Sukses

Bahaya Terinfeksi Rubella Saat Hamil

Rubella adalah salah satu penyakit yang harus diwaspadai saat hamil, mengingat dampaknya yang ditimbulkan pada janin. Apa sajakah bahayanya?

Klikdokter.com, Jakarta Rubella, atau disebut juga campak Jerman, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Meskipun gejalanya cenderung ringan, infeksi rubella saat hamil bisa memberikan dampak yang luar biasa fatal.

Dikenal dengan gambaran ruam yang memiliki warna merah, rubella benar-benar harus dihindari oleh ibu hamil. Untuk itu, para ibu hamil harus tahu cara mencegah infeksi rubella agar tidak menyebabkan bayi lahir cacat.

Seputar penyakit rubella

Rubella merupakan penyakit yang mudah menular lewat percikan lendir dari saluran pernapasan, contohnya ketika penderita sedang batuk atau bersin. Amerika Serikat telah mendeklarasikan diri sebagai negara yang bebas dari penyakit rubella. Sedangkan di Indonesia, penyakit rubella masih kadang ditemukan pada praktik sehari-hari.

Nah, berikut ini adalah gejala-gejala yang ditimbulkan ketika terjangkit penyakit rubella:

  • Demam ringan yang suhunya tidak terlalu tinggi
  • Nyeri kepala
  • Hidung berair
  • Mata merah
  • Nyeri otot 
  • Pembesaran kelenjar getah bening leher dan belakang leher
  • Muncul ruam merah di tubuh. Ruam bermula di wajah dan dengan cepat menyebar ke tubuh, kemudian tangan dan kaki. Ruam menghilang dengan sekuens pola yang sama dengan kemunculannya.

Gejala akut saat terinfeksi rubella umumnya berlangsung hanya selama 3-5 hari, sekalipun virus umumnya masuk ke tubuh sejak 2-3 minggu sebelumnya.

Ya, rubella sesungguhnya tergolong penyakit yang ringan bagi populasi umum (selain wanita hamil), bahkan lebih ringan dari campak biasa. Sering kali rubella terjadi tanpa disadari, khususnya ketika diderita oleh orang berusia dewasa.

Seorang penderita rubella akan dapat menyebarkan kuman selama 1-2 minggu sebelum ruam muncul. Penderita masih akan bersifat “infeksius” sampai 1-2 minggu setelah ruam menghilang.

Bahaya terinfeksi rubella saat hamil

Seorang wanita yang merencanakan untuk hamil sebaiknya mengetahui status vaksinasi rubella yang pernah diperolehnya. Bila belum pernah terinfeksi maupun mendapatkan vaksin MMR (Measles, Mumps, dan Rubella), maka sangat direkomendasikan agar dilakukan suntik vaksin.

Hal ini disebabkan karena rubella sangat berbahaya bagi wanita hamil dan janin yang dikandungnya. 

Komplikasi ini akan semakin berat ketika infeksi rubella terjadi pada awal masa kehamilan, terutama pada 12 minggu pertama (trimester 1 kehamilan). Ketika terinfeksi dalam periode tersebut, kemungkinannya sangat besar untuk menularkan penyakit pada janin dan menyebabkan kecacatan.

Kecacatan yang terjadi pada janin akibat infeksi rubella pada ibu hamil trimester pertama terdiri dari serangkaian kelainan, yang dikelompokkan sebagai ‘sindrom rubella kongenital’. Sindrom ini bisa terdiri dari 1 atau lebih masalah-masalah berikut:

  • Retardasi mental
  • Katarak
  • Ketulian
  • Gangguan pada jantung
  • Kecacatan intelektual
  • Berat badan lahir rendah
  • Gangguan pada organ-organ lain, misalnya hati dan limpa.

Selain risiko mengalami gangguan-gangguan di atas, ada pula risiko keguguran atau bayi lahir dalam keadaan meninggal. Meskipun bahaya terbesar adalah ketika terinfeksi pada trimester pertama, infeksi pada saat kehamilan memasuki trimester 2 maupun 3 juga tetap bisa berbahaya.

Demikianlah bahaya yang dapat terjadi ketika ibu hamil terinfeksi rubella. Dampak infeksi rubella saat hamil begitu berat, karena terkait dengan munculnya serangkaian kecacatan yang berlangsung permanen. Tak terhindarkan, pencegahan terhadap rubella harus dilakukan setiap wanita sebelum dinyatakan hamil.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar