Sukses

7 Tanda Anda Kekurangan Vitamin K

Vitamin K berperan penting dalam koagulasi atau pembekuan darah. Tanda-tanda berikut menunjukkan bahwa Anda kekurangan vitamin K.

Klikdokter.com, Jakarta Jangan hanya vitamin A, B, C, dan E saja yang Anda perhatikan ya, tetapi penuhi juga kebutuhan vitamin K. Ada tanda-tanda yang perlu diwaspadai saat tubuh kekurangan vitamin K. Apa saja?

Vitamin K memainkan peran penting dalam koagulasi, lebih dikenal sebagai pembekuan darah. Pembekuan adalah proses yang membantu mencegah pendarahan yang berlebihan, baik di dalam maupun di luar tubuh.

Banyak peneliti juga percaya bahwa vitamin juga diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang, meski kaitannya masih dikaji.

Vitamin K memang memiliki beberapa bentuk, tetapi dua jenis yang paling banyak ditemukan dalam tubuh manusia adalah vitamin K1 dan K2. Vitamin K1 diperoleh dari sayuran hijau dan beberapa sayuran lainnya, sedangkan vitamin K2 sebagian besar diperoleh dari daging, keju, dan telur, dan diproduksi oleh bakteri di usus.

Bayi baru lahir lebih rentan kekurangan vitamin K

Kekurangan vitamin K pada orang dewasa jarang terjadi, lebih umum dialami bayi baru lahir. Kondisi ini disebut sebagai perdarahan akibat defisiensi vitamin K (VKDB).

Pada orang dewasa, makanan yang umum dikonsumsi mengandung kadar vitamin K1 yang cukup, serta tubuh memproduksi vitamin K2. Selain itu, tubuh juga mampu mendaur ulang suplai vitamin K di tubuh. Meski demikian, beberapa kondisi dan obat-obatan dapat memengaruhi penyerapan dan pembentukannya, sehingga bisa terjadi defisiensi.

Pada bayi, ketika ia masih di dalam kandungan, vitamin K kurang diangkut melalui plasenta, sehingga defisiensi bisa terjadi. American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa setiap bayi baru lahir menerima dosis tunggal 0,5 hingga 1 miligram vitamin K1 saat lahir.

Faktor risiko penyebab Anda kekurangan vitamin K

Meskipun kekurangan vitamin K jarang terjadi pada orang dewasa, tetapi Anda berisiko lebih tinggi jika punya beberapa kondisi di bawah ini:

  • Kekurangan gizi.
  • Minum terlalu banyak berlakohol.
  • Minum obat antikoagulan yang mencegah pembekuan darah tetapi menghambat aktivasi vitamin K.
  • Mengonsumsi antibiotik yang mengganggu produksi dan absorpsi vitamin K.
  • Overdosis vitamin A atau E.
  • Orang-orang yang punya masalah penyerapan lemak mungkin punya beberapa kondisi seperti: penyakit Celiac, Crohn, fibrosis kistik, gangguan saluran usus atau empedu, atau ada bagian dari usus yang diangkat.
1 dari 3 halaman

Tanda-tanda Anda kekurangan vitamin K

Baik anak maupun orang dewasa sama-sama berisiko mengalami kekurangan vitamin K. Beberapa tanda defisiensi vitamin K yang perlu diwaspadai antara lain:

1. Darah pada luka sulit membeku

"Biasanya tanda paling mencolok seseorang kekurangan vitamin K adalah ketika perdarahan sulit berhenti atau butuh waktu lebih lama. Darah akan terus mengucur,” terang dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Florida, Amerika Serikat, ketika darah pada luka Anda tidak membeku dengan cepat, Anda dapat kehilangan banyak darah. Ini bisa berbahaya, bahkan dapat mengancam nyawa.

2. Sering muncul memar di tubuh

"Orang yang kekurangan vitamin K sering muncul biru-biru di tubuhnya, seperti memar. Itu merupakan pendarahan di bawah kulit dan bisa berlangsung lama jika dibandingkan orang-orang yang tidak mengalami kekurangan vitamin K,” kata dr. Devia lagi.

3. Kehilangan kekuatan tulang

Vitamin K dapat berperan dalam kesehatan tulang. Ada beberapa penelitian menghubungkan mengonsumsi vitamin K dalam jumlah yang lebih besar dengan kepadatan mineral tulang yang lebih tinggi, dan risiko patah tulang pinggul yang lebih rendah.

4. Radang sendi

Pada mereka yang mengalami defisiensi vitamin K, tulang dan tulang rawan mungkin tidak akan mendapatkan semua mineral yang dibutuhkan. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa mengarah pada risiko osteoartritis atau radang sendi.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

5. Menderita penyakit celiac atau gangguan gastrointestinal lainnya

Mereka yang memiliki gangguan pencernaan tertentu atau sindrom malabsorpsi mungkin mengalami masalah dalam penyerapan vitamin K. Misalnya fibrosis kistik, kolitis ulseratif, pankreatitis kronis, penyakit radang usus, sindrom usus pendek, dan sumbatan pada saluran usus.

Selain itu, orang-orang yang pernah menjalani operasi bariatrik atau bypass lambung juga lebih berisiko mengalami defisiensi vitamin K.

6. Masalah jantung

Ketika kadar vitamin K rendah, kalsium dapat disimpan dalam jaringan lunak seperti arteri, bukannya di tulang. Ini mungkin tidak hanya berkontribusi pada tulang yang lemah, tapi bisa juga mengganggu jantung Anda. Kondisi ini disebut dengan kalsifikasi vaskular yang merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. Orang dengan penyakit ginjal kronis memiliki risiko kalsifikasi vaskular yang lebih tinggi.

7. Konsumsi obat-obatan tertentu

Obat-obatan seperti cholestyramine dan colestipol membantu menurunkan kadar kolesterol dengan mencegah penyerapan kembali asam empedu. Selama proses ini, obat-obatan jenis itu juga dapat menurunkan kemampuan penyerapan vitamin, termasuk vitamin K.

Itulah tanda-tanda Anda kemungkinan mengalami kekurangan vitamin K. Untuk mencegahnya, para ahli gizi menyarankan untuk memenuhi kebutuhan vitamin tersebut sebanyak 120 mcg pada pria dan 90 mcg pada wanita. Beberapa makanan, termasuk sayuran berdaun hijau, diketahui sangat tinggi vitamin D dan konsumsinya dapat memenuhi kebutuhan vitamin K dalam sekali makan.

(RN/ RVS)

2 Komentar