Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Keringat Berlebih, Ini Penyebab yang Perlu Anda Waspadai

Keringat Berlebih, Ini Penyebab yang Perlu Anda Waspadai

Keringat berlebihan bisa menjadi gejala dari kondisi medis tertentu, seperti obesitas, hipertiroid, dan lainnya. Ketahui lebih jauh mengenai penyebab keringat berlebih di sini.

Berkeringat merupakan kondisi yang normal dan dapat dialami oleh siapa saja, terlebih jika suhu udara sedang panas. Namun, ada beberapa orang yang sering mengalami keringat berlebihan

Bahkan, ada yang berkeringat meski sedang berada di ruangan ber-AC, sedang tidak banyak beraktivitas, atau ketika sedang berenang sekalipun.

Lalu jika seseorang gampang berkeringat, apakah itu termasuk gejala dari suatu penyakit? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan berikut ini mengenai penyebab keringat berlebihan.

 Artikel Lainnya: Pakai Antiperspirant untuk Atasi Keringat dan bau badan, Amankah?

1 dari 4 halaman

Penyebab Keringat Berlebih

Dalam dunia medis, berkeringat secara berlebihan disebut dengan hiperhidrosis. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang berkeringat kapan saja meski cuaca sedang tidak panas.

Penyebab hiperhidrosis ini tergantung dari waktu dan kapan terjadinya keringat berlebih tersebut.

Sering kali, kondisi keringat yang berlebihan memang tidak berbahaya. Namun pada beberapa kasus, berkeringat berlebihan bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu.

Artikel Lainnya: Beda dengan Keringat Biasa, Begini Cara Kontrol Keringat Saat Stres

Hiperhidrosis dibagi ke dalam dua jenis, yaitu hiperhidrosis primer dan sekunder. Hiperhidrosis primer menyebabkan keringat berlebih pada tangan, ketiak, wajah dan kaki tanpa adanya alasan tertentu.

Sementara itu, hiperhidrosis sekunder diakibatkan oleh suhu udara yang panas, kondisi medis, atau obat-obatan tertentu.

2 dari 4 halaman

Jenis-Jenis Hiperhidrosis

Hiperhidrosis atau keringat berlebih ternyata bisa dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Hiperhidrosis Primer

Seseorang yang mengalami hiperhidrosis primer dapat mengeluarkan keringat yang berasal dari kelenjar keringat atau disebut juga dengan kelenjar ekrin.

Kelenjar ekrin banyak terdapat di kaki, telapak tangan, wajah dan ketiak. Kenapa bisa terjadi pengeluaran keringat yang berlebih?

Artikel Lainnya: Punya Masalah dengan Keringat Berlebih? Ini Cara Mengatasinya

Ketika Anda sedang berada di suhu yang panas, banyak bergerak, sedang pada situasi yang emosional, atau karena hormonal, maka saraf akan merangsang kelenjar ekrin untuk mengeluarkan keringat.

Namun, pada hiperhidrosis primer, penyebabnya tidak diketahui. Penanganannya dapat berupa pemberian obat-obatan, tindakan laser, atau injeksi botoks.

2. Hiperhidrosis Sekunder

Kondisi hiperhidrosis sekunder berbeda dengan hiperhidrosis primer. Pada hiperhidrosis sekunder, keringat berlebih terjadi di seluruh tubuh tidak hanya di tangan, ketiak, wajah dan kaki. Bahkan, bisa mengalami keringat berlebih saat tidur.

Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan hiperhidrosis sekunder, antara lain:

  • Menopause

Menopause merupakan penyebab tersering keringat berlebih pada wanita. Kondisi ini sering kali terjadi pada malam hari. Penyebabnya adalah fluktuasi hormonal (estrogen dan hormon lainnya) yang terjadi sebelum atau saat menopause.

  • Hipertiroid

Jika seseorang mengalami kondisi hipertiroid, terjadi produksi berlebih hormon tiroksin. Hormon ini merupakan hormon pengatur metabolisme tubuh.

Kadar hormon tiroksin yang tinggi dapat meningkatkan metabolisme tubuh seseorang dan menyebabkan keringat berlebih.

Artikel Lainnya: Deodoran Efektif Mengatasi Masalah Keringat Berlebih?

  • Hipoglikemia

Hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah dapat menjadi penyebab keringat berlebih pada penyandang diabetes. Pada kondisi ini, diabetesi harus segera meningkatkan gula darahnya agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut yang mengancam nyawa.

Bagi Anda yang menderita diabetes, tetaplah ingat pengaturan gula darah yang harus diperhatikan sangat ketat.

  • Kehamilan

Banyak wanita lebih sering berkeringat saat sedang hamil. Hal ini biasa disebabkan oleh peningkatan berat badan, fluktuasi hormonal, dan meningkatnya metabolisme ketika hamil.

Keringat berlebih saat hamil merupakan kondisi yang normal. Namun, jika keringat berlebih disertai dengan demam, menggigil, atau muntah, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara langsung ke dokter.

  • Penggunaan Obat-obat tertentu

Anda pernah berkeringat setelah mengonsumsi obat? Ternyata konsumsi obat tertentu dapat menjadi penyebab keringat berlebih, lho.

Beberapa jenis obat yang dimaksud, antara lain antibiotik, antivirus, antinyeri, antidepresan, dan obat kemoterapi.

Artikel Lainnya: Manfaat Berkeringat bagi Kesehatan Tubuh

  • Penyakit Tuberkulosis (TBC)

Keringat berlebih merupakan salah satu tanda khas dari penyakit tuberkulosis atau TBC. Umumnya, keringat berlebih terjadi di malam hari sampai menyebabkan bantal dan baju basah kuyup walaupun udara dingin.

Gejala keringat berlebih akibat TBC biasanya disertai dengan batuk lama atau batuk darah, penurunan berat badan, sesak, dan penurunan nafsu makan.

  • Kanker

Terkadang beberapa jenis kanker dapat menyebabkan seseorang mengalami keringat berlebih. Contohnya seperti kanker hati, leukemia, limfoma, dan kanker tulang.

  • Obesitas

Keringat berlebih juga bisa disebabkan oleh obesitas. Bobot tubuh yang berlebih akan membuat seseorang lebih rentan berkeringat. Hal ini karena tenaga yang dikerahkan lebih tinggi akibat bobot tubuh yang berat.

3 dari 4 halaman

Kondisi Akibat Keringat Berlebih yang Harus Diwaspadai

Ada beberapa kondisi akibat keringat berlebih yang harus diwaspadai, yaitu:

  • Keringat yang berlebih dapat menyebabkan pori-pori kulit tersumbat sehingga dapat memicu iritasi kulit.
  • Keringat dapat menimbulkan bau tidak sedap yang bisa mengganggu lingkungan sekitar Anda. Rasa percaya diri Anda pun bisa turun.
  • Kondisi kulit yang lembap, terutama di area lipatan tubuh, merupakan lingkungan yang sangat optimal untuk tumbuhnya kuman dan jamur.
  • Tangan yang berkeringat pastinya menyebabkan rasa tidak nyaman, misalnya ketika akan membuka gagang pintu. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas harian Anda.
  • Selain tidak nyaman, tangan yang berkeringat juga membahayakan diri Anda. Misalnya ketika Anda menuruni tangga, sering kali sulit untuk berpegangan pada Akibatnya, risiko cedera akan meningkat.
  • Keringat berlebih dapat menyebabkan baju basah. Akibatnya, dalam sehari Anda bisa menghabiskan lebih banyak baju dan celana.
  • Keringat berlebih atau hiperhidrosis bisa saja merupakan keadaan normal. Namun, ada beberapa kondisi yang menjadi tanda penyakit serius.
  • Keringat berlebih di malam hari saat Anda tidur membuat Anda mau tidak mau rajin mengganti sprei jika tidak ingin ada risiko kuman yang menempel.
  • Jika Anda memiliki keringat berlebih, rambut juga bisa menjadi lepek. Rambut yang terlihat basah dan lembap menjadi tidak enak dipandang.

Itulah beberapa penyebab keringat berlebih. Umumnya keringat berlebihan adalah kondisi yang normal. Namun, apabila Anda merasakan gejala lain, seperti batuk atau leher membesar, kemungkinan hiperhidrosis yang Anda alami berasal dari penyakit yang mendasari.

Segera periksakan diri Anda ke dokter bila hal tersebut terjadi. Anda juga bisa menggunakan layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter untuk berkonsultasi kepada dokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar