Sukses

6 Penyebab Munculnya Benjolan Tiroid

Jangan keburu panik saat menemukan benjolan di leher, terutama bagian kelenjar tiroid. Berikut ini beberapa penyebab benjolan tiroid.

Klikdokter.com, Jakarta Terkadang, ada bagian dari kelenjar tiroid yang mengalami pertumbuhan berlebih dan mengakibatkan terbentuknya benjolan. Faktanya ada beragam penyebab benjolan tiroid, dan tak semuanya perlu terlalu dikhawatirkan.

Kelenjar tiroid adalah kelenjar berbentuk menyerupai kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Kelenjar tiroid  berperan penting dalam regulasi berbagai fungsi metabolik tubuh manusia.

Ketika benjolan tiroid muncul, tak sedikit orang langsung panik dan mengira dirinya menderita kanker. Namun kabar baiknya, benjolan tiroid yang merupakan suatu bentuk keganasan sangat jarang terjadi.

Benjolan pada tiroid lebih sering ditemukan pada individu dengan riwayat yang sama pada keluarga, juga pada individu yang tidak memiliki banyak kadar yodium dalam tubuhnya. Yodium ini dibutuhkan untuk produksi hormon tiroid.

Penyebab terbentuknya benjolan tiroid

Sampai detik ini, penyebab pasti kemunculan benjolan tiroid belum diketahui. Hingga usia 60 tahun, setengah dari populasi akan memilikinya. Meski penyebabnya masih misterius, tetapi ada beberapa kondisi medis yang bisa melatarbelakangi terbentuknya benjolan tiroid. Di antaranya adalah:

  1. Nodul koloid

Nodul koloid adalah salah satu pertumbuhan berlebih dari jaringan tiroid normal yang bersifat jinak. Benjolan dapat membesar, tetapi tidak akan menyebar hingga ke luar kelenjar tiroid.

  1. Kista tiroid

Pertumbuhan kista ini sebagian besar berisi cairan, atau bisa juga sebagian kecilnya padat dan berisi cairan.

  1. Benjolan peradangan

Hal ini terjadi ketika terjadi peradangan yang lama atau kronis pada kelenjar tiroid, yang dapat menimbulkan rasa nyeri maupun tidak.

  1. Goiter multinodular

Terkadang, kelenjar tiroid yang membesar (atau disebut goiter) terdiri dari banyak nodul atau benjolan. Biasanya ini bersifat jinak.

  1. Nodul tiroid yang terlalu aktif

Nodul tiroid ini memproduksi hormon tiroid dengan cara yang tidak seharusnya, sehingga dapat memicu kondisi hipertiroidisme. Pada perkembangannya, kondisi ini dapat memengaruhi jantung dan menyebabkan banyak masalah. Misalnya serangan jantung, tekanan darah tinggi, aritmia (irama jantung yang tidak teratur), osteoporosis, dan masalah kesehatan lainnya.

  1. Kanker tiroid

Dari semua kasus benjolan tiroid, kurang dari 5 persen bersifat ganas atau menjadi kanker.

1 dari 2 halaman

Mencegah kemunculan benjolan tiroid

Untuk mencegah timbulnya benjolan tiroid, Anda perlu mengetahui berbagai faktor risikonya, antara lain:

  • Riwayat keluarga

Memiliki salah satu atau kedua orang tua, maupun saudara kandung yang mengalaminya atau kanker endokrin lainnya, meningkatkan risiko Anda memiliki benjolan tiroid.

  • Usia

Kemungkinan Anda akan memiliki benjolan tiroid akan meningkat seiring bertambahnya usia.

  • Jenis kelamin

Wanita lebih sering ditemukan memiliki benjolan tiroid dibandingkan pria.

  • Paparan terhadap radiasi

Paparan yang dimaksud terutama di area kepala dan leher (dari suatu penanganan medis, bukan dari prosedur diagnostik seperti CT scan), dapat meningkatkan risiko terbentuknya benjolan tiroid.

Sebagian besar faktor risiko di atas  memang tidak dimodifikasi. Namun, faktor risiko seperti paparan terhadap radiasi dan kadar yodium bisa diatur.

Kekurangan yodium bisa dicegah dengan memastikan asupan yang cukup tiap harinya. The Institute of Medicine menyarankan rekomendasi asupan harian yodium sebanyak:

  • 150 mcg setiap harinya untuk wanita dan pria dewasa
  • 220 mcg setiap harinya untuk wanita hamil
  • 290 mcg setiap harinya untuk ibu menyusui.

Sebagai informasi, satu sendok teh garam beryodium mengandung sekitar 400 mcg yodium.

Beberapa sumber makanan yang diketahui memiliki kadar yodium tinggi adalah rumput laut seperti kombu kelp, nori, dan wakame; ikan cod, tuna, garam beryodium, susu dan produk olahannya, roti tawar, udang, telur, atau buah plum yang telah dikeringkan.

Ada beberapa jenis penyebab benjolan tiroid. Jika Anda memiliki benjolan di leher, terutama di area tiroid yang menimbulkan gejala maupun tidak, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Sebagian besar penyakit yang menyerang kelenjar tiroid bisa dideteksi lewat pemeriksaan langsung oleh dokter dan pemeriksaan pendukung seperti cek laboratorium untuk memeriksa kadar hormon atau USG. Setelah itu, dokter akan menentukan pengobatan atau mungkin pemeriksaan lebih lanjut.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar