi nyeri lebih terasa dan membutuhkan waktu sekitar 1 minggu untuk sembuh. Nah, pada kasus dengan derajat berat, kulit akan tampak sangat merah, melepuh dan terasa amat nyeri. 

Apapun derajat kulit terbakar yang terjadi, keluhan tersebut mesti segera diobati dengan tepat. Jika tidak dan Anda malah melakukan hal-hal yang salah, keluhan bisa bertambah parah dan waktu penyembuhan yang dibutuhkan lebih lama lagi.

Adapun hal-hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan saat mengalami kulit terbakar sinar matahari, yaitu:

  1. Menggunakan pakaian yang ketat pada kulit yang terbakar

Normalnya, tubuh akan merespons trauma dengan meningkatkan peredaran darah ke area tersebut guna membantu penyembuhan. Hal ini akan menghasilkan kemerahan dan sensasi hangat di area terkait.

Apabila Anda menggunakan pakaian ketat, proses tersebut tidak akan berlangsung optimal. Kondisi yang justru akan muncul adalah pembengkakan hingga melepuh.

  1. Menggunakan petroleum jelly pada kulit yang terbakar

Petroleum jelly dapat menahan panas pada kulit, sehingga tidak baik untuk kulit yang terbakar. Oleh karena itu, hindari penggunaan gel ini pada kulit saat terjadi luka bakar. Sebagai gantinya, gunakan produk lidah buaya yang memiliki sifat mendinginkan dan antiradang.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Meletakkan es batu pada kulit yang terbakar

Meletakkan es batu secara langsung pada kulit yang terbakar tidak dianjurkan oleh medis. Akan lebih baik bila Anda menggunakan handuk dingin yang lembap untuk ditempelkan pada kulit yang terbakar. Bila dilakukan selama 10–15 menit beberapa kali dalam sehari dan diikuti dengan penggunaan pelembap, proses penyembuhan bisa berlangsung lebih cepat.

  1. Mandi air panas

Air panas dapat menambah iritasi kulit yang telah rusak akibat terbakar sinar matahari. Oleh sebab itu, mandilah dengan air dingin yang dapat membantu meringankan peradangan. 

Segera setelah mandi, keringkan dengan menepuk handuk secara perlahan agar kelembapan tidak hilang. Setelah itu, aplikasikan pelembap untuk menahan air pada kulit dan meringankan kekeringan akibat luka bakar.

  1. Memecahkan lepuh yang ada

Lepuh merupakan respons alami tubuh untuk membantu proses penyembuhan dan mencegah infeksi. Dengan memecahkan lepuh, risiko infeksi dan nyeri akan meningkat. 

Apabila lepuh pecah dengan sendirinya, bersihkan dengan sabun yang lembut dan air. Aplikasikan pula krim antibiotik dan tutup lepuh yang pecah tersebut dengan perban kasa yang tidak melekat.  

2 dari 3 halaman

Selanjutnya (2)

  1. Menggaruk atau mencoba melepaskan kulit yang mengelupas

Kulit yang mengelupas pertanda bahwa proses penyembuhan dimulai. Dengan menggaruk atau mencoba melepaskan, kondisi kulit malah akan bertambah parah. 

Lebih baik biarkan mengelupas secara alami. Tambahkan pelembap untuk membantu proses penyembuhan.

  1. Kurang minum

Kulit yang terbakar akan meningkatkan risiko dehidrasi, karena cairan tubuh dibawa ke permukaan kulit dan hilang. Untuk itu, orang yang mengalami luka bakar perlu memperbanyak konsumsi cairan dari biasanya agar terhindar dari risiko tersebut. 

  1. Menggunakan produk mengandung alkohol

Alkohol dapat menghilangkan minyak alami kulit. Saat dioleskan pada kulit yang terbakar, proses penyembuhan akan mengalami hambatan. 

Lebih baik lakukan ini

Daripada melakukan perilaku yang bisa menambah penderitaan, akan lebih baik bila Anda melakukan hal ini untuk mempercepat proses penyembuhan:

  • Hindari paparan sinar matahari.
  • Dinginkan kulit dengan mandi air dingin atau menggunakan handuk yang lembap.
  • Aplikasikan krim atau spray lidah buaya pada area yang terkena luka bakar.
  • Konsumsi banyak air putih untuk mendinginkan kulit dan mencegah dehidrasi.
  • Konsumsi obat antinyeri, seperti parasetamol atau ibuprofen bila perlu.
  • Lindungi kulit yang terbakar dari paparan sinar matahari langsung hingga sembuh sepenuhnya.

Selain itu, Anda juga perlu segera berobat ke dokter jika mengalami kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Kulit melepuh atau bengkak.
  • Suhu tubuh terlalu tinggi atau tubuh gemetar.
  • Merasa sangat lelah, pusing dan kesakitan.
  • Sakit kepala dan kram otot.
  • Kulit terbakar terjadi pada bayi atau anak-anak.
  • Mengalami kulit terbakar derajat berat atau komplikasi yang serius.

Pada kebanyakan kasus, kulit terbakar sinar matahari dapat sembuh dengan sendirinya. Jangan sungkan untuk berobat ke dokter jika mengalami kulit terbakar derajat berat, keluhan bertambah parah meski sudah diobati, atau terjadi berulang berulang kali.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar