Sukses

Cara Tepat Mengobati Bisul pada Penderita Diabetes

Jangan salah, mengobati bisul pada penderita diabetes itu berbeda dengan orang biasa. Agar tak makin parah, ini panduannya.

Klikdokter.com, Jakarta Permasalahan kulit dan diabetes ternyata menjadi dua hal yang saling berhubungan. Bahkan menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, 79 persen penderita diabetes memiliki keluhan di kulitnya, termasuk soal bisul. Tentu saja dalam hal ini, cara mengobati bisul pada penderita diabetes perlu perhatian khusus.

Dalam medis, bisul diartikal sebagai salah satu bentuk infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, bakteri memang lebih senang “tinggal” dan menyerang darah yang manis, sehingga penderita diabetes akan lebih sering bisulan dengan keluhan yang lebih lebih sulit dihilangkan.  

Hal itu diperburuk oleh kondisi penderita diabetes yang rentan terkena infeksi kulit akibat fungsi pembuluh darah yang menurun, serta kekebalan tubuh yang lebih rendah. Oleh sebab itulah, cara mengobati bisul pada penderita diabetes tidak boleh sembarangan.

Cara mengobati bisul pada penderita diabetes

Dikatakan dr. Dyah Novita – atau dr. Vita – cara pertama untuk mengobati bisul pada penderita diabetes adalah dengan cara menjaga agar bisul tersebut tidak sampai pecah.

“Kebanyakan orang memaksakan diri supaya bisul bisa segera pecah agar cepat sembuh. Tapi, itu tidak berlaku untuk penderita diabetes. Kalau bisul sampai pecah, masalahnya justru bisa semakin parah,” jelas dr. Vita. 

Di dalam bisul, lanjut dr. Vita, terdapat nanah yang mengganggu. Itulah sebabnya orang-orang suka gemas memecahkan gumpalan nanah agar cepat kempis. Namun, jika penderita diabetes melakukan hal serupa, luka bisul malah akan semakin membusuk dan sulit sembuh. Luka yang membusuk itu pun bisa mencetuskan permasalahan kulit yang lain. 

“Ketimbang penderita diabetes memecahkan bisul supaya cepat kempis, lebih baik segera bawa ke dokter kulit untuk mendapatkan treatment yang lebih tepat agar bisul bisa kempis dengan sendirinya. Intinya, penderita diabetes tidak boleh memecahkan bisul sendiri, apalagi mengoreknya dengan tujuan membersihkan,” dr. Vita menegaskan. 

Lalu, bagaimana jika bisul pada penderita diabetes telanjur pecah tanpa disengaja? Berdasarkan penuturan dr. Vita, Anda bisa mengompresnya dengan cairan rivanol agar luka tidak semakin parah. Tapi ingat, penderita diabetes tetap harus memeriksakan bisul tersebut ke dokter setelahnya. 

Tips agar bisul tak semakin parah pada penderita diabetes

Sebenarnya, bisul maupun infeksi kulit lain hanya berbahaya bagi penderita diabetes yang tidak mengontrol kadar gula darah dengan baik. Ketika kadar gula darah terus-menerus tinggi, fungsi sel darah putih juga terganggu. Alhasil, tubuh tidak mampu melawan kuman penyakit dengan sempurna sehingga infeksi akan semakin berat. 

Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga berkaitan dengan sirkulasi darah yang buruk. Pada kondisi ini, pengantaran nutrisi dan oksigen menuju luka akan terhambat sehingga penyembuhan akan berlangsung sangat lama. Jika luka bisul tak kunjung sembuh, bukan tak mungkin jika saraf-saraf, khususnya pada kaki dan tangan, menjadi rusak. 

Maka dari itu, cara mencegah bisul agar tidak semakin parah pada penderita diabetes adalah dengan selalu mengontrol kadar gula darah dengan baik. Perhatikan pola makan dan rutin minum obat yang telah diberikan oleh dokter.

Tak cukup dengan itu, Anda juga wajib menjaga kebersihkan kulit dengan rajin mandi dan rutin mengganti pakaian. Hindari menutupi bisul dengan concealer, apalagi menyentuhnya tangan yang masih kotor.

Pada dasarnya, mengobati bisul pada penderita diabetes bukan berfokus pada pecah dan keluarnya nanah. Namun, bisul yang dialami penderita diabetes mesti kempis dengan sendirinya melalui treatment yang diberikan oleh dokter. Jadi, jika Anda adalah penderita diabetes yang bisulan, jangan berinisiatif mengatasinya sendiri. Lebih baik segera berobat ke dokter dan mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar