Sukses

Mengapa Bekas Luka Operasi Caesar Harus Segera Dirawat?

Saat proses persalinan normal bermasalah, maka operasi Caesar harus segera dilakukan. Namun ingat, bekas lukanya pun butuh perawatan khusus.

Klikdokter.com, Jakarta Operasi Caesar merupakan pilihan yang harus dilakukan karena mungkin adanya masalah pada saat proses persalinan, sehingga tidak dapat dilakukan persalinan normal dan harus dilakukan tindakan. Namun, ternyata proses penyembuhan operasi Caesar membutuhkan waktu lebih lama dan dapat menimbulkan masalah lain jika tidak dirawat dengan baik.

Proses pemulihan operasi Caesar dapat membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu, sehingga akan cukup menguras fisik si ibu yang baru melahirkan. Demi mempercepatnya, terutama untuk bekas lukanya, banyak orang mencoba berbagai cara.

Hal yang perlu diperhatikan pada bekas luka operasi Caesar

Pemulihan bekas luka operasi Caesar dapat berbeda-beda pada setiap orang. Selain itu, perawatan bekas luka operasi Caesar juga membutuhkan perhatian khusus.

Sama seperti operasi lainnya, pemulihan tubuh setelah operasi Caesar biasanya membutuhkan waktu hingga enam minggu. Setelah menjalani prosedur operasi, wajar jika Anda mengalami bengkak, kemerahan, dan nyeri pada area sekitar bekas luka operasi.

Namun, hal yang paling perlu diperhatikan selama pemulihan luka bekas operasi adalah tanda-tanda infeksi.

Menurut the Australian and New Zealand Journal of Obstetrics and Gynaecology, sekitar 2-15 persen bekas luka operasi Caesar dapat mengalami infeksi. Oleh sebab itu, Anda perlu memperhatikan tanda-tanda pada bekas luka operasi Caesar berikut:

  • Pembengkakan, kemerahan, dan nyeri pada area sekitar bekas luka
  • Keluarnya cairan atau nanah dari bekas luka operasi
  • Perdarahan yang keluar dari vagina
  • Nyeri atau pembengkakan pada kedua tungkai
  • Rasa tidak nyaman pada area perut
  • Demam
1 dari 2 halaman

Pentingnya merawat bekas luka operasi Caesar

Jika tidak ada komplikasi setelah pelaksanaan operasi Caesar, biasanya Anda dapat diizinkan pulang ke rumah setelah empat hari. Dari sini, perawatan bekas luka harus sangat Anda perhatikan untuk mencegah terjadinya infeksi.

Bekas luka operasi sebaiknya dijaga tetap bersih dan tanyakan kepada dokter berapa lama harus ditutup perban. Usai perban tersebut boleh dibuka, bersihkan bekas luka operasi dengan sabun dan air bersih yang mengalir.

Sebaiknya hindari terlebih dahulu mandi dengan air hangat, berenang, atau menggunakan pakaian yang terlalu ketat. Aktivitas juga sebaiknya dihindari jangan terlalu berat.

Namun, terkadang beberapa orang masih mengeluhkan rasa nyeri pada area bekas luka operasi. Pada sebagian orang, bekas luka operasi juga dapat berkembang menjadi keloid.

Keloid sendiri merupakan pertumbuhan bekas kulit yang luka melebihi batas luka tersebut. Keloid biasanya akan terlihat menonjol, mengilat, dan dapat memiliki warna yang bervariasi, seperti merah jambu, merah daging, dan cokelat gelap.

Selain itu, keloid juga bisa menimbulkan rasa gatal hebat yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan pada kasus yang parah, keloid dapat mengurangi elastisitas kulit.

Meski bekas luka operasi Caesar umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, tapi tentu saja jauh lebih baik jika ada tindakan pencegahan yang bisa dilakukan. Untuk mencegahnya dengan lebih efektif, bisa dengan mengaplikasikan gel atau krim pada area bekas luka.

Pengaplikasiannya bisa dimulai pada 3-4 minggu setelah operasi Caesar. Untuk mencapai hasil yang optimal, pengaplikasian gel dianjurkan secara konsisten 6-12 bulan usai tindakan operasi Caesar. Meski demikian, sebaiknya konsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda.

Salah satu gel perawatan luka di kulit yang dapat Anda gunakan adalah Dermatix Ultra. Secara klinis, gel ini terbukti dapat menghilangkan bekas luka hingga 80 persen dengan penggunaan secara teratur dengan sekali usap, dua kali sehari, selama delapan minggu berturut-turut.

Semua itu berkat kandungan di dalam Dermatix Ultra, yaitu CPX Technology, Vitamin C Ester, dan Advanced Scar Formula. Kandungan tersebut dapat membantu meringankan, meratakan, dan menghaluskan bekas luka hipertrofik.

Selain penggunaan gel, parut bekas luka operasi Caesar juga bisa ditangani dengan tindakan laser, injeksi steroid, atau tindakan pembedahan.

Jadi, bekas luka operasi Caesar sebaiknya memang segera dirawat untuk menghindari terjadinya infeksi. Namun, hindari juga menggunakan atau mengaplikasikan krim atau obat apa pun tanpa adanya saran dari dokter. Alih-alih bekas luka operasi menyembuh, malah bisa bertambah parah.

[MS/RH]

0 Komentar

Belum ada komentar