Sukses

Jangan Sepelekan Bercak Putih di Mulut Bayi

Bercak putih di mulut bayi sering kali disepelekan oleh para ibu. Adakah bahaya di balik kondisi tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Bercak putih di mulut bayi menjadi salah satu kondisi yang sering luput dari perhatian setiap ibu. Adanya bercak putih tersebut sering dianggap hanya endapan ASI atau susu formula semata. Padahal, bisa saja ada sesuatu yang berbahaya di balik kondisi tersebut.

Bercak putih di mulut bayi dapat menunjukkan adanya suatu infeksi yang terjadi pada bayi Anda, yaitu infeksi jamur di rongga mulut yang dalam bahasa medis disebut dengan kandidiasis oral atau kandidosis.

Apa penyebab infeksi jamur di mulut bayi?

Perlu diketahui juga, di dalam rongga mulut manusia terdapat banyak sekali flora normal atau mikroorganisme dan umumnya tidak membahayakan. Flora normal tersebut justru membantu menghambat perkembangan patogen yang jahat.

Salah satu jenis flora normal yang berkembang di dalam mulut dan bisa memberi keuntungan pada manusia adalah jamur Candida. Akan tetapi, dalam waktu-waktu tertentu, jamur ini juga dapat menyebabkan kerugian, yaitu sebagai sumber penyebab terjadinya kandidiasis oral.

Kandidiasis oral merupakan infeksi jamur Candida (Candida albicans) yang menyerang rongga mulut. Namun tidak hanya itu, sebenarnya infeksi jamur Candida juga dapat meluas hingga ke kulit, kuku, maupun saluran pencernaan.

Ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadinya infeksi jamur di rongga mulut bayi, antara lain adalah:

  • Adanya trauma atau sariawan di sekitar rongga mulut. 
  • Penurunan produksi air liur. 
  • Mukosa mulut yang mengalami atropi. 
  • Kurang terjaganya kebersihan rongga mulut. 
  • Penularan dari payudara ibu yang sedang terinfeksi atau tidak terjaganya kebersihan payudara ibu.

Selain itu, risiko terjadinya infeksi jamur di rongga mulut juga dapat meningkat pada bayi yang memiliki status gizi buruk (malnutrisi), sedang menjalani pengobatan steroid jangka panjang, atau sedang menggunakan antibiotik spektrum luas.

Bercak putih di mulut bayi sebagai tanda infeksi jamur

Infeksi jamur di rongga mulut pada bayi dapat bersifat asimptomatik atau tidak menunjukkan gejala yang menonjol. Biasanya, gangguan ini akan diawali bayi yang tampak rewel dan tidak nyaman saat menyusu. Setelah itu, barulah ibu akan sadar jika ada sesuatu di dalam rongga mulut bayi.

Bercak atau lesi putih tebal seperti keju akan tampak di dalam mulut. Apabila Anda mencoba untuk mengeroknya, bercak putih tersebut akan sulit untuk terangkat. Jika dapat terangkat pun, biasanya akan disertai dengan darah pada dasar dinding rongga mulut. 

Komplikasi dari infeksi jamur di rongga mulut bayi sebenarnya jarang terjadi. Akan tetapi, bila tidak ditangani dengan baik, maka infeksi dapat meluas hingga ke daerah kerongkongan yang dapat menyebabkan bayi kesulitan untuk minum ASI atau susu.

Hal tersebut tentu saja dapat berakhir dengan menurunnya berat badan, melemahnya daya tahan tubuh, hingga kondisi dehidrasi pada bayi.

Untuk mengatasi infeksi jamur di rongga mulut bayi, diperlukan terapi antijamur. Pada bayi yang memiliki bercak putih tidak terlalu parah, antijamur topikal dapat digunakan. Sedangkan pada kondisi berat, seperti infeksi yang meluas, kombinasi dengan obat antijamur yang bersifat sistemik dapat diberikan.

Namun Anda juga harus hati-hati. Meski banyak obat antijamur yang dijual secara bebas, tetapi menggunakan obat antijamur haruslah di bawah pengawasan dokter.

Agar infeksi jamur di rongga mulut ini dapat dicegah, maka Anda harus rajin menjaga kebersihan rongga mulut bayi dengan cara rutin membersihkannya dengan kassa yang dibasahi dengan air hangat atau menggunakan sikat gigi lembut khusus bayi. 

Selain itu, apabila payudara ibu sedang terluka atau infeksi, sebaiknya rawat luka dengan baik sehingga infeksi kedua tidak terjadi dan tidak menularkannya pada bayi.

Ternyata, bercak putih di mulut bayi dapat menjadi tanda adanya infeksi jamur di rongga mulutnya. Oleh sebab itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan rongga mulut bayi dan mengetahui tanda awal dari infeksi tersebut. Pengobatan infeksi ini juga tidak boleh sembarangan, perlu di bawah pengawasan dokter agar dapat penanganan yang tepat.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar