Sukses

Kentut Vagina, Perlukah Dikhawatirkan?

Jangan salah sangka, kentut tak hanya dari anus, tapi kentut vagina pun ada. Perlukah kondisi ini dikhawatirkan?

Klikdokter.com, Jakarta Sering menjadi pertanyaan bagi banyak orang, bagaimana mungkin vagina bisa kentut? Bukankah kentut hanya bisa dari anus? Nyatanya, kentut vagina memang bisa terjadi. Kini yang menjadi pertanyaan, perlukah hal itu dikhawatirkan para wanita?

Ya, kentut vagina memang ada dan itu bisa terjadi pada beberapa wanita. Dalam bahasa lainnya, kentut vagina disebut dengan queef. Kalau Anda membayangkan bahwa ada bunyi yang keluar dari vagina seperti kentut biasa, ya, memang begitu adanya.

Namun, kentut vagina tidak terjadi begitu saja. Dalam kata lain, ada pemicunya. Paling sering, kentut vagina terjadi ketika Anda sedang berhubungan seksual.

Memang masih banyak wanita yang belum mengetahui hal ini. Mungkin beberapa pernah mengalaminya, tapi mengabaikannya karena dianggap bukan masalah besar. Akan tetapi, hal ini memang kerap terjadi ketika sedang berhubungan seksual.

Perlukah khawatir jika itu terjadi?

Bagi para wanita, jangan dulu panik ketika mengalami kentut vagina. Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, kentut vagina saat berhubungan seksual disebabkan adanya udara yang terperangkap di dalam vagina saat terjadinya penetrasi penis.

"Suara-suara seperti buang angin mungkin merupakan suara angin yang keluar karena posisi bercinta Anda dan pasangan. Pada posisi tertentu, udara dapat terkumpul di rongga vagina karena penetrasi penis yang seperti gerakan memompa. Seringnya berganti posisi saat berhubungan seksual juga meningkatkan kejadian keluarnya angin dari vagina," jelas dr. Alvin.

Seperti menurut penjelasan dr. Alvin di atas, sebenarnya Anda tidak perlu khawatir jika mengalaminya. Di sisi lain, menurut Profesor Mary Jane Minkin, MD, seorang profesor klinis kebidanan dan kandungan di Yale Medical School, Amerika Serikat, kentut vagina sama sekali tidak berbahaya dan tidak memiliki konsekuensi kesehatan.

"Kentut vagina tidak memiliki konsekuensi kesehatan," jelas Prof. Mary Jane Minkin seperti dilansir dari womenshealthmag.com.

Ini perlu diketahui sebagai pengetahuan yang jelas, terutama bagi wanita. Jika sampai mengalami kentut vagina, Anda tidak perlu panik secara berlebih karena memang ada mekanisme yang bisa menjelaskan itu.

Bisakah kentut vagina karena hal lain?

Harus diketahui juga bahwa kentut vagina ternyata terjadi tidak hanya ketika berhubungan seksual. Wanita pun bisa mengalaminya saat tidak berhubungan seksual.

Wanita yang berpeluang mengalaminya adalah yang baru saja melahirkan. Akan muncul sensasi seperti ada yang bergerak di perut dan kemudian vagina mengeluarkan bunyi.

Hal itu terjadi karena otot dasar panggul vagina yang melemah. Terutama bagi Anda yang melahirkan dengan proses normal.

"Proses persalinan normal memang dapat menyebabkan otot dasar panggul vagina menjadi lemah atau kerap disebut secara awam dengan 'kekendoran' vagina. Semakin banyak melahirkan anak melalui jalan lahir (vagina), maka semakin besar kemungkinan vagina berkurang kekencangannya," kata dr. Alvin.

"Hal tersebut merupakan proses alami. Lalu, apakah Anda sebelumnya sudah pernah melahirkan? Jika belum, maka tentunya hal ini bukanlah penyebab kentut vagina," lanjutnya.

Pada wanita dengan otot dasar panggul yang melemah aklibat proses melahirkan normal dapat melakukan senam kegel sebagai latihan untuk memperkuatnya kembali. Kata dr. Alvin, Anda juga dapat mempraktikkan senam kegel untuk menjaga kekencangan vagina.

Memang, kentut vagina adalah hal yang masih jarang terjadi dan tidak semua wanita mengalaminya. Tapi kini, kalau Anda mengalaminya, Anda sudah tahu apa itu sebenarnya dan penyebabnya, sehingga tidak perlu terlalu khawatir.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar