Sukses

Mata Sering Bintitan Akibat Sering Konsumsi Makanan Berlemak?

Gemar konsumsi makanan berlemak telah dikaitkan dengan banyak gangguan kesehatan. Apakah mata jadi sering bintitan salah satunya?

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu mitos yang kerap terdengar soal mata sering bintitan adalah karena suka mengintip. Namun ada pula pendapat lain yang mengatakan bahwa hobi konsumsi makanan berlemak juga bisa menyebabkan mata jadi sering bintitan. 

Bintitan (stye atau istilah medisnya adalah hordeolum) terjadi akibat penyumbatan kelenjar minyak di kelopak mata. Munculnya bisa di luar maupun di dalam kelopak mata. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Bahkan biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu.

Sering bintitan, akibat banyak konsumsi makanan berlemak?

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter tidak ada hubungan antara makanan berlemak dengan bintitan pada mata. 

“Bintitan itu 95 persennya disebabkan karena adanya infeksi bakteri Staphylococcus pada kelenjar minyak di kelopak mata. Bintitan juga bisa disebabkan oleh kurangnya kebersihan pada area mata,” ungkapnya.

Selain akibat infeksi bakteri, dr. Resthie Rachmanta, M.Epid, dari KlikDokter juga menambahkan bahwa bintitan juga bisa terjadi akibat adanya peradangan kronis yang terjadi di tepi kelopak mata.

Beberapa kondisi lainnya yang diketahui juga dapat memicu timbulnya bintitan adalah, blefaritis, riwayat bintitan sebelumnya, masalah kulit seperti jerawat atau dermatitis seboroik, hingga diabetes.

Gejala mata bintitan

Terkadang mata bintitan bisa muncul tiba-tiba tanpa Anda ketahui gejala awalnya. Meski demikian, dengan memahami tanda-tanda awal di bawah ini, Anda bisa mewaspadai bintitan yang akan muncul.

  • Peradangan lokal pada kelopak mata yang ditandai dengan rasa nyeri, hangat, bengkak dan berwarna kemerahan. Peradangan tersebut sering terjadi pada kelopak mata bagian atas. 
  • Muncul bengkak yang cukup besar sehingga menghalangi pandangan. Terkadang penderita juga mengeluhkan penglihatan buram.
  • Riwayat keluhan mata yang serupa sebelumnya.
1 dari 2 halaman

Pengobatan mata bintitan

“Jika Anda gemar menggunakan makeup setiap harinya, pastikan Anda mengganti produk kosmetik setiap enam bulan sekali. Jangan lupa untuk membersihkan alat rias secara rutin, misalnya kuas perona mata, supaya tidak ada penumpukan kelenjar minyak sehingga memicu bintitan,” kata dr. Dyah.

Selain itu, cara lainnya yang juga perlu Anda lakukan adalah:

  • Rutin membersihkan wajah

Membersihkan wajah dengan teknik double cleansing bisa mencegah bintitan muncul. Pertama-tama, bersihkan wajah dengan micellar water atau milk cleansing. Lalu, cuci wajah dengan air mengalir dan sabun cuci muka. Setelahnya, gunakan toner dan gunakan produk perawatan kecantikan yang biasa Anda pakai lainnya.

Jika Anda tak punya ritual kecantikan khusus, hanya dengan rajin mencuci muka sehabis beraktivitas sudah cukup untuk mencegah bintitan timbul.

  • Cuci tangan sebelum menyentuh area mata

“Tangan adalah salah satu tempat kuman bersarang. Tanpa Anda sadari, mungkin Anda sering menyentuh, menggaruk, atau mengucek mata dengan kondisi tangan yang kotor. Jika ini sering terjadi, tak heran mata sering bintitan,” lagi, kata dr. Dyah.

Untuk mencegahnya, hindari menyentuh area mata. Jika diperlukan, cuci tangan terlebih dulu dengan sabun dan air mengalir untuk membersihkan virus maupun bakteri yang mungkin menempel.

  • Kompres hangat

Ditambahkan oleh dr. Valda Garcia dari KlikDokter, mengompres mata dengan air hangat juga bisa membantu.

“Cara tersebut dapat membantu membuka saluran kelenjar pada kelopak mata yang tersumbat,” jelas dr. Valda.

Lakukan kompres dengan kapas kosmetik yang sudah direndam dalam air hangat, peras, lalu tempelkan di kelopak mata dengan posisi mata tertutup. Saran dr. Valda, lakukan langkah ini empat kali sehari selama 5-10 menit.

Mungkin karena kebiasan memencet jerawat, bisul, atau mengeluarkan komedo sendiri, banyak yang “penasaran” dan ingin memecahkan benjolan bintit di mata. Satu hal yang pasti, Anda tidak boleh mengutak-atik bintit pada mata.

“Bintitan dapat mengeluarkan nanah. Sekalipun Anda melihat ada nanah berupa titik putih di tengah-tengah benjolan, jangan berusaha mengeluarkannya. Alih-alih menyembuhkan, tindakan tersebut justru bisa memperberat peradangan,” ujar dr. Resthie.

Mata bintitan disebabkan oleh infeksi bakteri maupun peradangan kronis yang terjadi di tepi kelopak mata, jadi bukan karena sering konsumsi makanan berlemak. Oleh karena itu, jagalah kebersihan mata supaya mata bebas bintitan. Jika sudah 2 minggu bintitan tak juga hilang, baiknya periksa ke dokter spesialis mata karena bisa jadi itu bukan bintitan, melainkan kalazion.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar