Sukses

5 Makanan yang Ampuh Jadi Obat Kolesterol Tinggi

Ingin turunkan kolesterol tinggi? Tak perlu minum obat untuk kolesterol tinggi, Anda hanya perlu konsumsi makanan ini!

Klikdokter.com, Jakarta Hasil riset menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen penduduk usia dewasa di Indonesia mengalami kolesterol tinggi. Itu mengapa sebagian dari mereka lantas memutuskan untuk mengonsumsi obat kolesterol tinggi. Meski sering tidak bergejala, kondisi yang dikenal sebagai silent killer ini bisa menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke jika dibiarkan terjadi secara jangka panjang.

Perlu Anda tahu bahwa seseorang dikatakan mengalami kolesterol tinggi saat dirinya bersinggungan dengan parameter berikut ini:

  • Kadar kolesterol jahat (low density cholesterol atau LDL) di atas 100 mg/dL
  • Kadar kolesterol total di atas 200 mg/dL
  • Kadar trigliserida di atas 150 mg/dL.

Untuk mengetahuinya, Anda perlu melakukan pemeriksaan kolesterol lengkap ke klinik terdekat. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Anda mengalami kolesterol tinggi, jangan dulu khawatir berlebihan, apalagi memutuskan untuk minum obat penurun kolesterol tanpa instruksi dari dokter. 

Lantas, harus bagaimana agar kolesterol tinggi bisa dikendalikan? Makan! Fakta membuktikan bahwa beberapa makanan dapat secara alami menjadi ”obat” penurun kolesterol tinggi. Dengan mengonsumsi makanan-makanan ini secara rutin, teratur dan pada porsi yang tepat, kadar kolesterol tinggi Anda bisa turun ke rentang normal.

1 dari 5 halaman

Makanan untuk obati kolesterol tinggi

Beberapa makanan yang secara alami dapat menjadi obat kolesterol tinggi adalah sebagai berikut:

  1. Timun

Selain rasanya yang segar dan kaya akan kandungan cairan, timun (atau mentimun) punya manfaat baik untuk menurunkan kolesterol tinggi. Hal ini karena timun sangat kaya akan serat, sehingga dapat membantu meluruhkan lemak jahat di saluran pencernaan. Selain itu, mentimun juga kaya akan kandungan kalium dan magnesium yang dapat membantu mencegah penyakit darah tinggi alias hipertensi.

Nah, agar memberikan manfaat optimal, timun sebaiknya dikonsumsi langsung bersama dengan kulitnya. Tidak perlu proses pemanasan apapun, yang penting sudah dicuci bersih terlebih dahulu sebelum dikonsumsi sebagai lalapan.

2 dari 5 halaman

Selanjutnya

  1. Apel

3 dari 5 halaman

Selanjutnya(2)

Anda mungkin pernah mendengar ungkapan ”an apple a day keeps the doctor away” yang berarti bahwa satu buah apel setiap hari akan menjauhkan Anda dari dokter. 

Ya, ungkapan tersebut ada benarnya, termasuk dalam menurunkan kolesterol tinggi. Selain kandungan seratnya yang tinggi, zat pektin yang ada di dalam apel juga membantu menurunkan kolesterol dan membuat rasa kenyang muncul lebih cepat. Oleh sebab itu, apel juga bisa membantu menurunkan berat badan.

Untuk membuktikan hal tersebut, sebuah studi dilakukan di Amerika Serikat untuk meneliti tentang pengaruh konsumsi apel secara rutin pada wanita berusia 45–65 tahun. Wanita-wanita tersebut mengonsumsi apel setiap hari selama satu tahun. Hasil studi menunjukkan bahwa apel mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) sebesar 23 persen.

Untuk mendapatkan manfaat optimal, apel sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan kulitnya. Jangan lupa untuk mencucinya hingga bersih sebelum dikonsumsi, ya!

  1. Oat

Oat adalah salah satu makanan yang mengandung serat larut air (soluble fiber) yang tinggi. Karenanya, oat merupakan menu mudah yang efektif untuk menurunkan kolesterol tinggi. 

Namun demikian, sebagian orang sering mengonsumsi oat dengan cara yang kurang tepat. Misalnya saja dengan mencampur oat dengan banyak gula atau serealia dengan perisa yang manis. Hal tersebut tidak dianjurkan! Alih-alih menurunkan kolesterol tinggi, cara tersebut malah bisa meningkatkan kadar gula darah.

Cara paling baik untuk mengonsumsi oat adalah dengan mencampurnya dengan buah pisang, apel atau mangga. Jika ingin mengonsumsi dalam suhu yang hangat, Anda dapat menuangkan susu hangat dan bubuk kayu manis dalam mangkuk oat yang hendak dikonsumsi.

4 dari 5 halaman

Selanjutnya (3)

  1. Terong

Selain tak mengandung kolesterol sama sekali, serat di dalam terong – atau terung – efektif untuk melarutkan kolesterol di usus. Di samping itu, kandungan antosianin di dalam terong telah terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Namun, manfaat tersebut bisa hilang seketika jika terong diolah dengan cara yang tidak tepat. Terong yang digoreng, seperti yang banyak dilakukan di rumah makan, bukanlah cara memasak yang tepat. 

Lalu, bagaimana cara mengolah terong yang paling baik? Studi menemukan bahwa cara terbaik mengolah terong adalah dengan mengukusnya. Dengan cara ini, kandungan nutrisi di dalam terong bisa tetap terjaga dengan baik sehingga manfaat yang diberikan juga optimal.

  1. Tahu dan tempe

Tak hanya mengandung serat larut dan cairan, tahu, tempe, maupun produk kacang kedelai lainnya juga mengandung senyawa fitokimia seperti saponin, fitosterol, lechitin, dan asam linoleat. Zat-zat tersebut memiliki efek menurunkan kolesterol tinggi, lo!

Tak hanya itu, studi juga menemukan bahwa orang yang memiliki kebiasaan mengonsumsi produk kedelai cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah serta terhindar dari penyakit jantung koroner maupun stroke.

Apakah makanan favorit Anda termasuk dalam daftar di atas? Jika ya, pastikan Anda tetap mengonsumsinya secara rutin dan teratur, dengan cara yang tepat serta pada porsi yang sesuai.

Jadi saat kadar kolesterol dalam tubuh tinggi, sebenarnya Anda tidak perlu selalu minum obat kolesterol tinggi. Imbangi saja konsumsi makanan penurun kolesterol tinggi dengan gaya hidup sehat, berolahraga secara rutin dan teratur, cukup istirahat, kendalikan stres, dan jauhi rokok maupun alkohol. Berkonsultasi ke dokter untuk memastikan gaya hidup dan pola makan yang paling tepat juga bisa dilakukan, agar kolesterol tinggi benar-benar turun dan tidak menyebabkan berbagai penyakit.

(NB/ RVS)

1 Komentar