Sukses

Deodoran Efektif Mengatasi Masalah Keringat Berlebih?

Apakah Anda adalah salah satu orang yang punya keluhan keringat berlebih? Lalu, apakah deodoran efektif mengatasi keringat berlebih?

Klikdokter.com, Jakarta Ketiak basah atau bau badan merupakan kondisi yang sangat memalukan bagi setiap orang. Karena itu, deodoran adalah produk yang wajib dimiliki. Menggunakan deodoran dipercaya bisa mengatasi keringat berlebih dan bau badan. Benarkah demikian?

Pada dasarnya, berkeringat merupakan hal yang normal terjadi ketika suhu tubuh meningkat. Misalnya saat berada di ruangan yang suhunya tinggi, usai berolaharaga, sakit demam, dan kondisi lainnya.

Akan tetapi, jika keringat berlebih terjadi ketika Anda sedang tidak melakukan aktivitas apa-apa atau ketika suhu ruangan normal, artinya Anda mengalami hiperhidrosis. Kondisi ini tentu mengganggu, apalagi ketika sampai memengaruhi aktivitas sehari-hari dan menurunkan kepercayaan diri Anda.

Hiperhidrosis dapat dikatakan sebagai hal yang tidak normal karena bisa menjadi pertanda adanya kondisi medis tertentu. Ini disebabkan antara lain oleh:

  • Hiperhidrosis primer

Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun dikatakan bahwa penyebab utamanya ialah faktor genetik atau keturunan. Keluhan hiperhidrosis primer meliputi keringat berlebih pada telapak tangan, telapak kaki, dan kadang-kadang pada wajah.

  • Hiperhidrosis sekunder

Penyebabnya dikaitkan dengan penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit diabetes, hipertiroid, infeksi, serangan jantung, menopause, dan kondisi medis lainnya. Biasanya pada hiperhidrosis sekunder, keringat muncul pada seluruh tubuh. 

Tentu jika yang Anda alami adalah hiperhidrosis sekunder, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyebab atau kondisi medis yang mendasarinya. Jika sudah diketahui penyebabnya maka perlu segera diatasi. Keluhan keringat berlebih pun akan berkurang atau menghilang dengan sendirinya. 

Berbeda pada hiperhidrosis primer, yang penyebabnya belum diketahui secara pasti. Keluhan keringat berlebih hanya dapat dikontrol dengan penggunaan obat agar tidak mengganggu aktivitas. 

1 dari 2 halaman

Pengobatan hiperhidrosis

Salah satu penanganan efektif untuk keringat berlebih yang mudah dan murah adalah penggunaan antiperspiran yang biasa dikenal dengan deodoran. Namun, perlu Anda ketahui bahwa deodoran dan antiperspiran tidaklah sama. 

Deodoran biasanya mengandung triklosan yang berfungsi mengurangi bakteri penyebab bau badan. Adapun antiperspiran mengandung aluminium chloride yang bekerja menghambat kelenjar keringat. Kini sudah banyak produk yang menggabungkan keduanya serta dapat dengan mudah Anda temukan di pasaran. 

Kebanyakan kondisi keringat berlebih cukup diatasi hanya dengan penggunaan deodoran yang mengandung antiperspiran. Namun, pada beberapa kasus yang tidak membaik hanya dengan penggunaan antiperspiran, maka diperlukan pengobatan lainnya, yaitu:

  • Obat antikolinergik
  • Botulinum toxin (botox). Botox disuntikkan pada daerah yang berkeringat, terutama pada ketiak. Botulinum toxin akan mengeblok saraf yang mengatur produksi keringat. 
  • Lontophoresis
  • Operasi, yaitu dengan mengangkat kelenjar keringat atau bahkan saraf. Operasi merupakan pilihan terakhir apabila cara-cara lain tidak mampu mengatasi keringat berlebih. 

Selain pengobatan di atas, Anda juga sebaiknya memperhatikan kebiasaan-kebiasan yang dapat memperburuk kondisi keringat berlebih, seperti:

  1. Hindari makanan yang pedas atau panas.
  2. Jangan memakai pakaian yang berbahan tebal, panas dan tidak menyerap keringan serta sering mengganti pakaian.
  3. Hindari stres.
  4. Hindari rokok dan alkohol.
  5. Menjaga berat badan tetap ideal.
  6. Usahakan selalu berada di ruangan yang suhunya cukup dingin.
  7. Batasi aktivitas fisik yang memicu keringat berlebih.
  8. Mandi 2 kali sehari. 

Penggunaan deodoran dapat mengatasi keringat berlebih. Dengan catatan, Anda menggunakan deodoran yang mengandung antiperspiran. Jika penggunaan deodoran dan antiperspiran yang dibarengi dengan delapan langkah di atas tak menolong Anda, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan terkait kondisi Anda.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar