Sukses

Mengatasi Sindrom Tourette dengan Hipnoterapi, Efektifkah?

Cukup banyak klinik hipnoterapi yang mengklaim bisa mengatasi sindrom Tourette. Benarkan metode tersebut efektif?

Klikdokter.com, Jakarta Hipnoterapi disebut-sebut cukup ampuh untuk mengatasi sindrom Tourette. Bahkan, katanya penderitanya bisa sembuh total. Benarkah metode hipnoterapi seefektif itu dalam mengatasi sindrom Tourette?

Jika pernah melihat orang yang sering berkedip atau mendengar seseorang latah, atau gerakan berulang lainnya yang tidak terkontrol, bisa jadi ia mengidap sindrom Tourette.

Sindrom Tourette adalah penyakit neuropsikiatrik yang membuat penderitanya mengeluarkan suara atau gerakan secara tiba-tiba atau spontan. Gerakan atau suara yang dikeluarkan tersebut dikenal dengan istilah tic. Tic dilakukan berulang-ulang, tidak berima, dan tanpa disadari penderitanya.

Publik figur yang diketahui mengidap sindrom ini adalah aktor Tora Sudiro dan musisi asal Amerika Serikat (AS) yang sedang naik daun, Billie Eilish.

Sindrom Tourette: penyebab dan gejala

Tic dapat berupa tic motorik yang melibatkan anggota tubuh, atau tic vokal berupa suara. Selain latah, gejala sindrom Tourette lainnya adalah:

  • Tic vokal sederhana: mengendus, mendengus, bersenandung, atau mengucap suku kata tunggal (misalnya “uh-uh-uh”).
  • Tic vokal kompleks: meliputi pengucapan frasa, mengubah nada, atau volume suara. Ekspresi yang muncul adalah pengulangan frasa yang didengar dari orang lain (echolalia), mengulang frasa milik sendiri (palilalia), atau mengucap kata-kata kotor atau frasa tabu sosial (coprolalia).
  • Tic motorik sederhana: hanya melibatkan gangguan dari satu kelompok otot, misalnya berkedip, menjilat bibir, menyentakkan kepala, mengangkat bahu.
  • Tic motorik kompleks: melibatkan gerakan terkoordinasi yang dihasilkan sejumlah otot, misalnya tak sadar berperilaku tak pantas (copropraxia) atau meniru gerakan orang lain (echopraxia) seperti menyentuh, melompat, atau berputar.

Dikutip dari laman Tourette Syndrome Foundation of Canada, meski tidak memengaruhi kecerdasan, tetapi sindrom Tourette sering membuat pengidapnya merasa malu, apalagi jika mengalami (menyebut kata-kata kotor). Sekitar 10 persen pengidap dilaporkan memilikinya.

Hingga saat ini, penyebab pasti dari sindrom Tourette belum diketahui. Diperkirakan, kondisi ini berhubungan dengan salah satu struktur otak yang disebut basal ganglia, yang mengatur gerakan anggota tubuh.

Dari segi usia dan jenis kelamin, sindrom Tourette biasanya berawal sejak anak-anak dan lebih banyak pada laki-laki. Gejala tic umumnya akan berkurang saat anak beranjak dewasa.

Pada dasarnya, sindrom Tourette bukanlah gangguan mayor yang dapat menimbulkan komplikasi pada organ lain. Namun, penyakit ini dapat menyebabkan penderitanya merasa malu, cemas, depresi, mengasingkan diri dari komunitas, gangguan fokus dan konsentrasi, serta masalah belajar (terutama pada pasien anak). Karena itu, meskipun gejalanya tak seberat masalah saraf lainnya, sindrom Tourette tetap harus diobati.

1 dari 2 halaman

Hipnoterapi sebagai titik terang untuk sindrom Tourette

Sejauh ini, belum ada pengobatan yang bisa sepenuhnya menyembuhkan sindrom Tourette. Pengobatannya difokuskan untuk mengurangi rasa cemas atau depresi akibat penyakit tersebut. Karena itu, dokter kerap memberikan obat antidepresi kepada pengidap.

Seiring dengan kemajuan dunia kedokteran, berbagai metode pengobatan sindrom Tourette terus berkembang. Salah satu yang cukup menjanjikan adalah dengan hipnoterapi.

Sebuah penelitian di AS menunjukkan bahwa penderita sindrom Tourette yang diajarkan teknik hipnoterapi atau self-hypnosis akan mengalami penurunan frekuensi kambuhnya gejala. Para partisipan dalam penelitian tersebut diajarkan untuk melakukan hipnoterapi pada diri mereka sendiri, sebanyak tiga kali sehari. Hasilnya, hampir sebagian besar mengaku dapat mengontrol gejala tic-nya dan tidak melakukan gerakan atau suara tic lagi.

Hipnoterapi adalah bagian dari terapi alternatif di dunia kedokteran (complementary and alternative atau CAM). Pada prinsipnya, terapi ini dilakukan dengan memasukkan atau menanamkan nilai tertentu, yang kemudian akan mengubah persepsi dan perilaku pasien. Hipnoterapi telah diterapkan pada berbagai kondisi yang memerlukan perubahan persepsi dan perilaku pasiennya, seperti pada pasien perokok, fobia, termasuk sindrom Tourette.

Meski demikian, layaknya metode pengobatan CAM lainnya, hipnoterapi tidak dapat diandalkan sebagai satu-satunya metode pengobatan sindrom Tourette. Terapi ini paling baik tetap dikombinasikan dengan penggunaan obat-obatan dan pemantauan rutin oleh ahli saraf.

Salah satu cara untuk membantu mengatasi sindrom Tourette adalah dengan hipnoterapi. Namun, terapi tersebut sifatnya tambahan atau alternatif pelengkap, bukan terapi utama. Tetap dibutuhkan pemeriksaan dan pantauan berkala oleh dokter spesialis saraf agar pengobatan yang diterima menuai hasil yang optimal.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar