Sukses

Bolehkah Penderita Diabetes Suntik Filler?

Suntik filler kerap jadi pilihan perawatan kecantikan. Namun , bolehkah penderita diabetes melakukan suntik filler? Mari simak di sini.

Tren perawatan kecantikan saat ini menawarkan banyak prosedur yang dapat dilakukan untuk mempercantik diri. Salah satu prosedur yang kini banyak  dilakukan adalah suntik filler.

Suntik filler merupakan salah satu prosedur invasif minimal yang umum dilakukan di klinik kecantikan. Prosedur ini prosesnya termasuk cepat, sekitar 30 menit. 

Namun, hasil yang diberikan oleh prosedur ini hanya bersifat sementara dan bertahan sekitar empat bulan hingga satu tahun. Oleh sebab itu, prosedur filler harus rutin diulang. 

Siapa saja boleh menjalani perawatan kecantikan ini. Namun, khusus untuk penderita diabetes, apakah suntik filler aman untuk dilakukan? Ketahui lewat ulasan berikut ini.

Artikel Lainnya: Kecanduan Suntik Filler, Adakah Efek Sampingnya? 

Suntik Filler pada Penderita Diabetes

Cara kerja suntik filler adalah menyuntikkan suatu zat ke dalam tubuh untuk mengisi volume tubuh. Suntik ini dapat mengisi garis halus, lipatan, dan kerutan, sehingga tanda penuaan tersebut akan hilang. Dengan demikian, penampilan seseorang akan tampak lebih muda.  

Beberapa zat yang digunakan sebagai bahan filler adalah asam hialuronat (yang paling terkenal), kolagen, serta lemak autologous yang berasal dari tubuh. 

Biasanya, suntik dilakukan pada bagian tubuh, seperti bibir, pipi, dagu, rahang, garis antara mulut dan hidung (smile line), serta kantung mata bawah.

Setiap prosedur kecantikan tentunya memiliki risiko efek samping, termasuk suntik filler ini. Beberapa dampaknya, meliputi kemerahan atau memar, bengkak, bahkan sampai infeksi lokasi penyuntikan.

Menurut studi dari Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, sebenarnya tidak ada kontraindikasi untuk penderita penyakit metabolik diabetes untuk melakukan prosedur filler. 

Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah apakah penderita diabetes tersebut berpotensi memiliki kelainan pada fungsi penyembuhan luka. 

Jadi, sterilitas prosedur dan pemantauan ketat sangat diperlukan agar efek suntik filler tidak memperburuk kondisi penderita diabetes.

Artikel Lainnya: Mengungkap Bahaya Suntik Filler bagi Kesehatan 

Perhatikan ini! 

Penderita diabetes biasanya memiliki fungsi penyembuhan luka yang terganggu dibandingkan orang normal. Selain itu, penderita juga biasanya memiliki sirkulasi darah yang kurang baik dan sistem kekebalan tubuhnya juga menurun. 

Jadi, akan cukup sulit untuk mereka mengatasi salah satu komplikasi suntik filler, yaitu infeksi. Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, infeksi pun menjadi lebih sulit untuk ditangani. 

Jadi, pastikan bahwa keadaan diabetes Anda dalam keadaan yang baik dan terkontrol. 

Apabila Anda ingin melakukan prosedur ini, pastikan untuk melakukannya di tempat yang sudah terjamin dan oleh staf medis berpengalaman. Perhatikan pula tanda efek samping dan infeksi setelah tindakan.

Supaya lebih yakin terkait keamanan tindakan suntik filler pada penyandang diabetes, bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter pribadi Anda.

Gunakan fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter untuk berkonsultasi langsung dengan dokter terkait masalah kesehatan lainnya. 

(PUT/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar