Sukses

Kapan Penderita Diabetes Perlu Menjalani Skrining Mata?

Skrining mata merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan dengan teratur oleh penderita diabetes. Kapan skrining tersebut harus dilakukan?

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes bukan sekadar gula darah tinggi. Secara jangka panjang, penyakit ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang menurunkan kualitas hidup penderita. Saking banyaknya komplikasi yang bisa timbul akibat diabetes, salah satu yang mungkin terlupakan untuk diperhatikan adalah penyakit mata.

Fakta menyebutkan bahwa diabetisi – atau penderita diabetes – lebih rentan mengalami kelainan pada mata, seperti katarak, glaukoma, dan retinopati (kelainan retina mata). Penyakit-penyakit mata tersebut berpotensi mengganggu penglihatan, bahkan bisa menyebabkan kebutaan. Pada sebagian kasus, kebutaan bersifat permanen alias tidak bisa disembuhkan.

Oleh sebab itu, diabetesi dianjurkan untuk menjalani skrining mata secara rutin. Hal ini bertujuan agar adanya penyakit pada mata dapat dideteksi dini dan segera ditangani, sehingga penurunan fungsi penglihatan bisa dicegah. Sebaliknya, jika penyakit mata akibat diabetes diketahui terlambat, penanganannya menjadi jauh lebih sulit dan kebutaan sering tak bisa dihindari.

Skrining mata untuk penderita diabetes

Skrining mata dianjurkan untuk semua diabetesi, baik anak maupun dewasa. Menurut American Academy of Ophtalmology (AAO), semua diabetisi berusia 12 tahun ke atas direkomendasikan untuk menjalani skrining mata setiap tahun sekali.

Layaknya pemeriksaan penglihatan pada umumnya, skrining mata pada diabetesi dilakukan oleh dokter spesialis mata. Dokter akan memeriksa keseluruhan mata, dari bagian luar hingga retina dan saraf. Pada umumnya, keseluruhan pemeriksaan membutuhkan waktu tak lebih dari 30 menit.

Hal yang perlu diketahui adalah, dokter akan meneteskan obat tetes mata terlebih dahulu sebelum pemeriksaan dilakukan. Obat tersebut bertujuan agar pupil (lingkaran hitam di tengah mata) membesar, sehingga dokter bisa memeriksa bagian dalam mata dengan lebih jelas.

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan mata menggunakan alat untuk menilai tekanan bola mata, kondisi lensa mata, gambaran retina mata, serta kondisi saraf. Pada beberapa kasus, dokter juga perlu mengambil foto bagian dalam mata untuk menilai kondisi lapisan-lapisan pada selaput dalam mata dengan lebih detail.

Setelah semua proses tersebut, diabetisi bisa pulang ke rumah dan kembali melakukan aktivitas seperti sedia kala. Kendati begitu, diabetisi sebaiknya tidak pulang dengan menyetir kendaraan sendiri, karena penglihatan mungkin masih agak kabur dalam beberapa jam.

1 dari 2 halaman

Supaya kesehatan mata diabtesi selalu terjaga

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, sebelum kesehatan mata mengalami gangguan, berikut beberapa tindakan yang bisa dilakukan diabetesi:

1. Mengontrol kadar gula darah

Kadar gula darah diabetesi tak bisa sama seperti orang sehat. Namun, sangat penting bagi diabetesi untuk memiliki kadar gula darah yang terkontrol baik dan tidak melonjak tinggi agar kesehatan mata dan organ penting lainnya tetap terjaga.

Untuk mengontrol kadar gula darah, diabetisi harus menjaga jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi, berolahraga secara teratur, serta minum obat dari dokter sesuai anjuran yang diberikan.

2. Menjauhi asap rokok

Diabetisi yang sering terpapar asap rokok memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami retinopati diabetes (kelainan retina akibat diabetes). Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang bersifat permanen.

Oleh karena risiko tersebut, diabetisi dianjurkan untuk sama sekali menghindari asap rokok. Hal ini tak hanya berarti bahwa diabetesi tidak boleh merokok, tetapi juga dilarang untuk berada di lokasi yang penuh dengan asap rokok.

3. Mengontrol tekanan darah dan kolesterol

Tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kolesterol tinggi dapat memperburuk kondisi pembuluh darah mata diabetesi. Oleh sebab itu, penderita diabetes yang memiliki hipertensi dan kolesterol tinggi lebih rentan mengalami penyakit mata yang lebih progresif dan sulit untuk disembuhkan.

Agar tidak mengalami kondisi tersebut, diabetesi wajib menerapkan gaya hidup sehat, mematuhi aturan 3J (jam, jenis, jumlah), berolahraga teratur, istirahat cukup, dan kelola stres yang baik.

Meski mengalami penyakit diabetes, bukan berarti diabetesi tidak bisa hidup dengan mata dan fungsi penglihatan yang optimal. Nah, jika Anda adalah salah satu penderita diabetes yang merasa mengalami gangguan penglihatan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk skrining mata sebelum kondisi mata Anda memburuk.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar