Sukses

Kenali Ciri Obat Kedaluwarsa

Selain khasiat dalam menyembuhkan penyakit berkurang, obat kedaluwarsa bisa menyebabkan komplikasi. Kenali apa saja ciri obat kedaluwarsa!

Klikdokter.com, Jakarta Mengetahui beragam ciri obat kedaluwarsa adalah hal yang penting sebelum Anda meminum obat. Pasalnya, meminum obat yang sudah lewat tenggat waktunya berpotensi mengganggu kesehatan Anda. Bukannya sembuh, bisa jadi Anda justru mendapat “bonus” penyakit.

Ketidaktelitian membaca tanggal kedaluwarsa pada kemasan membuat kasus pasien mengonsumsi obat kedaluwarsa masih saja terjadi. Beberapa waktu lalu, viral berita tentang seorang ibu hamil bernama Novi Sri Wahyuni yang melaporkan Puskesmas Kelurahan Kamal Muara terkait kasus pemberian obat kedaluwarsa. Ia melaporkan puskesmas bersangkutan karena mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi obat yang diberikan kepadanya. 

Tanggal kedaluwarsa dalam obat merupakan hari terakhir di mana pasien dapat menjamin keamanan suatu obat untuk dikonsumsi. Biasanya, Anda dapat menemukannya pada label kemasan obat yang biasanya bersamaan dengan tanggal pembuatan dan dosis anjuran penggunaan obat. 

Masa kedaluwarsa biasanya ditentukan setelah perusahaan melaporkan dan mendaftarkan obat ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Biasanya, masa kedaluwarsa obat bervariasi, tapi yang paling umum adalah 12-60 bulan dari tanggal produksi obat. 

Bagaimana ciri obat kedaluwarsa?

Seperti dijelaskan dr. Tia Setyawati Benny Agustin dari KlikDokter, ciri-ciri obat kedaluwarsa sebenarnya cukup sulit untuk diketahui, terlebih jika obat itu berbentuk kapsul dan tablet.  

Obat yang bentuknya tablet biasanya akan lebih sulit dideteksi jika sudah kedaluwarsa. Namun ciri yang paling bisa dilihat itu kalau kemasannya sudah rusak dan tidak sebagus di awal saat Anda beli. Kemudian dilihat juga bentuk dan warna obat. Jika bentuk dan warnanya sudah berubah, berarti obat itu sudah tidak layak lagi untuk diminum,” ujar dr. Tia.

Selain itu, dikutip dari salah satu artikel KlikDokter, menurut ketua umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Nurul Falah Eddy Pariang, tampilan obat tablet yang sudah retak juga bisa menjadi ciri lainnya obat tersebut telah kedaluwarsa. 

“Beberapa obat akan menjadi retak dan tak lagi utuh saat mengalami kerusakan. Biasanya karena terlalu lama terpapar sinar matahari. Nyatanya, obat yang telah terekspos sinar matahari sedikit banyak telah kehilangan khasiatnya,” kata Nurul Falah. 

Berbeda dengan obat tablet, obat dengan bentuk sirup lebih mudah untuk dikenali jika sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Cirinya yang paling mudah dikenali adalah aroma yang sudah berubah dari pertama Anda membeli obat tersebut. 

Jika obat sirup yang biasanya memiliki aroma manis, tapi kemudian aromanya berubah menjadi asam – atau tidak memiliki aroma sama sekali – bisa jadi obat Anda telah rusak karena kedaluwarsa.

Selanjutnya, perubahan tekstur juga bisa menjadi ciri obat Anda telah kedaluwarsa. Obat sirup yang telah kedaluwarsa biasanya berbentuk lebih kental dan ada cairan yang terpisah. 

“Cairan terpisah ini bentuknya seperti lapisan yang terjadi antara minyak dan air. Jika obat sirup yang Anda konsumsi memiliki tekstur seperti ini, sebaiknya segera buang agar tidak terminum oleh anggota keluarga lainnya,” tutur dr. Tia Setyawati. 

1 dari 2 halaman

Amankah minum obat yang sudah kedaluwarsa?

Seperti disampaikan dr. Valda Gracia dari KlikDokter, aman tidaknya konsumsi obat yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa sangat dipengaruhi oleh jenis obat itu sendiri. 

“Menurut beberapa studi, obat yang berbentuk tablet dan kapsul itu cenderung stabil jika dikonsumsi saat masa kedaluwarsanya sudah lewat,” ujar dr. Valda.

Sedangkan jenis obat dalam bentuk cairan serta obat yang harus disimpan di dalam kulkas, tidak baik untuk dikonsumsi setelah melewati tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan. Ini karena khasiat dan potensi obat tersebut tidak dapat dijamin sepenuhnya. 

“Yang pasti, obat yang warnanya sudah berubah dan menggunakan pengawet, sebaiknya tidak lagi digunakan karena lebih berisiko ditumbuhi bakteri. Jika ini sampai terjadi, bukan tak mungkin Anda mengalami keluhan diare dan mual setelah mengonsumsi obatnya,” ujar dr Valda. 

Dia menambahkan, ada beberapa obat yang sebaiknya segera dibuang jika sudah melewati masa kedaluwarsa. Misalnya, insulin, vaksin, produk darah, obat tetes mata, dan beberapa jenis antibiotik. 

Itulah beberapa ciri obat kedaluwarsa yang harus Anda perhatikan. Meskipun tidak semua obat kedaluwarsa memberikan efek samping, mengonsumsi obat yang telah kedaluwarsa tidaklah dianjurkan, karena sudah tidak berkhasiat untuk pasien. Jadi, jangan lupa untuk mengecek tanggal kedaluwarsa obat sebelum Anda meminumnya. 

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar