Sukses

Punya Risiko Kolesterol Tinggi, Kapan Harus Minum Obat?

Anda memiliki risiko kolesterol tinggi? Simak kapan waktu yang tepat minum obat kolesterol.

Klikdokter.com, Jakarta Mengubah gaya hidup adalah jalan pertama yang kerap ditempuh untuk mencegah masalah kolesterol, terutama bagi Anda yang punya risiko kolesterol tinggi. Akan tetapi, tak menutup kemungkinan dokter menganjurkan Anda untuk minum obat kolesterol rutin. Jadi, kapankah waktu tepat untuk minum obat kolesterol tersebut?

Kolesterol dan risiko yang diturunkan

Pada dasarnya, tubuh membutuhkan kolesterol untuk memproduksi hormon, vitamin D, dan mencerna makanan yang dikonsumsi. Akan tetapi, tentu kolesterol yang dibutuhkan harus dalam jumlah yang normal. 

Apabila kadar kolesterol tinggi dalam tubuh – atau dikenal sebagai hiperkolesterol – dapat timbul berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, jantung, stroke, bahkan menyebabkan kematian.  

Kolesterol tinggi dapat diturunkan secara genetik dari orang tua yang memiliki penyakit serupa. Satu dari 1.500 variasi gen penyebab kolesterol, berpeluang untuk diturunkan sebesar 50 persen. Karena itu, apabila memiliki orang tua dengan riwayat kolesterol tinggi, Anda pun berisiko untuk mengalaminya juga. 

Pada kondisi ini, terjadi kerusakan pada gen pengatur reseptor LDL dalam tubuh. LDL berfungsi sebagai transportasi kolesterol ketika berada di dalam tubuh. 

Tingginya kadar LDL yang merupakan kolesterol jahat tentu akan meningkatkan risiko berbagai penyakit, salah satunya penyempitan pembuluh darah. Jika tidak terdeteksi dini, hal ini dapat menyebabkan kematian mendadak di usia kurang dari 65 tahun. 

Namun ternyata, tidak hanya faktor genetik yang memengaruhi, gaya hidup yang kurang sehat pun menjadi penyebab kolesterol tinggi. Kolesterol juga didapat dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Semakin banyak makanan berlemak yang dikonsumsi, kadar kolesterol dalam tubuh pun berpotensi meningkat. 

Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki risiko kolesterol tinggi, baik berasal dari riwayat keluarga ataupun gaya hidup kurang baik, sebaiknya lebih waspada pada kesehatannya. Anda disarankan untuk rutin mengecek kondisi kolesterol tubuh secara lengkap untuk dapat mendeteksi kolesterol tinggi lebih awal.

Kapan harus minum obat kolesterol?

Normalnya, total kolesterol total harus di bawah 200 mg/dL. Adapun kolesterol LDL tidak boleh lebih dari angka 130 mg/dL. Jika ditemukan nilai yang abnormal dan dinilai berisiko mengalami berbagai komplikasi, dokter biasanya menyarankan untuk konsumsi obat kolesterol. Obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan, harus melalui resep dokter.

Obat kolesterol bekerja menurunkan pembentukan kolesterol di dalam organ hati sehingga otomatis kadar kolesterol tinggi akan menurun. Obat ini boleh digunakan ketika sudah didiagnosis memiliki kolesterol tinggi baik yang disebabkan oleh genetik ataupun gaya hidup. 

Untuk kolesterol tinggi yang disebabkan karena gaya hidup, obat kolesterol cukup digunakan hingga kadar kolesterol kembali normal. Tentu anjuran ini harus diberhentikan oleh dokter. Jangan lupa pula diimbangi dengan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. 

Adapun bagi mereka yang memiliki kolesterol tinggi yang berasal dari genetik, obat kolesterol tampaknya dibutuhkan secara terus-menerus untuk mengontrol kadar kolesterol tubuh. Diskusikan dengan dokter yang menangani Anda mengenai aturan pemakaian obat kolesterol. 

Kiat mencegah kolesterol tinggi

Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Jadi, coba Anda lakukan kiat mencegah kolesterol tinggi ini dalam kehidupan sehari-hari:

  • Kurangi makanan yang tinggi akan lemak jenuh

Hindari makanan siap saji, daging berlemak, susu full cream, mentega, dan beberapa jenis seafood (udang dan kepiting).

  • Menurunkan berat badan

Overweight atau obesitas dikaitkan dengan peningkatan LDL, rendahnya HDL, dan peningkatan kadar kolesterol total. Untuk itu penting menjaga berat badan tubuh tetap ideal.

  • Berolahraga teratur

Berolahragalah secara rutin minimal 30 menit sesering mungkin untuk menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.

  • Hentikan merokok

Kebiasaan merokok dapat menyebabkan penumpukan zat lemak secara berlebihan di lapisan dinding pembuluh koroner yang berpotensi menyebabkan serangan jantung. 

Anda yang memiliki kolesterol tinggi yang berasal dari genetik tampaknya perlu terus-menerus mengonsumsi obat kolesterol untuk mengontrol kadarnya. Namun, hal ini harus sesuai dengan anjuran dokter Anda. Untuk itu, Anda yang punya risiko tinggi kolesterol, terapkan gaya hidup sehat dan aktif saat ini juga. Jangan remehkan penyakit kolesterol tinggi karena dapat menyebabkan kematian mendadak. 

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar