Sukses

9 Gejala Pneumonia yang Dialami Pelatih Juventus Maurizio Sarri

Pelatih baru Juventus, Maurizio Sarri, dikabarkan mengidap pneumonia atau paru-paru basah. Seperti apa gejala pneumonia?

Klikdokter.com, Jakarta Jelang musim kompetisi Liga Italia Seri A musim 2019/2020 yang akan segera dimulai pada akhir pekan ini, masa persiapan tim juara bertahan, Juventus, mendapat kabar yang kurang mengenakkan. Sang pelatih, Maurizio Sarri, dikabarkan didiagnosis menderita penyakit pneumonia atau dikenal juga sebagai paru-paru basah. Lalu, seperti apa gejala-gejala penyakit tersebut?

Seperti dilansir dari Liputan6.com, kabar tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh pihak Juventus.

"Maurizio Sarri, setelah berisitrahat selama akhir pekan, hari ini (20/8) dia berada di JTC Continassa, di mana dia mengoordinasikan pekerjaan stafnya. Sayangnya, dia tidak dapat melakukan pelatihan di lapangan karena flu yang terus-menerus, yang melanda dirinya selama minggu lalu," bunyi pernyataan resmi Juventus.

"Pada sore hari, dia menjalani tes lebih lanjut yang memastikan dia menderita pneumonia dan telah melakukan terapi khusus. Pelatih telah memberi wewenang kepada klub untuk mengomunikasikan keadaan kesehatannya," tutup pernyataan Juventus.

Pada akhir pekan lalu, pelatih berusia 60 tahun yang baru bergabung ke Juventus dari Chelsea pada pertengahan Juni lalu itu telah absen mendampingi timnya dalam pertandingan pemanasan awal musim melawan Triestina. Selanjutnya, ada kemungkinan Sarri juga akan absen pada laga pertama Serie A melawan Parma.

Selama ini, Sarri yang pernah berprofesi sebagai bankir, sebelum banting setir menjadi pelatih profesional, memang dikenal sebagai seorang perokok berat. Dalam sebuah wawancara, Sarri pernah berkata jika ia bisa menghabiskan 60 batang rokok dalam satu hari.

Kebiasaan buruk itulah yang diduga kuat sebagai penyebab utama pneumonia yang dideritanya. Namun, seperti apa sebenarnya gejala pneumonia?

1 dari 3 halaman

Pneumonia dan gejalanya

Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons dari KlikDokter, pneumonia merupakan peradangan yang terjadi pada paru-paru akibat infeksi, baik oleh virus, bakteri, ataupun jamur. Hal itu menyebabkan alveolus paru-paru atau kantong udara paru terisi cairan, sehingga paru-paru pun tidak dapat bekerja secara normal.

Pada kasus yang berat, pneumonia bisa menyebabkan terjadinya gangguan aliran oksigen dari paru-paru ke pembuluh darah. Selain itu, pneumonia juga bisa terjadi pada siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Gejala yang timbul pada penderita pneumonia bisa ringan atau berat. Biasanya, bila gejala yang timbul masih tergolong ringan, penderita belum membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit.

Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku jika gejala pneumonia terjadi pada bayi, anak-anak, orang lanjut usia, atau orang dengan imunitas rendah seperti para penderita HIV. Pneumonia yang terjadi pada orang-orang ini dapat menyebabkan komplikasi dan berakibat fatal. 

Umumnya, gejala utama pneumonia adalah batuk, baik berdahak ataupun tidak. Namun selain itu, masih ada gejala-gejala lain yang sering timbul, yaitu:

  • Deman atau tubuh menggigil.
  • Nyeri dada saat bernapas.
  • Sesak napas.
  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • BAB cair.
  • Nyeri pada otot dan sendi.
  • Mudah lelah.
2 dari 3 halaman

Faktor risiko dan penanganan pneumonia

Seperti telah disebut sebelumnya, kebiasaan merokok seperti yang dilakukan Sarri diduga kuat sebagai pemicu utama pneumonia. Namun selain itu, ada juga beberapa faktor risiko lain yang dapat memicunya, yaitu:

  • Diabetes mellitus.
  • Riwayat penyakit jantung.
  • Penurunan kesadaran.
  • Sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  • Polusi lingkungan.

Pengobatan pada pasien pneumonia cukup beragam, seperti konsumsi obat-obatan atau terapi inhalasi. Hal tersebut ditentukan berdasarkan penyebabnya.

Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, maka dokter akan memberikan obat antibiotik. Sementara jika penyebabnya adalah jamur, maka dokter akan memberikan obat antijamur.

Pada penderita pneumonia yang membutuhkan pengobatan segera, maka biasanya akan diberi terapi inhalasi. Sebab, terapi ini dapat menghindari efek samping yang berkelanjutan, mengencerkan dahak yang kental dan kekuningan, dan mengatasi infeksi.

Pneumonia seperti yang kini tengah diderita Maurizio Sarri memang tidak mengenal usia dan bisa menimpa siapa saja. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali gejala dan penyebabnya. Selain itu, Anda juga harus mulai menghentikan kebiasaan merokok yang memiliki dampak sangat buruk bagi kesehatan paru-paru.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar