Sukses

Tips Mengatasi Badan Lemas Saat Upacara 17 Agustus

Ternyata, mengatasi badan lemas saat upacara 17 Agustus tidak sulit asalkan Anda tahu penyebabnya. Berikut adalah beberapa tipsnya.

Klikdokter.com, Jakarta Menjelang perayaan HUT RI, Anda perlu tahu cara mengatasi kondisi badan lemas saat upacara 17 Agustus. Pasalnya, durasi upacara yang cukup lama dan dilakukan di luar ruangan rentan mengakibatkan badan lemas, pusing  dan bahkan sampai kehilangan kesadaran.

Jika Anda akan mengikuti upacara HUT RI pada hari ini, kenali beragam penyebab badan lemas  saat upacara. Dengan demikian Anda bisa mengantisipasinya agar tidak mengalami kondisi tersebut.

Penyebab badan lemas saat upacara

Banyak yang menganggap bahwa badan lemas saat upacara bukanlah suatu kondisi yang berbahaya atau gawat. Biasanya, ketika peserta upacara mengalami kondisi badan lemas, ia akan disarankan untuk duduk di tempat sejuk dan minum air putih atau teh manis. Pada umumnya, kondisi tersebut akan baik dengan sendirinya. 

Kendati demikian, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, tak banyak yang tahu bahwa badan lemas juga bisa menjadi pertanda suatu kondisi berbahaya yang bisa mengancam nyawa. Adapun beberapa penyebab badan lemas saat upacara, antara lain:

  • Dehidrasi dan penurunan tekanan darah akibat kekurangan cairan

Jika tubuh kekurangan cairan, entah itu karena sebelumnya Anda belum sempat minum air putih sama sekali atau sebelumnya habis diare, badan lemas pasti akan terjadi. Pada kondisi dehidrasi yang berat, juga bisa menyebabkan penurunan tekanan darah. 

  • Hipoglikemia berat

Hipoglikemia berat adalah kondisi ketika gula darah sangat sedikit. Biasanya, hal ini terjadi pada mereka yang belum sempat makan, kekurangan gizi, atau penderita diabetes. 

Nah, salah satu tanda awal dari hipoglikemia adalah badan lemas. Bila tidak ditangani dengan tepat dan cepat, dampaknya bisa fatal,” jelas dr. Sepriani. 

  • Tekanan darah rendah

Tekananan darah yang normal berkisar antara 110-120 per 70-80 mmHg. Jika tekanan darah terlalu rendah, yakni di bawah 90/60mmHg, kondisi badan lemas akan sulit dihindari. 

Selain badan lemas, tangan dan kaki penderitanya akan dingin, sulit berkonsentrasi, mual, dan padangannya kabur.

1 dari 2 halaman

Cara mudah mengatasi badan lemas saat upacara

Mengatasi badan lemas tentu harus disesuaikan dengan penyebabnya. Namun secara umum, beberapa cara di bawah ini dapat diterapkan pada mereka yang “tumbang” saat upacara: 

  • Jika kondisi badan lemas sudah tidak tertahankan, padangan kabur, dan rasanya ingin pingsan, segera cari tempat yang sejuk, lalu duduk. Buat tubuh serileks mungkin dengan cara mengambil napas yang dalam. 
  • Minumlah air putih untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Jika penyebabnya adalah dehidrasi, maka jangan minum teh terlalu banyak karena teh bersifat diuretik. 

Bila sebelum upacara Anda belum sempat makan, cobalah untuk makan. Tak perlu langsung dalam porsi besar. Konsumsilah biskuit atau roti terlebih dahulu agar perut tidak “kaget” dan malah menyebabkan mual. 

  • Biarkan petugas medis memeriksa kondisi Anda. Jika ternyata tekanan darah Anda rendah, konsumsilah biskuit yang rasanya cukup asin, seperti biskuit keju. 

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter penderita tekanan darah rendah bisa mengatasi masalah tersebut dengan mengonsumsi garam yang lebih banyak. Tapi tentu tak sampai berlebihan, ya! 

  • Jika penyebabnya adalah gula darah yang rendah (hipoglikemia), dr. Karin Wiradarma, MGizi dari KlikDokter menyarankan penderita untuk minum teh manis (2 sdm gula pasir) ataupun setengah gelas jus buah. Jika ada camilan seperti biskuit, Anda juga bisa mengonsumsinya. 
  • Selesai beristirahat setelah upacara, pastikan Anda tak langsung melakukan kegiatan yang terlalu berat dan konsumsilah makanan bergizi. Pastikan juga Anda mencukupi kebutuhan cairan dan tak begadang agar kondisi badan lemas tak terulang lagi. 

Itulah tips mengatasi badan lemas saat upacara 17 Agustus. Jika cara-cara di atas sudah dilakukan, tetapi setelahnya tak ada perubahan positif, segeralah minta pertolongan medis ke rumah sakit. Siapa tahu penyebabnya bukanlah hal-hal di atas, sehingga memerlukan pemeriksaan yang lebih spesifik dan penanganan yang lebih kompleks.

[MS/ RVS] 

0 Komentar

Belum ada komentar