Sukses

Amankah Jika Obat Cetirizine Dikonsumsi Balita?

Cetirizine adalah obat yang umum digunakan ketika muncul gejala alergi. Tapi, apakah obat ini aman untuk dikonsumsi balita?

Salah satu jenis obat alergi yang umum digunakan adalah cetirizine. Obat ini digunakan untuk meredakan gejala alergi, seperti mata berair, pilek, mata atau hidung gatal, bersin, urtikaria, dan gatal-gatal.

Akan tetapi, apakah aman obat generik ini digunakan oleh usia balita? Untuk tahu jawaban pastinya, simak penjelasan dokter lewat pembahasan berikut ini.

1 dari 4 halaman

Obat Cetirizine Aman Dikonsumsi Balita

Memberikan obat kepada anak berusia lima tahun ke bawah memang harus hati-hati, tidak boleh sembarangan.

Apalagi jika memberikan cetirizine. Hal ini karena jenis obat ini termasuk dalam golongan keras. Dikhawatirkan, ada efek samping kesehatan yang dapat terjadi pada buah hati.

Menurut dr. Devia Irine Putri, obat cetirizine sudah bisa dikonsumsi sejak anak berusia enam bulan. Namun, karena obat keras, dr. Devia menyarankan diminum sesuai dengan resep dokter.

Jika minum cetirizine model tablet kunyah, pastikah obat dikunyah sampai hancur sebelum ditelan.

Lalu, apabila menggunakan tablet larut, letakkan obat tersebut di lidah lalu telan dengan atau tanpa air.

Sementara itu, jika Anda menggunakan obat cair atau drop, yang penggunaan disarankan untuk anak-anak, ukur dosisnya menggunakan sendok khusus. Jangan menggunakan sendok makan biasa karena khawatir dosisnya tidak tepat.

Apabila gejala alergi seperti gatal-gatal tidak membaik setelah tiga hari minum obat, segera konsultasi ke dokter. Bila muncul reaksi anafilaksis akibat alergi, segera bawa ke unit gawat darurat rumah sakit.

Artikel Lainnya: Alergi pada Kulit Bayi yang Perlu Anda Tahu

2 dari 4 halaman

Meskipun Boleh Dikonsumsi, Ketahui Efek Samping Cetirizine

Semua obat-obatan mempunyai risiko efek samping. Efek samping yang umum terjadi akibat mengonsumsi cetirizine adalah mengantuk, lemas, dan mulut terasa kering.

Rasa tidak nyaman pada perut juga bisa terjadi ketika memberikan obat alergi ini untuk anak.

Di sisi lain, reaksi alergi serius akibat mengonsumsi obat ini jarang terjadi. Namun, segera bawa ke rumah sakit jika Anda melihat anak mengalami ruam, gatal, bengkak (pada wajah, lidah, tenggorokan), pusing parah, dan sulit bernapas.

Jangan segan juga untuk menghubungi dokter ketika balita terlihat lemas dan sulit buang air kecil.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Alergi Dingin pada Bayi

3 dari 4 halaman

Dosis Penggunaan Cetirizine untuk Balita

Dosis obat cetirizine harus ditentukan berdasarkan usia, kondisi medis, dan respons pengobatan anak. Jangan menambah atau mengurangi dosis obat cetirizine yang sudah diresepkan dokter pada balita.

"Untuk bayi berusia enam bulan sampai dua tahun dosisnya 2,5 mg. Sementara untuk yang lebih dewasa, usia dua sampai enam tahun adalah sekitar 2,5 sampai 5 mg," jelas dr. Devia.

Sedangkan dosis cetirizine sirup untuk anak usia dua sampai lima tahun adalah 2,5 ml hingga 5 ml dan dikonsumsi sebanyak dua kali sehari.

Guna mendapatkan aturan yang dosis lebih jelas, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak.

Bagaimana jika lupa memberikan dosis obat cetirizine pada anak? Apabila melewatkan satu dosis obat cetirizine, segera berikan ke anak saat Anda ingat.

Kalau sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat. Disarankan untuk mengambil dosis di waktu minum obat berikutnya. Jangan pernah menggandakan dosis obat cetirizine pada anak.

Untuk konsultasi lebih lanjut tentang obat cetirizine atau kondisi alergi pada usia balita, konsultasi langsung ke dokter. Supaya lebih praktis, konsultasi lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar