Sukses

Anak Suka Makan Mi Instan Bisa Kena Radang Usus?

Semua suka mi instan, termasuk anak-anak. Tapi, benarkah anak suka makan mi instan bisa kena radang usus?

Klikdokter.com, Jakarta Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun menggemari mi instan karena praktis dan enak. Namun di balik rasa enak itu, beberapa orang menganggap anak yang suka makan mi instan bisa kena radang usus. Benarkah anggapan tersebut?

Radang usus, atau secara medis disebut colitis, merupakan suatu kondisi di mana terjadi peradangan atau inflamasi di usus. Penyakit ini ditandai dengan adanya kerusakan sel-sel di usus akibat infeksi, gangguan imunitas, dan sebab-sebab lain.

Penyakit ini meliputi dua kondisi utama, yaitu kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. Kolitis ulseratif merupakan penyakit radang usus yang menyebabkan terjadinya peradangan kronis dan perlukaan pada lapisan terdalam usus besar dan rektum.

Sementara itu, pada penyakit Crohn, peradangan yang terjadi biasanya menyebar hingga ke dalam jaringan yang terkena dan sering mengenai area yang berbeda pada saluran pencernaan.

Mi instan dan risiko radang usus

Lantas, apakah sering makan mi instan bisa memicu radang usus pada anak? Menjawab hal tersebut, dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter menjelaskan bahwa radang usus pada anak biasanya bukan disebabkan oleh konsumsi mi instan. Sebab, radang usus lebih cenderung disebabkan makanan yang kotor atau tidak higienis.

“Radang usus sendiri sebenarnya disebabkan oleh infeksi dari makanan lain yang tidak bersih atau dimasak tidak matang. Misalnya telur setengah matang karena bakterinya banyak, makanan tidak dicuci bersih, jajan di pinggir jalan yang tidak terjamin higienitasnya,” kata dr. Devia.

"Sementara itu, kalau mi instan dimasak dengan baik, seperti airnya mendidih, pancinya bersih, itu tidak masalah sama sekali. Jadi, bukan mi instan yang menyebabkan radang usus, tapi karena kebersihan makanannya," dr. Devia menerangkan.

Dia menambahkan, mi instan bagi anak-anak sebenarnya sangat minim manfaatnya. Ini terutama karena mi instan sendiri tidak memiliki nutrisi atau nilai gizi yang penting.

"Makan mi instan relatif tidak memiliki nilai gizi yang dibutuhkan anak-anak. Selain itu, mi instan juga tinggi MSG sehingga sebenarnya buat anak-anak tidak ada gunanya," kata dr. Devia lagi.

Mengutip pendapat dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, mi instan sendiri mengandung 82% karbohidrat, sementara sisanya adalah persentase lemak dan protein yang sedikit. Hal ini membuat mi instan “miskin” kandungan gizi, sehingga tidak membawa manfaat selain rasa kenyang ketika dikonsumsi.

1 dari 2 halaman

Bahaya lain mi instan

Meski tidak sepenuhnya dilarang, konsumsi mi instan memang sebaiknya tidak berlebihan. Ada efek berbahaya dari kebiasaan memakan mi instan, yakni:

1. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Dari penelitian yang dilakukan di Korea – sebagai negara konsumen mi instan tertinggi – risiko hipertrigliseridemia lebih tinggi hampir 3 kali lipat pada mereka yang mengonsumsi mi instan lebih dari 1 porsi per bulan. 

Hipertrigliseridemia adalah peningkatan lemak jahat yang dapat menyumbat pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di jantung. Akibatnya, risiko penyakit jantung pun meningkat.

2. Memicu obesitas

Ini juga menjadi salah satu ancaman dari terlalu sering makan mi instan, apalagi jika kebiasaan ini sudah dilakukan sejak masih kanak-kanak. Sebagaimana diketahui, kandungan karbohidrat dan lemak dalam mi instan sangat tinggi, sehingga dapat memicu obesitas jika dikonsumsi terlalu sering dalam jangka waktu yang lama. 

"Sudah menjadi rahasia umum bahwa obesitas sendiri juga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi yang disebutkan di atas," kata dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter.

3. Meningkatkan risiko hipertensi

Menurut dr. Reza, konsumsi mi instan yang terlalu sering dan berlebihan dapat menimbulkan efek jangka panjang yang negatif bagi kesehatan. Salah satunya adalah risiko peningkatan tekanan darah atau hipertensi.

"Hal ini disebabkan oleh kandungan monosodium glutamate (MSG) yang banyak terdapat dalam bumbu mi instan. Kandungan sodium dalam MSG merupakan salah satu faktor yang dapat memicu hipertensi jika dikonsumsi terlalu sering. Sodium dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh, sehingga memicu terjadinya hipertensi," ujar dr. Reza.

Radang usus sebenarnya bukan disebabkan oleh konsumsi mi instan. Radang usus pada anak cenderung disebabkan oleh konsumsi makanan kotor. Namun bukan berarti jika anak suka makan mi instan lalu Anda membiarkannya begitu saja. Lebih baik, isi menu harian si Kecil dengan makanan sehat kaya serat yang baik untuk pencernaannya.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar