Sukses

Ketombe pada Anak, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tak hanya mengganggu orang dewasa, ketombe juga bisa terjadi pada anak. Ketahui apa saja penyebab dan cara mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Seperti halnya pada orang dewasa, ketombe pada anak juga bisa mengganggu. Anda sebagai orang tua perlu mengenali apa saja penyebab dan cara mengatasinya, supaya kondisi tersebut tak menghalangi tumbuh kembangnya.

Apakah anak pernah mengeluh sensasi gatal di kulit kepalanya? Apakah Anda sering melihat anak sibuk menggaruk kepalanya? Apakah ia mengalami rambut rontok? Apakah ia tiba-tiba tak mau bersosialisasi dan jadi pendiam? Jika ya, Anda patut curiga akan ketombe yang bersarang di kulit kepala anak.

Dari KlikDokter, dr. Adeline Jaclyn menuturkan, ketombe – istilah medisnya adalah dermatitis seboroik – terjadi ketika sel kulit mati menumpuk pada kulit kepala. Beberapa peneliti menilai bahwa ketombe dapat disebabkan oleh produksi minyak kulit (sebum) yang berlebihan oleh kelenjar minyak dan folikel rambut.

“Meski tidak berbahaya, serpihan putih di kulit kepala anak bisa sangat mengganggu. Akibatnya, aktivitasnya bisa terhambat, begitu juga kepercayaan dirinya,” kata dr. Adeline. Oleh karena itu, ketombe pada anak harus segera dibasmi! Jika tidak, bukan tak mungkin kulit kepala anak terluka dan terinfeksi.

Penyebab ketombe pada anak

Ketombe tidak menular, tetapi kondisi tersebut bisa membuatnya malu, apalagi di hadapan teman-temannya. Beberapa penyebab ketombe pada anak antara lain:

1. Malassezia

Jamur yang ada di kulit kepala (bernama malassezia) bisa menjadi salah satu penyebab. Jamur bisa tumbuh berlebihan di kulit kepala tanpa menimbulkan masalah apa pun. Kondisi tersebut berkontribusi pada tingkat pembelahan sel kulit mati, sehingga memperbanyak produksi sel kulit mati yang bercampur dengan minyak rambut lalu membentuk serpihan putih. Beberapa penyakit atau perubahan hormonal bisa memicu jamur tersebut tumbuh berlebihan.

2. Eksem

Anak-anak dengan eksem rentan berketombe. Kulit kering, bersisik, dan pecah-pecah bisa terjadi di seluruh kulit, tak terkecuali kulit kepala. Eksem bisa makin parah jika pola makan anak tidak sehat atau adanya alergen di sekitar anak. Gatal-gatal bisa menyebabkan infeksi jika terus-menerus digaruk.

3. Produksi minyak berlebih

Biasanya hal ini terjadi ketika anak mengalami pubertas, yang mana kelebihan hormon dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit, termasuk kulit kepala. Minyak berlebih inilah yang akan menumpuk pada folikel rambut, yang pada akhirnya akan menimbulkan ketombe.

4. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah kondisi kulit yang meradang, yang ditandai dengan munculnya ruam merah. Kondisi ini bisa berkembang sebagai akibat dari sensitivitas terhadap produk perawatan rambut yang bisa menyebabkan ketombe. Misalnya dari sampo atau serum rambut. Reaksinya bisa berupa kulit mengelupas, gatal, kemerahan, serta kerak di kulit kepala.

Penggunaan produk sampo atau produk perawatan rambut lainnya yang tidak cocok, bisa mengakibatkan iritasi di kulit kepala, sehingga ketombe muncul.

Ditambahkan oleh dr. Adeline, penyebab lainnya adalah:

  • Kulit kering akibat cuaca  yang terlalu dingin atau panas
  • Anak mengalami permasalahan kulit seperti jerawat dan psoriasis
  • Anak terlalu sering keramas atau tidak cukup sering
1 dari 2 halaman

Tips mengatasi ketombe pada anak

Agar anak tidak terus-terusan menggaruk kulit kepala hingga mengakibatkan iritasi, lakukan ini untuk menangani ketombe pada anak.

  • Sisir rambut anak dengan lembut sebelum dikeramas. “Ini bisa membantu membuang serpihan kulit mati. Usahakan untuk tidak menyisirkan terlalu kuat atau kasar, agar tidak terjadi iritasi kulit,” terang dr. Adeline.
  • Cuci rambut anak sambil melakukan pemijatan dengan sampo. Kata dr. Adeline, lakukan selama kurang lebih 5 menit, lalu bilas hingga bersih.
  • Perhatikan pilihan produk. “Hindari penggunaan kondisioner dan produk rambut yang berminyak,” kata dr. Adeline.
  • Jaga anak dari hal-hal yang membuatnya stres. Stres dapat mencetuskan munculnya ketombe.
  • Penuhi kebutuhan gizinya. Perbanyak asupan zink yang ada dalam makanan seperti ikan, kacang kedelai, daging, kuning telur, gandum utuh, biji bunga matahari, dan lain-lain.
  • Perbanyak konsumsi cairan.

Bila sudah melakukan tips di atas tetapi ketombe masih saja membandel, sebaiknya ajak anak periksa ke dokter spesialis kulit. Dokter mungkin akan meresepkan sampo atau krim obat yang mengandung ketaconazole, selenium sulfida, asam salisilat, atau coal tar.

Selain itu, anak juga perlu diperiksakan ke dokter jika terdapat tanda-tanda ini:

  • Ketombe tidak membaik setelah 2-3 minggu perawatan.
  • Muncul bercak tebal dan bersisik pada kulit kepala anak. Ini bisa menjadi tanda awal psoriasis.
  • Anak tetap menggaruk kulit kepala walau sudah melakukan perawatan.
  • Rambut anak mengalami kerontokan dan kulit kepalanya merah.
  • Ketombe terjadi berulang.

Ingat, ketombe bisa bersumber dari stres. Karenanya, luangkan waktu untuk mengajak anak mengobrol tentang hari-harinya di sekolah atau tentang teman-temannya. Cermati perilaku anak dan lihat apakah ada tingkahnya yang tidak biasanya.

Sebagai orang tua, Anda perlu mengenali penyebab ketombe pada anak, berikut cara mengatasinya. Pada kebanyakan kasus, mencuci rambut secara rutin bisa membantu mengurangi dan menangani ketombe. Umumnya, ketombe akan mereda selama beberapa minggu. Tapi jika kondisinya makin parah, lebih baik cari bantuan tenaga medis.

(RN/ RVS)

1 Komentar

  • Afida Hokki

    assalamu'alaikum dok.maaf mau tanya cara untuk mengatasi kerontokan pada rambut anak gimna ya.