Sukses

Cara Mencegah Tetanus Akibat Menginjak Paku Berkarat

Waspada bila menginjak paku berkarat, karena bisa bikin tetanus! Solusinya Anda bisa mencegah tetanus dengan melakukan tindakan ini.

Klikdokter.com, Jakarta Akibat tidak memakai alas kaki saat beres-beres perlengkapan acara lomba dalam rangka HUT RI pada Sabtu (17/8) kemarin, Anda tak sengaja menginjak paku berkarat. Jika Anda tidak tahu cara mencegah tetanus dengan benar, bisa jadi Anda akan rentan terinfeksi penyakit yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani tersebut.

Bakteri tersebut biasanya hidup pada tanah, debu dan kotoran hewan. Bakteri ini mudah masuk ke dalam tubuh lewat luka dan tumbuh cepat di area yang kekurangan oksigen. Semakin dalam dan sempit lukanya – seperti luka akibat menginjak paku berkarat – akan semakin sedikit oksigen yang berada di sekitarnya. Maka kemungkinan terjadi tetanus pun akan semakin besar.

Nah, agar kaki Anda yang tertancap paku berkarat tidak berakhir mengalami tetanus, dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter punya cara yang mudah untuk dilakukan, yaitu:

  1. Cuci luka dengan air mengalir dan sabun

Pertolongan pertama mencegah tetanus adalah dengan membersihkan luka dengan air mengalir. 

“Saat luka, sebagian besar orang hanya membiarkannya saja atau langsung menutupnya dengan plester. Itu salah! Luka mesti dibersihkan dulu dengan air mengalir. Dan, khusus luka akibat paku berkarat, bersihkan juga menggunakan sabun,” jelasnya. 

Gosok dan bersihkan luka akibat tertusuk paku berkarat itu menggunakan air mengalir dan sabun selama beberapa waktu. Hindari menggosok terlalu kencang. Pelan-pelan saja, agar sabun dapat membunuh kuman dengan lebih efektif. 

“Setelah itu, keringkan dengan handuk yang bersih dengan cara ditepuk perlahan supaya tidak perih,” dr. Devia memberikan anjuran.

  1. Tutup luka dan berobat ke dokter

Lalu, perlukah memberikan luka tertusuk paku itu dengan alkohol atau cairan antiseptik povidon-iodin? Menurut dr. Devia, itu tidak perlu dilakukan. Hal yang terpenting, begitu tertusuk paku, Anda mesti langsung membersihkan luka dengan air mengalir dan sabun. Setelahnya, persiapkan diri untuk berobat ke dokter.

Namun, sebelum benar-benar pergi ke dokter, ada satu hal lagi yang perlu dilakukan, yaitu menutup luka dengan kasa atau plester luka. Ini karena telapak kaki adalah bagian yang mendapatkan gesekan dan tekanan cukup kuat saat dipakai berjalan. Maka, luka tertusuk paku di telapak kaki, apalagi jika lukanya cukup besar, perlu ditutup dengan kasa atau plester. 

“Beda halnya bila Anda terkena luka tusukan paku di bagian yang tidak terlalu bergesekan atau mendapat tekanan. Anda tak perlu menutupnya dengan kasa atau plester luka,” jelas dr. Devia. 

Kemudian, dikatakan oleh dr. Devia, sesampainya di dokter, luka akan dibersihkan lagi dan Anda akan mendapatkan Tetanus immunoglobulin (TIG).

1 dari 2 halaman

Mengenal tetanus lebih dekat

Tusukan paku berkarat pada kaki yang tidak segera diatasi bisa menyebabkan terjadinya tetanus. Ini adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri, yang memproduksi racun sehingga penderitanya akan mengalami kejang otot kronis. 

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, tetanus sangat berbahaya, tetapi mudah diatasi jika Anda teliti dan bertindak cepat.  

“Bakteri tetanus masuk ke dalam tubuh melalui luka. Nah, bakteri ini tumbuh lebih cepat di area yang sedikit oksigen. Jadi, makin dalam dan sempit luka, akan makin sedikit pula oksigen yang berada di sekitarnya. Alhasil, kemungkinan untuk terinfeksi tetanus akan bertambah besar,” tutur dr. Atika. 

Tetanus, lanjut dr. Atika, sebenarnya tak cuma dipicu oleh paku atau benda tajam berkarat lainnya. Penyakit ini juga dapat disebabkan oleh luka yang terkontaminasi kotoran atau air liur, luka bakar, prosedur dan operasi yang tidak higienis. 

Saking bahayanya tetanus, Anda yang belum pernah menerima vaksinasi tetanus saat anak-anak dan sedang mengalami luka terbuka sangat disarankan untuk menerima vaksin tersebut. Dokter mungkin akan memberikan suntikan saat perawatan pertama pada luka. 

“Lalu, Anda wajib kembali memeriksakan diri ke dokter 4 minggu setelahnya dan 6 bulan ke depan untuk melengkapi vaksinasi,” tambah dr. Atika. 

Bagi orang yang sudah telanjur kena tetanus, dokter biasanya akan meresepkan penisilin, metronidazole, atau tetrasiklin untuk pengobatan. Selain itu, dokter juga mungkin akan meresepkan antikonvulsan seperti diazepam, dan relaksan otot seperti baclofen untuk menekan sinyal saraf dari otak ke sumsum tulang belakang agar ketegangan otot mereda. 

Tetanus ternyata tidak hanya bisa terjadi akibat infeksi yang terjadi dari menginjakpaku berkarat. Lebih dari itu, ada beragam kondisi yang bisa mengakibatkan seseorang bisa terkena tetanus. Bekali diri Anda dengan cara mencegah tetanus secara benar, agar Anda bisa mengantisipasi timbulnya penyakit ini. Tindakan cepat dan pengobatan secara tepat sangat dibutuhkan untuk mencegah komplikasi akibat penyakit ini. 

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar