Sukses

Bangun Tidur Selalu Sakit Kepala, Kenali Penyebabnya

Saat bangun tidur, Anda tentu mengharapkan kondisi yang segar. Namun bagaimana bila bangun tidur justru sakit kepala?

Klikdokter.com, Jakarta Anda sering merasa sakit kepala saat bangun tidur? Kondisi ini tentu sangat mengganggu, ya. Padahal Anda mengharapkan kondisi tubuh dan pikiran menjadi jauh lebih segar saat bangun tidur.

Lalu bagaimana keadaan tersebut bisa terjadi? Apakah sering sakit kepala saat bangun tidur merupakan gejala gangguan kesehatan tertentu? Dan apa ya penyebabnya? Beragam pertanyaan tersebut tentu muncul ketika kondisi ini mulai mengganggu aktivitas harian Anda.

Bisa jadi, ini penyebabnya!

Sakit kepala yang Anda rasakan sesaat setelah bangun tidur pada umumnya hanya berlangsung singkat. Tanpa perlu minum obat khusus, rasa nyeri di kepala biasanya berangsur pulih.

Meski demikian, sakit kepala setelah bangun tidur bisa menjadi gejala Anda mengalami beberapa kondisi berikut:

1. Kesalahan dalam posisi tidur

Penyebab sakit kepala setelah bangun tidur yang paling umum adalah kesalahan posisi tidur. "Ini mengakibatkan kekakuan otot dan akhirnya kepala menjadi sakit," ujar dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

Posisi tidur yang salah biasanya terjadi akibat penggunaan bantal pada posisi yang kurang tepat. Penggunaan bantal yang tidak sesuai saat tidur dapat menyebabkan kepala dan leher dalam posisi yang kurang nyaman.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketegangan pada otot yang bisa berujung pada terjadinya sakit kepala. Untuk menghindari hal ini, Anda disarankan untuk menggunakan bantal yang dapat menopang kepala dan leher dalam posisi sejajar ketika tidur.

2. Tekanan darah rendah

Jangan bayangkan setelah bangun tidur, kondisi tubuh Anda langsung on 100%. Tubuh biasanya butuh waktu beberapa saat untuk bisa benar-benar “siap” setelah bangun tidur. Nah, salah satu masalah kesehatan yang bisa terjadi adalah tekanan darah cenderung rendah.

"Saat bangun tidur, tekanan darah Anda cenderung rendah. Tekanan darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan sakit kepala yang lumayan hebat," kata dr. Dyan Mega.

3. Kurang tidur

Anda sudah yakin bahwa tidur Anda cukup? “Kalau setelah bangun tidur kepala Anda terasa sakit, bisa jadi itu tanda Anda kurang tidur sebenarnya,” tutur dr. Dyan Mega.

Kurang tidur merupakan pemicu sakit kepala yang paling sering dikeluhkan. Sakit kepala yang terjadi dapat berupa migrain atau sakit kepala tegang (tension-type headache).

4. Mengorok

Anda yang punya kebiasaan mengorok sangat berpeluang mengalami sakit kepala setelah bangun tidur. Mengorok sendiri terjadi ketika jalan napas mengalami penyumbatan saat sedang tidur. 

Lebih lanjut lagi, mengorok dapat mengarah pada kondisi yang berbahaya jika terdapat suatu periode henti napas. Kondisi ini dikenal sebagai obstructive sleep apnea.

Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, mengorok dipercaya dapat meningkatkan risiko terjadinya sakit kepala setelah bangun tidur. Saat mengorok, aliran udara di saluran pernapasan kurang lancar, sehingga pasokan oksigen di dalam aliran darah pun berkurang. 

"Pada akhirnya, bisa terjadi penumpukan karbon dioksida dalam darah yang dapat memengaruhi aliran darah ke otak. Keadaan inilah yang akhirnya timbul menjadi gejala sakit kepala," katanya.

5. Bruxism

Bruxism adalah keadaan ketika seseorang tidur, tapi sambil menggemeretakkan gigi secara tidak sadar. Nah, hal ini dapat menyebabkan timbulnya sakit kepala setelah bangun tidur. Saat bruxism terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat menimbulkan ketegangan pada otot yang juga bisa timbul menjadi gejala sakit kepala ketika bangun tidur.

"Bruxism merupakan salah satu gangguan pada saat tidur yang dapat berhubungan dengan mengorok dan sleep apnea. Oleh karena itu, jika Anda termasuk yang kerap mengalami bruxism, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter," saran dr. Andika.

Bangun tidur selalu sakit kepala bisa menjadi gejala Anda mengalami lima kondisi di atas. Untuk itu, menjaga kualitas tidur dan menghindari stres adalah kuncinya. Ciptakan suasana tidur yang kondusif, minum air putih sebelum tidur, dan mematikan gadget. Bila Anda menderita sleep apnea, tidur dengan posisi miring bisa menjaga kualitas tidur dan mengurangi sesak napas. Jika sakit kepala bertambah parah, segera periksa ke dokter.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar