Sukses

Jangan Dilakukan! Ini Bahaya Makan sambil Berenang!

Topik bahaya makan sambil berenang viral beberapa hari ini. Pasalnya, bocah berusia 7 tahun meninggal akibat hal itu. Bagaimana bisa?

Klikdokter.com, Jakarta Unggahan di Facebook terkait topik bahaya makan sambil berenang sempat viral beberapa hari ini. Pasalnya, dilansir dari kompas.com, seorang bocah berusia 7 tahun di Jakarta Barat meninggal dunia akibat ada makanan yang masuk ke paru-parunya saat ia makan sambil berenang.

Pada awalnya, orang tua mengira bahwa si anak yang kembali naik ke permukaan dan langsung tiduran di kursi akibat merasa kelelahan karena berenang. Ternyata, bukannya kelelahan, si anak justru sudah tak bernapas.

Saat Anda berlibur bersama keluarga untuk berenang, pernahkah Anda memperhatikan seseorang menyantap makanan saat ia menepi berenang? Terkadang orang tersebut lalu mulai berenang lagi padahal makanan di mulut belum juga dikunyah.

Maka ketika terdengar berita seorang anak meninggal akibat makan sambil berenang – setelah disuapi orang tuanya - masyarakat langsung kaget. Bahkan muncul pertanyaan bernada heran mengapa hal tersebut bisa berakibat fatal.

Berita tragis itu pun mendapat tanggapan dari dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter. Menurutnya, makan sambil berenang memang sebaiknya tak dilakukan oleh siapa pun, baik anak-anak maupun orang dewasa. Larangan tersebut tentu bukan tanpa sebab.

Mengapa tidak boleh makan sambil berenang?

Menurut dr. Ega, saat berenang, biasanya Anda akan menggunakan pernapasan mulut.

Nah, ketika bernapas menggunakan mulut di dalam air, koordinasi sistem pernapasan menjadi kacau. Jika koordinasi sistem pernapasan yang agak kacau itu diganggu lagi dengan makanan yang masuk, risikonya bisa sangat fatal, minimal Anda bisa tersedak,” jelasnya.

Sebenarnya, tak perlu sampai melakukannya di dalam air. Sebab, melakukan pernapasan mulut di darat saja sudah dapat menimbulkan risiko. Saat dilakukan di dalam air, tentu risiko tersedak akan jauh lebih tinggi.

Sekadar informasi, makanan yang dikonsumsi si anak tersebut saat berenang adalah sushi. Ada kemungkinan, korban tak mengunyahnya dengan benar, sehingga potongan sushi ditelannya besar-besar dan kemudian menutup jalan napasnya.

“Ketika jalan napas tertutup oleh makanan yang berukuran besar, maka korban akan langsung sesak dan kesulitan bernapas, tanpa harus batuk-batuk terlebih dahulu,” tambah dr. Ega.

Apalagi korban masih berusia 7 tahun. Artinya, jalan napas yang dimilikinya belum sebesar milik orang dewasa, sehingga mudah sekali untuk tersumbat.

Beda halnya jika Anda tersedak sesuatu yang kecil (intinya jauh lebih kecil dari jalan napas). Anda akan mengalami batuk-batuk terlebih dahulu, sebelum kemudian merasa seperti tercekik dan kehabisan oksigen.

Apa yang bisa dilakukan saat anak tersedak?

Meski begitu, bukan berarti tersedak sesuatu yang kecil jauh lebih aman, ya. Baik tersedak sesuatu yang kecil maupun besar, keduanya memiliki risiko yang tak main-main, apalagi bila itu dialami oleh anak-anak.

Untuk itu, sebelum berdampak fatal, lakukanlah pertolongan pertama di bawah ini jika ada anak yang tersedak.

  • Kenali gejala tersedak. Umumnya, anak yang tersedak akan mengalami batuk-batuk terlebih dahulu. Jika tidak, pasti dia mengalami sesak napas atau memegang lehernya.
  • Lakukan gerakan mendesak perut ke atas (Heimlich maneuver). Peluk pasien dari belakang, lalu posisikan tangan kanan Anda bertemu dengan tangan kiri. Kemudian, genggam erat tangan kiri Anda sambil meletakkan kedua tangan tersebut di bawah tulang dada korban.Setelah itu, lakukan gerakan menekan perut korban ke arah dalam atas agar makanan atau benda asing yang masuk bisa keluar. Jika korban masih dalam keadaan sadar dan terbatuk-batuk, dukung pasien untuk terus batuk agar benda bisa keluar.
  • Rebahkan orang yang tersedak dengan posisi kepala miring ke kiri (dengan catatan korban bukan pasien trauma). Tujuannya, agar ruang pernapasan pasien tetap terjaga dan dapat mengalirkan cairan keluar dari mulut.
  • Apabila Anda pernah berpartisipasi pada pelatihan bantuan hidup dasar, lakukan perabaan pada arteri nadi karotis. Jika tak teraba, lanjutkan dengan kompresi dada.

Kini, Anda sudah tahu soal bahaya makan sambil berenang. Jangan pernah melakukannya jika tak mau tersedak dan jalan napas Anda tersumbat. Lebih baik, makan beberapa jam sebelum berenang atau sesudahnya. Agar pertolongan pertama bisa segera dilakukan, sangat penting juga bagi setiap kolam renang untuk memiliki penjaga yang memiliki pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar